Kekasih Impianku

Kekasih Impianku
Bertemu


__ADS_3

Siang ini Arka berencana mendatangi rumah Harun dia akan mengajak Harun menyelidiki tentang Ibrahim.


"Halo spadaaa,Haruun bangun woii udah siang"Arka berteriak teriank didepan rumah Harun.


"Dasar semprul,kalau bertamu itu mengucap salam bukanya teriak teriak gak sopan".


"Hahaah sori brow kebiasaan"


"Masuk dulu atau kita langsung berangkat nne?"


"Berangkat aja deh,".


"Kita selidiki dari mana dulu ini?".


"Kita ikutin aja kemana Ibrahim pergi nanti kita pura pura jadi pembeliny tau apa gittu".


"Ya wes lah ayo berangkat".


Mereka berdua berangkat menuju kontrakan Ibrahim mereka akan menyelidiki Ibrahim kerja sebagai apaa.Sampai disana pas banget Ibrahim keluar untuk bekerja,dan Araka juga Harun mengikuti Ibrahim.


"Tuh kan Brow dari jalanya aja persis banget kaya Gibran,".


"Iya seh tapi coba lo lihat aja penampilannya gak banget gitu,trus rambutnya juga gondrong gitu punya kumis lagi,Gibran kan paling anti".


"Iya juga seh,tapi tetep aku masih penasaran".


"Terserah kamu lah,oh ya kemaren kamu bilang ketemu Oliv?emang dimana?".


"Direstoran waktu itu kita ketemu orang itu".

__ADS_1


"Kasihan baget ya si Oliv dan Gibran padahal perjuangan mereka gak mudah dulu apa lagi Gibran buat dapatkan Oliv saja butuh waktu dua tahun".


"Makanya itu,,aku mau cari tahu dulu dia itu Gibran bukan?,kalau emang Gibran kita bisa nyatuin mereka lagi".


"Tapi bukanya waktu itu dia bilang sudah menikah ya?".


"Iya juga seh,,tau ah pikir belakang aja,stop stop tuh dia berhenti".


Arka dan Harun sangat terkejut melihat Ibrahim bekerja sebagai buruh bangunan,setahu mereka Gibran orang yang cerdas mana mau dia kerja kayak gitu.


"Masak dia kerja disini?".


"Iya ya,,berarti memang bukan Gibran brow".


"Tapi filing aku yakin dia Gibran brow,aku temenan dari kecil jadi hafal betul dengan dia"Ucap Arka sedih.


"Yah semoga Filing kamu benar,kita mau ngapain sekarang?".


"Terserah kamu aja lah?".


Mereka berdua akhirnya bertanya pada mandor tersebut,dan memang Ibrahim bekerja disitu dia juga sangat rajin juga gesit.Arka nampak kecewa berarti memang bukan Gibran karena Gibran tidak suka kerjaan sebagai pekerja bangunan.


Mereka pulang dengan kecewa,,tapi jika memang Gibran sudah meninggal kenapa jazadnya tidak pernah ditemukan sedangkan para penumpang laenya dapat ditemukan.


Oliv yang sedang bersama Romi telah selesai makan bersama,mereka akan pergi ke mall untuk belanja,awalnya Oliv menolak tetapi Romi berhasil membujuk Oliv.


"Sayang kamu belanja sesuka kamu,aku yang akan bayarin ya".


"Tapi Rom,malah ngrepotin kamu?".

__ADS_1


"Gak ada kata ngrepotin untuk calon istriku tercinta,sekarang kamu pilih ya,aku tinggal kesana sebentar kamu jangan kemana mana oke?".


"Iya,tapi kamu jangan lama lama".


"Iya sayang".


Oliv terpaksa memilih milih baju yang dia suka,dia terpana dengan dres berwarna tosca yang sangat indah,Oliv melihat dres tersebut dan dia berniat untuk membelinya tetapi saat akan dilepas ternyata ada tangan laen yang memegang dan Oliv nampak terkejut ternyata dia Ibrahim.


"Ini pilihan saya,maaf ya akan saya ambil?"


Oliv masih bengong antara kaget,dan shock.


"Halo,anda baek baek saja nona,saya ambil ya baju ini untuk istri saya".


"Gi Gibran?".


"Maaf saya Ibrahim bukan Gibran,kalau gitu permisi ya"Ibrahim lalu meninggalkan Oliv yang masih diam terpaku,setetes aer mata jatuh.


"Sayang kok bengong,kamu kenapa?".


"Rom tadi Gibran disini".


"Kamu ini bicara apa,mana ada Gibran Liv?".


Oliv tak menanggapi Romi dia berlari mencari orang tadi,tetapi hasilnya nihil,mungkin memang Oliv berhalusinasi.


"Liv kamu cari siapaa?".


"Maaf Rom,tadi aku kan mau beli dres tapi ternyata dres yang aku suka udah dibeli sama Orang"Oliv tak jujur jika oranng itu mirip dengan Gibran.

__ADS_1


"Kita bisa cari tempat laen yuk"Romi menggandeng Oliv pergi dari sana.


Ibrahim yang telah selesai membayar dres tadi langsung beranjak pulang tetapi di dalam angkot kepala dia terasa sakit jika mengingat wanita tadi alias Oliv.


__ADS_2