Kekasih Impianku

Kekasih Impianku
Kembali ke Jakarta


__ADS_3

"Bibi kemana Liv kok dari tadi gak kelihatan?"Tanya Gibran.


"Bibi dirumah tetangga diujung sana kak,lagi bantu-bantu masak akan ada acara khitanan gitu".


"Ohh emang acaranya seperti apa?".


"Disini kalau ada yang khitanan itu dirayain istilah jawanya (dimantu),akan banyak orang yang datang dan ngasih uang gitu kurang lebihnya seperri orang hajatan pengantin gitu"Jelas Oliv.


"Wah seru ya Liv kayaknya?".


"Ya gitu deh".


"Kak kamu makan duluan apa nanti?aku mau mandi dulu trus nyuapin nenek".


"Nanti saja bareng kamu Liv".


Oliv bergegas masuk kamar untuk mengambil handuk dan baju ganti dia akan mandi terlebih dahulu.


Setelah rapi Oliv kedapur lagi untuk mengambil makanan buat neneknya.


"Kamu gak mandi kak?".


"Ya bentar nanggung ne lagi maen game sama Harun".


"Keburu dingin kak,disini aernya dingin".


"Benarkah?".


"Ya kak,aku nyuapin nenek dulu ya".


"Nek makan malamnya siap,,aku suapin ya?".


"Ya nduk(nak) kaya anak kecil disuapin Liv,sini nenek bisa sendiri".


"Gak mau Oliv pengen nyuapin nenek kan besak Oliv dah balik Jakarta nek mau kuliah lagi".


"Ya-ya,aaaa"(Nenek terus minta disuapin).


Aku seneng sekali bisa memanjakan nenek,malam ini aku akan tidur bersama nenek,sebelum balik jakarta lagi.


"Kak ayo makan malam dulu?".


"Bibi belum pulang gak apa-apa kita tinggal".


"Haha gak apa-apa kak nunggu bibi besak pagi baru makan"Oliv tertawa.


"Memangnya gak pulang?".


"Gak kak namanya tetangga dekat jika ada yang hajatan kaya sekarang itu biasanya nginep pulangnya besak pagi,,Jelas Oliv.


"Oh,,ya wes ayo makan".


"Wuiihhh bisa bahasa jawa ne"Ledekku.

__ADS_1


"Hehe sedikit kan belajar dari kamu".


"Udah yuk makan keburu laper ne aku"Ajak Gibran.


Kami makan berdua dengan tenang,tidak ada pembicaraan sampai kami selesai makan,aku pamit tidur duluan aku akan mengobrol bersama nenek dulu.


Suara kokok ayam bersahutan menandakan hari sudah pagi,Oliv bergegas bangun untuk memasak membuat sarapan mungkin mereka akan berangkat ke Jakarta rada siangan.


"Nduk koe es tangi?"(Nak kamu sudah bangun)ternyata bibi sudah pulang.


"Loh bibi udah pulang lewat mana kan aku kunci semua".


"Bibi pulang semalam Gibran yang membukakan pintu kebetulan dia belum tidur".


"Ohh,,kok gak nginep bi?.


"Bibi sengaaja pamit Liv kan ada tamu masak ditinggal nak".


"Alah bibi kaya sama siapa saja".


"Orang-orang pada heboh bahas Gibran Liv,mereka berfikir kamu pulang bawa suami,ada-ada saja fikiran mereka".


"Haha udah seh bi biarin aja".


"Kamu mau bikin apa Liv?".


"Ini bi bikin capjay saja".


"Bibi istirhat dulu ya Liv capek".


Oliv melanjutkan kegiatan memasak setelah selesai Oliv melihat Gibran belum bangung jadi Oliv memutuskan untuk mandi dulu,selesai mandi berganti pakaian Oliv membangunkan Gibran.


"Kak bangun udah pagi".


"Eeemmmmm".


"Y elah susah banget seh dibangunin,Oliv menatap Gibran,,kalau dia tidur gini tambah cakep aja seh,,,aduh aku ini mikirin apa seh batin Oliv.


"Hayo lo ngapain lihati aku gitu banget".


"Astafirlah kakak,ngagetin aja,".


"Kamu yang pagi-pagi ngalamun,ngelamunin ap sseh,,aku ya"Gibran kedip-kedip mata.


"Iihhh gr banget seh kak,,ayo bangun udah siang ini kan kita mau balik kak".


"Ya-ya sebentar,masih ngantuk".


"Gak boleh ayo bangun kak".


"Gak mau bentar lima menit".


"Iihh kakak ayo bangun bangun!!"Oliv narik-narek tangan Gibran dan brruukk Oliv terjatuh tepat diatas tubuh Gibran mereka saling tatap beberapa saat samapi suara seseorang mengkagetkan mereka.

__ADS_1


"Ehm ehm".


"Esuk-esuk wes pacaran ae"(pagi-pagi udah pacaran saja).


"Eh gak nek siapa yang pacaran,ini tadi aku bagunin dia gak mau bangun-bangun nek malah narik tanganku".


"Pacaran ya ra po-po koe es gede Liv"(Pacaran gak apa-apa kamu juga sudah dewasa Liv).


"Gak nek,Oliv mau membahagiakan nenek dulu baru mikirin itu semua".


Pukul sembilan aku pamit nenek dan bibi aku berpelukan dan menangis begitupun nenek juga bibi,semoga secepatnya Oliv lulus dan bisa mencari uang untuk membahagiakan mereka.


"Hati-hati nak! jaga diri disana jaga kesahatan juga pergaaulan"Nasehat nenek.


"ya nek,nenek jangan sakit-sakit lagi yah,selalu jaga kesehatan,,kan nenek mau lihat aku nikah"mencairkan suasana.


"Ya nak,,hati-hati dijalan ya! kabrin jika sampai salam buat paman ya".


"Y bi,bibi kangen ya sama paman?".


"Isshhh wes tua Liv gak pantes kangen-kangenan".


"Hahaha bibi bisa aja".


"Bi kami pamit ya terimakasih sudah melayani saya dengan baek,kapan-kapan maen ke kota bi saya jemput"Tawar Gibran.


"Ya nak sama,hati-hati kalian ya!".


Kami berangkat kembali keJakarta,,rasanya baru tiba udah balik aja,,Oliv melamun memandang jalanan,Gibran yang melihat Oliv sedih berusah memikirkan cara agar Oliv tidak sedih lagi.


"Liv kamu gak mabuk kan?".


"Hah,kamu apa-apan seh yaa enggaklah".


"Lah dari tadi diam saja menghadap jendela. kirain mau mabuk gitu".


Aku melotot ke arah Gibran dan dia malah tertawa,,akupun ikut tersenyum melihat kekonyolan dia,,Perjalanan kami lancar tidak ada halangan apapun sampai dijakarta pukul lima sore,aku langsung diantar kerumah paman.


"Kak masuk dulu yuk,kakak pasti capek".


"Laen kali saja Liv,ada acara sama Arka dan Harun habis magrib nanti".


"Oh baiklah,terima kasih sekali lagi kak".


"Iya Liv,gak ada kata-_kata laen apa selaen terima kasih misalkan aku cinta kamu gitu".


""Huuuuu itu mah maunya kakak".


"Hehe ya udah aku pulang ya,,tanpa aba-aba Gibran mencium pipiku".


Cup,,,


Gibran meninggalkan Oliv yang masih diam mematung setelah dicium pipi sama Gibran.

__ADS_1


"Gibraaannn awas ya kamu!"Aku menggerutu.


Oliv memasuki rumah dengan senyum-senyum sendiri sambil memegang pipi yang habis dicium Gibran.


__ADS_2