Kekasih Impianku

Kekasih Impianku
Membaek


__ADS_3

Oliv dibawa masuk kedalam ruang perawatan dokter segera menemui dan memeriksa Oliv,,sekitar setengah jam dokter nemeriksa Oliv yang ternyata mengalami pendarahan akibat stres untungnya bayi dalam kandunganya tidak apa apa.


"Dok bagaimana keadaan cucu saya?"Tanya nenek yang menghampiri dokter keluar dari ruang perawatan Oliv.


"Alhamdulilah nek,cucu dan calon cicit nenek baek baek saja,Bu Oliv kelelahan dan banyak fikiran saya harap keluarga bisa mendampingi bu Oliv selama keadaanya belum pulih!"dokter menjelaskan kepada keluarga Oliv.


""Baek dok saya akan menjaga dan mendampingi Oliv"Jawab bi Sarti(nama bibi Oliv).


"Silahkan jika anda mau menjenguk bu Oliv,saya permisi dulu,jangan lupa nanti vitaminya diberikan ya bu".


"Iya dok terimakasih".


Dokter pergi meninggalkan ruangan perawatan Oliv,didalam sudah ada mama dan papanya Romi yang sedari tadi sudah menunggu menantu tersayangnya.


"Loh kalian disini ternyata?"Nenek mendekat ke besan mereka.


"Iya nek,tadi Oliv pingsan mendengar kabar tentang anak kami,maafkaan saya ya nek sudah membuat Oliv seperti ini".


"Enggak apa apa bu namanya juga musibah,,kita doakan sama sama semoga anak anak kita cepat pulih dan sehat seperti sedia kala"Jelas bi Sarti.


Keluarga Oliv sudah datang papa dan mama Romi pamit untuk menemui dan melihat keadaan anak mereka.Tiba diruangan Romi mama Retno menangis dan jatuh pingsan melihat keadaan anak semaata wayangnya dipenuhi alat alat ditubuhnya,pak Beno akhirnya membawa istrinya pulang saja karena kawatir jika darah tingginya kumat lagi.


Sedangkan Gibran dia masih setia menemani Bela,anak mereka diasuh oleh tetangga rumah Bela bersama abah.Bela kondisinya semakin buruk karena penyaakit yang dideritanya sebenarnya Bela sudah mengetahui tentang penyakit dia semenjak habis melahirkan dulu karena dokter waktu itu sudah menyarankan untuk operasi rahim tetapi Bela menolaknya dia meminta untuk berobat jalan saja tanpa memberitahu Ibrahim.


"Kang aku kangen Azzam(nama anak Bela dan Ibrahim)"kata Bela dengan bulir bening menetes dipipinya.

__ADS_1


"Iya sayang kita akan segera bertemu Azzam ya,kamu cepet sehat dan pulih lalu kita pulang bertemu anak kita Bel"Jawab Ibrahim sambil menghapus aer mata Bela.


"Aku mau pulang saja kang,aku sudah mendingan,ayo kang"Rengek Bela dengan menggoyang goyangkan taangan Ibrahim.


"Iya Bel,tapi tunggu kamu sembuh dulu ya baru kita pulang".Jawab Ibrahim tetapi Bela tetap kekeh minta pulang dan mau gak mau Ibrahim meminta ijin dokter untuk berobat jalan terlebih dahulu.


Setelah mendapat ijin dari dokter Bela pun bisa pulang kerumah tetapi tidak lupa dia juga menjenguk Romi di ruang sebelah.


"Bela kamu sudah sehat?"Tanya Oliv lalu menghampiri Bela yang sedang berdiri didepan pintu.


"I iya mbak sudah,ini aku mau pulang sudah kangen sama Azzam mbak,mbak maafkan saya"Bela tiba tiba memeluk Oliv sambil menangis.


"Maaf untuk apa Bel?"Oliv terkejut dengan pelukan Bela.


"Karena mau menyelamatkan aku mas Romi jadi seperti ini dan gara gara aku juga tunangan mbak Oliv malah menjadi suamiku,maafin aaku mbak sudah jahat sama kamu"Bela semakin terisak Gibran yang berada disitu juga menenteskan aer maata,secara tidak langsung dia telah menyakiti dua wanita sekaligus.


"Mbak hatimu sungguh baek,,pasti kalian akan selalu bahagia jaga juga calon debaynya ya mbak"Bela melepaskan pelukanya dan mengelus bayi dalam perut Oliv.


"Aamiin Iya Bel terimaa kasih,sudah jangan sedih lagi ya,lekaslah pulang pasti si kecil sudah merindukan ibunya".


"Iya mbak terima kasih ya mbak,saya permisi semoga mas Romi cepat sadar".Bela pamit pulang diikuti Ibrahim dibelakangnya dia rasanya enggan meninggalkaan Oliv disana tetapi dia sudah memilih dan memutuskan untuk bersama Bela.


Sampai dirumah Bela dan Ibrahim sudah disambut abah dan juga anaknya,untungnya Azzam anak yang penurut tidak rewelan setiap habis diberi susu dia langsung pules tidur.Bela langsung menggendong anak laki lakinya, dia sangat merindukan Azzam.


...****************...

__ADS_1


Sudah dua minggu Romi dirawat dirumah sakit kondisinya juga semakin membaek,selama itu pula Oliv tak pernah meninggalkan Romi,dia tidak mau bolak balik pulang kerumah dia memilih istirahat dan apa apa dirumah sakit.Asisten Romi pak Diki yang selalu mengantar makanan dan juga baju baju untuk Oliv atas perintah bu Retno mertuanya Oliv.


"Mas alhamdulilah kamu bisa secepatnya bisa pulang"Kata Oliv sambil bersender di dada bidang Romi".


"Iya sayang,kenapa kamu sudah kangen ya mw ehm ehem sama aku"Goda Romi dan mendapat cubitan dari Oliv.


"Aduh duh sakit yang,,jangan kenceng kenceng nyubitnya?"Romi pura pura kesakitan dan Oliv auto panik dong.


"Ya Ampun sayang maafin aku ya?dimana yang sakit yang"Oliv panik dan merasa bersalah,Romi yang melihat ekpresi Oliv tertawa terpingkal pingkal.


"Ihhh mas kok ketawa seh?"


"Habisnya kamu itu lucu yang,,aku enggak apa apa sayang ekpresi kamu berlebihan tauk"Romi mencubit hidung Oliv.


"Mas Romii isshh nyebelin deh!aku kawatir tauk aku kira sakit beneran".Kembali mencubit perut Romi dan Romipun langsung mencium bibir Oliv.


Sesaat mereka larut dalam ciuman bibir sampai suara ketukan pintu menghentikan aktifitas mereka.


"Ihh mas,,emm aku itu mau buka pintu dulu ya?"Oliv menjadi malu dan kikuk sendiri karena sudah lama mereka tidak berciuman.


"Kalian sedang ngapain seh buka pintu lama amat"Goda mama Retno.


"Enggak ngapa ngapain ma,tadi Oliv di kamar mandi"Jawab Oliv gugup.


"Rom kamu belum sehat bener,jaangan maen nyosor aja kasihan itu bibir Oliv sampe merah"Jawab pak Beno sambil tertawa dan Oliv semakin menunduk karena malu.

__ADS_1


"Isshh papa sama mama ganggu aja,sudah jangan ledekin Oliv kasihan itu dia malu" jawab Romi dan semakin membuat kedua orangtuanya tertawa.


Siang itu diruangan Romi dihiasi canda tawa keluarga mereka,Romi sudah meminta pulang tetapi masih harus menunggu hasil tes dokter besak siang lagi dan mau enggak mau Romipun menurut.Usia kandungan Oliv sudah menginjak empat bulan setelah Romi pulang dari rumah sakit rencananya akan diadakan syukuran empat bulanan dirumah Oliv atas perintah neneknya Oliv.


__ADS_2