Kekasih Impianku

Kekasih Impianku
Siuman


__ADS_3

Sudah seminggu nenek Oliv dirawat dirumah sakit,,tetapi belum ada perubahan masih tetap sama setiap pulang kerja Oliv selalu menunggu neneknya,Romi yang melihat Oliv sangat sedih Oliv menjadi kurus dan tak bersemangat seperti biasa.


"Liv apa gak sebaeknya kamu istirahat dirumah saja,,kamu sepertinya kurang sehat Liv"Saran bibi.


"Gak bi aku gak apa apa ko bibi tenang saja,oh ya bi paman kapan pulang?"


"Mungkin nanti malam Liv,kenapa apa kamu butuh sesuatu"?.


"Gak bi,,bibi gak makan?"


"Kamu saja belum makan ko,malah bertanya sama bibi,,kamu sana makan duluan biar bibi yang jaga nenek ya".


"Tapi bi"


"Sudah sana kalau kamu sakit siapa yang akan jaga nenek coba".


"Baiklah".


Oliv akhirnya meninggalkan ruangan neneknya dan menuju kantin,saat diperjalanan dia bertemu Romi.


"Oliv tunggu kamu mau kemana?"


"Eh kamu Rom,,ini aku mau cari makan,,".


"Kebetulan aku membawa makanan kita makan sama sama di dalam ya".


"Makasih Rom,ayok balik keruangan nenek"


Mereka berjalan beriringan menuju ruangan lagi,sampai disana bibinya bertanya kenapa balik lagi.


"Loh kok balik lagi!"


"Ini bi Romi sudah membawa makanan kita makan sama sama ya?"


"Repot repot segala nak Romi,,makasih ya?"


"Ya sama sama bi,mari kita makan".


Merekaa akhirnya makan bersama diruangan tersebut,,selesai makan mereka lalu mengobrol Oliv yang sedang tertidur tak tahu jika neneknya menggerakan tangan nya Romi yang menyadarinya lalu mendekat.


"Bi sepertinya nenek mulai sadar lihatlah tanganya bergerak".


"Benarkah nak"


"Y Allah iya benar,,Liv bangun sayang lihatlah nenek kamu mulai siuman"Bibi menggoyang goyangkan badan Oliv.

__ADS_1


"Eemm apa bi"Oliv membuka mata dan terkejut melihat neneknya telah membuka mata.


"Nenek,,nenek sudah siuman"


"Oliv panggil nenek lirih"


"Iya nek ini Oliv,,nenek mau apa?aku seneng nenek sudah sadar kembali sebentar ya nek aku panggil dokter dulu.


"Biar aku saja Liv,"Romi lalu berjalan keluar untuk memanggil dokter.


""Nenek mau minum?"


Nenek hanya mengangguk Oliv berdiri untuk mengambil minum,setelah selesai dokterpun datang dan memeriksa keadaan nenek.


"Bagaimana kondisinya nenek dok?"Tanya Oliv kawatir.


"Alhamdulilah pasien sudah mulai stabil,,dijaga makanannya dan nanti saya kasih resep tolong diaambil di apotik"


"Baek dok terima kasih"


"Sama sama,kalau begitu saya permisi ya mari"Dokter itupun pergi meninggalkan kami.


"Alhamdulilah nek,nenek sudah stabil lagi jangan sakit sakit lagi nek Oliv kan sedih?"


"Iya,,kui sopo nduk po pacarmu(itu siapa nak apa pacar kamu)Tanya nenek.


"I iya nek dia pacar saya Romi namanya"


Romi terkejut dengan pernyataaanku dia sempat terpaku sampai aku menyenggolnya.


"Hae nek saya Romi te,maksud saya pacar nya Oliv"Hampir saja Romi keceplosan bilang teman jantung Oliv sudah hampir coppt rasanya.


" Syukurlah lah nak jika kamu sudah memiliki pacar,nenek jadi tenang".Melihat nenek bahagia rasanya gak tega membohonginya,,apa Romi mau ya sama aku,adduuhh apaan seh Liv,,dia kan hanya anggap Oliv teman.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ditempat laen Gibran alias Ibrahim telah sampai rumah sakit dimana nenek Oliv dirawat.Abah lalu dimasukkan ICU Bela sangat sedih sehingga Ibrahim memeluk dan menenangkanya tepat saat itu Oliv lewat samping mereka tapi Oliv belum sadar jika itu Gibran.


"Sudah dong Bel jangan sedih lagi abah pasti sembuh ko".


"Aku takut kehilangan abah kang,,didunia ini aku hanya punya abah".


"Masih ada aku Bel aku akan menemani kamu kok".


"Tapi jika ingatan kamu kembali pasti kamu ninggalin aku kan".

__ADS_1


"Sudah setahun lebih tetapi aku gak ingat apa apa,aku gak akan ninggalin kamu jika ingatanku kembali dan aku bertemu keluargaku aku skan membawa kamu juga abah".


"Benarkah kang?".


"Iya,sudah jangan nangis lagi ya,kita tunggu dokter keluar".


Belapun tertidurr dipangkuan Ibrahim,dia pun membiarkan Bela tidur dipangkuanya.Sekitar sepuluh menit dokter keluar dan menyampaikan jika abah harus dirawat dirumah sakit karena ternyata abah terkena serangan jantung.


Mereka juga setuju untuk menunggu abah dirumah sakit.Tetapi Gibran alias Ibrahim memiliki ide dia akan mencari rumah kontrakan sekitar rumah sakit kan gak mungkin mereka stay duapuluh empat jam disana.


"Bel kamu tunggu disini ya aku akan bertanya pada satpam unttuk mencari rumah kontrakan didekat sini"


"Untuk apa kang?"


"Ya untuk tinggal disini sementara kan gak mungkin kita disini berdua kamu juga butuh istirhat ditempat yang nyaman nanti kita gantian jagain abah".


"Terserah akang saja,Bela ikut,makasih ya kang?".


"Akang yang seharusnya makasih karena beerkat kalian akang masih hidup didunia ini".


"Y sudah kamu tunggu sini nanti sekalian aku carikan ya".


"Ya kang jaangan lama lama ya".


"Iya"Ibrahim meninggalkan Bela menuju keluar.


Bela yang belum paham tentang rumah sakit dikota mengalami kesulitan saat akan masuk kedalam ruangan ICU.


"Aduh ini gimana seh bukanya aku kan gak ngerti"Gumam Bela.


Bela sibuk mengotak atik pintuk ICU saat itu kebetulan Oliv lewat dan kasihan melihat Bela lalu menghampiri Bela.


"Maaf mbak,mbaknya sedang apa ya,apa butuh bantuan"Tanya Oliv


"Eh I iya mbak,anu ini saya mau masuk ICU tetapi kok gak bisa buka pintu ya abah saya sedang dirawat didalam".


"Owhh begitu,,masuknya gak dari sini mbak,mbaknya ambil baju dulu disana nanti kalau sudah mbak tinggal pencet ini nanti kebuka,harus ganti baaju ya mbak agar steril"Penjelasan Oliv.


"Oh gitu ya mbak,makasih ya mbak sudah nolong saya,saya akan ganti baju dulu mbak"


"Iya sama sama,saya permisi ya kalau kamu butuh bantuan bisa panggil saya diruangan paling ujung ya,nenek saya juga dirawat disini".


"Baik mbak baik,saya senang ada yang mau membantu saya,oh ya saya Bela mbak"


"Aku Oliv,,menyambut uluran tangan Bela".

__ADS_1


Ibrahim kembali dari luar dan mencari keberadaan Bela,Oliv sudah pergi hanya terlihat dari belakang,tiba tiba Ibrahim seperti memgingat siapa orang itu tetapi belum ingat.


__ADS_2