
Tak terasa kandungan Oliv sudah menginjak lima bulan,,dia hari ini ada jadwal kontrol dengan dokter kandungan dia akan melakukan USG untuk mengetahui jenis kelamin bayinya.
"Sayang kamu udah siap belum,,aku tunggu diluar ya"Romi berbicara didepan pintu kamarnya dia gak bisa masuk karena pintu dikunci sama Oliv,.
"Iya mas,sebentar kamu tunggu diluar aja"Oliv menyahut.
Sekitar lima belas menit Oliv baru keluar kamar,sedangkan Romi yang akan menyusul Oliv berpapasan di depan pintu.
"Kok lama banget seh,kenapa?"Romi mengelus kepala istrinya dia nampak cemberut.
"Milih bajuu,,tapi gak ada yang muat,,aku gendut ya mas,,pasti aku jelek,hiks hiks"Oliv tiba tiba menangis Romi menjadi kebingungan dengan tingkah istri
nya semenjak hamil ada saja drama dalam rumah tangga mereka.
"Kok nangis seh,,kamu tetap cantik sayang apapun yang kamu pakai asal sopan,,ini kamu udah cantik,apa yang salah hem"Romi dengan sabar menghadapi bumil tersebut.
"Tapi aku kelihata gendut mas,,,pasti kamu malu nanti jalan sama aku".
"Sayang dengar ya,apapun keadaan kamu aku gak akan pernah malu jalan sama istriku ini karena kamu sedang mengandung anak kita,,udah ya jangan nangis dan cemberut lagi,kita berangkat sekarang kasihan Dokter Emi kelamaan menunggu"Romi menggandeng istrinya yang masih dalam mode manja juga ngambeg.
Mereka akhirnya berangkat kerumah sakit,nenek dan bibinya yang melihat kelakuan Oliv hanya geleng geleng kepala,persis seperti almarhum ibunya Oliv saat mengandung Oliv,,nenek meneteskan aer mata,mengingat anak dan menantunya yang sudah tiada.
"Kamu persis seperti almarhum ibumu nak,,"Gumam neneknya yang masih didengar oleh bibi.
"Es to mbak nek lagi hamil ya kesempatan manja manja sama suami to".
"Halah kamu ini,Es aku arep neng kamar,,(Sudah aku mau ke kamar)"Nenek berlalu ke kamar dengan menghapus aer mataanya yang terus menetes.
Sampai dirumah sakit mereka harus menunggu karena masih ada beberapa ibu hamil yang mengantri,,Oliv duduk di tempat tunggu bersama Romi,selang beberapa saat mereka melihat Ibrahim dan Bela sepertinya mereka juga akan melakukan cek kandungan,terlihat kandungan Bela sudah sangat besar mungkin sudah waktunya melahirkan juga.
"Loh mbak Oliv,,kalian juga ceek kandungan ya?Bela bertanya dan langsung menghampiri Oliv dengan Romi.
"Hae Bel,,iya neh aku mau USG,waahh kandungan kamu udah besar banget Bel"Oliv menatap ke arah perut Bela.
"Hehe ya mbak aku dah mau lahiran tinggal menghitung hari ne,,makanya aku sering cek mbak,udah susah tidur sekarang"
__ADS_1
"Heemm pasti seneng ya kalian sebentar lagi bertemu dengan debaynya"Sambung Romi lalu menepuk pundak Ibrahim yang sedari tadi bengong saja.
"Eh iya mas,maaf"Ibrahim salah tingkah sedari tadi dia memperhatikan Oliv.
"Kamu kenapa Im,?"Tanya Romi
"Gak apa apa mas,,hanya kepikiran abah yang kondisinya semakin buruk apa lagi sebentar lagi Bela melahirkan"Bohong Romi,tetapi memang kondisi abahnya sedang tidak baek baek saja.
"Ya Allah kasihan banget kamu Bel,udah hamil besar masih mengurusi abah kamu"Oliv merasa kasihan pada Bela.
"Udah kewajiban aku sekarang merawat abah mbak,,aku senang menjalaninya"Jawab Bela tertunduk sedih.
"Yang sabar ya Bel"Oliv mengelus elus punggung Bela,,lalu Oliv mendapat panggilan jika dia saatnya diperiksa lalu Oliv mengajak Romi masuk keedalam ruangan dokter,Romi memperlakukan istrinya dengan mesra,semua itu tak lepas dari pandangan Ibrahim.
"Nona Olivia Anjani Putri,silahkan masuk"Seorang suster memangil Oliv.
"Ya sus,,"Mereka masuk kedalam ruangan dokter,dokter yang melihat Oliv masuk lalu mempersilahkan Oliv untuk berbaring di tempat tidur dan dokter memerintahkan Oliv membuka sedikit bajunya karena perut Oliv akan diolesi Gel.Dokter mulai menggerakkan alat USGnya terdengar detak jantung si bayi Oliv begitu antusias mendengar keterangan dokter.
"Dok bagaimana keadaan janin saya"Tanya Oliv tak sabar.
"Alhamdulilah bayinya sehat bu,,dia sangat aktif,,ne lihat gerakannya sangat lincah"Dokter memperlihatakan pada Romi dan Oliv.
"Hus kamu apa apaan seh mas,itu kan masih didalam peruutt"Oliv mencubit paha Romi.
"Aduhhh aduh sakit sayang kok kamu cubit aku seh,coba aja lihat bentuk anak kita masak kayak begitu orang aku ganteng kamu juga cantik"Romi masih ngeyel sedangkan dokter hanya tertawa melihat protes dari pasienya.
"Hehe gak apa apa bu,begini pak Romi ini kan masih didalan perut jika nanti lahir pasti bayi bapak ganteng dan cantik kok"Dokter memberikan penjelasan pada Romi.
"Dok maafkan suami saya ya,dasar dia memang sableng dok,kesal Oliv lalu membetulkan bajunya kembali dan duduk dihadapan dokter Emi".
" Enggak apa apa bu,sudah biasa saya menghadapi para calon bapak yang seperti bapak Romi Ini"Sedangkan Romi hanya cengar cengir sambil garuk garuk kepala.
"Terima kasih dok,oh ya jenis kelaminnya apa ya dok"Tanya Oliv penasaran.
"Tadi belum terlihat bu,mungkin jika kandungan ibu sudah menginjak 7bulan bisa kelihatan jenis kelaminya apa?oh ya ibu ini ada beberapa vitamin dan penambah darah tolong diminum ya bu,dan selalu jaga kesahatn ibu jangan capek capek dan juga fikiran harus tenang bu".
__ADS_1
"Baek dok terima kasih,kalau begitu kami permisi ya dok"Oliv berpamitan dengan dokter Emi dan menerima vitamin yang diberikan dokter Emi.
Sampai diluar mereka berpapassan dengan pasangan Ibrahim dan Bela,,karena memang jatahnya mereka cek,,Oliv mempersilahkan dan mereka lanjut akan pulang,,didepan rumah sakit Oliv melihat ada abang abang penjual es tebu tiba tiba Oliv sangat ingin meminum es tebu tersebut.
"Mass lihat itu"Oliv menunjuk es tebu diseberang jalan.
"Kamu pengen es tebu"Tanya Romi melihat arah yang ditunjuk Istrinya.
"Iya,beliin ya mas,,"
"Ya sudah kalau gitu kamu duduk disana aku akan belikan ya,jangan kemana mana ok"
"Iya mas,,sana cepetan".Romi hanya geleng geleng kepala melihat ketidaksabaran Oliv.
Oliv berbalik akan duduk tiba tiba dia menabarak seseorang yang ternyata Ibrahim"Auuuhh sakit,,Oliv meringis menahan sakit pada tanganya".
"Ya Allah kamu gak apa apa maafkan saya,saya buru buru tadi"Ibrahim merasa bersalah dia berniat menolong Oliv dengan mengulurkan tanganya.
""Laen kali hati hati dong mas,,,,aku lagi ha,,,"Belum sempat Oliv selesai berbicara dia terkejut melihat cincin yang dipakai orang tersebut posisi Oliv masih menunduk,perlahan Oliv melihat siapa pemilik cincin tersebut dan betapa terkejutnya dia.
"Kamu,,,,Sesaat Oliv bengong"Ibrahim membantu Oliv berdiri dan membawa dia ke dalam kursi didepannyaa.
"Mari mbak,maafkan saya mbak tidak hati hati kamu tidak apa apa kan?".
"I iya saya tidak apa apa,,".
"Sekali lagi maafkan saya mbak saya buru buru,permisi mbak saya mau mengambil barang saya yang tertinggal"Ibrahim langsung berlalu dari hadapan Oliv sedangkan Oliv masih bengong ntah apa yang dia fikirkan sampai Romi yang datang mengagetkan dia.
"Sayang kenapa kamu melamun?".
"Apa mas,kenapa"
"Ada apa sayang kok melamun seh".
""Enggak apa apa mas,,eemm mana es tebunya"Oliv sebisa mungkin bersikap biasa agar Romi tak curiga.
__ADS_1
Romi mnyerahkan Es tebu yang tadi dia beli,dan mengajak Oliv pulang,,,sedangkan Ibrahim yang terburu buru akan mengambil alat alat Bela melahirkan mengalami kecelakaan,dia tersrempet mobil,dan kepalanya membentur aspal sebelum Ibrahim pingsan dia mengingat dirinya dan Oliv bayangan dia berpacaran dengan Oliv kebersamaan dia dengan Oliv dan saat bertunangan dengan Olivpun dia ingat sebelum menutup maata dia menyebut nama Oliv.
Ibrahim dilarikan kerumah sakit yang sama dengan Bela oleh orang yang menabrak tadi untungnya yang menyrempet Ibrahim mau bertanggung jawab.