
Sekitar satu jam rombongan keluarga Oliv telah sampai di rumah mewah Gibran,semua orang terkejut terutama Oliv dia sangat malu dan tidak pantas bersanding dengan Gibran yang notabenyaa anak orang kaya.
"Mereka semua turun dari mobil dan memandang takjub rumah Gibran".
"La iki wes kaya istana wae Ndre omahmu"(la ini sudah kaya istana Ndre rumahmu,,)Kagum paman.'
"Halah Ris jangan membesar besarkan begitu ini rumah biasa lihat itu disamping kanan kiri lebih mewah"Canda pak Andre.
""Opo pantes le aku besanan karo koe aku gur wong mlarat(apa pantes nak aku besanan sama kamu aku cuma orang miskin"Gumam nenek Oliv.
"Nek semua ini hanya titipan sementara dari yang diatas,kita itu semua sama dimata Allah,ayo masuk jangan ngobrol diluar terus"Ajak mama Gibran.
Malam itu kami makan bersama dengan tenang,kami dilayani bak seorang ratu,,disuguhi berbagai jenis makanan dan minuman.Selesai makan bersama kami ngobrol diruang tamu,,Gibran akan menyampaikan sesuatu lagi,ntah apa yang drencaanakann Gibran untuk Oliv.
"Nenek,Paman,dan Bibi disini saya akan memberitahukan kepada kalian kalau saya benar-benar mencintai Oliv,saya tidak maen-maen,,saya akan menunggu Oliv sampai dia lulus dan bekerja,tetaapi disini saya akan memperjelas hubungan kami".
"Kak maksud kamu apa seh aku belum siap menikaah"Bisikku.
"Udah kamu diem aja aku gak akan ngajak nikah sekarang".
"Kalian kok malah bisik-bisik,lanjutin Bran"Tegur mama Gibran.
"Ya ma,ini Oliv ne buru-buru minta nikah,,hahahaah".
"Aku memelototi Gibran".
"Tu kan ma lihat itu Oliv malah melotot".
"Gak tante Gibran mah suka ngada-ngada,emang nyebelin,,Oliv memukul lengan Gibran"para orang tua hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka.
"Begini Ris,nek,,,Gibran akan mengajak Oliv bertunangan agar jelas hubungan mereka,Gibran takut Oliv akan dibawa orang makanya minta staatus yang lebih jelas".
__ADS_1
"Maaf pak sebelumnya,apa bapak sama ibu tidak keberatan dengan saya,saya hanya gadis kampung miskin dan tidak pintar,apa kelak saya tidak akan mempermalukan keluarga kalian".
"Kamu bicara apa nak,kami ini juga sama beraasal dari kampung,dulu kami juga miskin suka dicaci dihiina tapi dari itu semua malah menjadi acuan kita untuk semangat mencari rezeki dan sampai sekarang kami memiliki segalanya,kami tidak memandang orang dari materi nak,,harta bisa dicari. Sayang jangan minder ya turuti apa kata hati kamu jangan sampai menyesal dkemudian hari"Nasehat mama Gibran.
"Tu kan Liv orang tuaku setuju,,kamu gimana mau bertunangan sama aku kan,,setelah ini aku akann mencari kerja sendiri Liv aku akan belajar mandiri tanpa mengaandalkan uang papa".
"Baiklah kak aku mau bertunangan dulu,,,,"Semua orang memgucap syukur aku lalu memeluk nenek dan bibi.
"Untuk hari dan tempatnnya menyusul saja ya yang jelas sekarang kedua belah pihak setuju sama keputusan ini gak ada paksaan sama sekali"Jelas pak Andre.
"Ya Ndre kami menurut saja,terima kasih sudah menerima kelurgaku Ndre"Jawab paman.
"Sama-sama Ris"Pak Andre merangkul paman Oliv.
Malam ini keluarga Oliv akan menginaap dirumah Gibran,,karena jika pulang kekontrakan gak akan muat.
Aku duduk termenung diluar memandang bintang di langit,,tiba-tiba ada yang menutup mataku siapa lagi kalau bukan Gibran.
"Kamu saja belum kok,ngapain malaam-malam gini diluar kan dingin?"Tanya Gibran.
"Aku lagi memandang bintang kak,indah banget malam ini,,kak boleh aku tanya?".
"Ya silahkan sayang".
"Kakak,,,,"(Oliv tersipu malu).
"Apa kakak udah benar-benar memikirkan soal pertunangan kita,,apa kakak yakin dengan pilihan kakak,,kaakak benar-benar mencintai aku?.
"Aku gak salah pilih Liv,,aku yaakin dengan pilihan aku,,aku benar-benar mencintai kamu,,"Gibran menaatap Oliv lama kelamaan mereka saling mendekatkan wajah,,Gibran lalu menarik dagu Oliv dan mencium serta ******* bibir Oliv,,begitupun sebaliknya mereka saling berciuman mesra untuk psetama kalinnya.
"Uhuk uhuk,,,kakak gila apa mau bikin aku mati kehabisan nafas!"Terengah-engah setelah berciuman
__ADS_1
"Hehe maaf sayang,habis bibirmu manis".
"Kakak malu tauk"Muka Oliv seperti kepiting rebus.
"Kenapa malu kalau kita udah nikah lebih dari ini lo"Goda Gibran.
"Iihhh kamu mah nikah melulu fikiranya,cari kerjaan dulu trus nabung baru nikah"Tegas Oliv.
"Baek tuan putri"Mencubit hidung Oliv.
"kakak,,,,,,,,,rencana kamu apa kak setelah ini?"
"Mungkin aku akan belajar bisnis sama papa dulu Liv,,baru setelah bisa aku kerja,,aku harus meneruskan perusahaan papa".
"Apapun itu aku dukung kamu kak"Aku menatap Gibran.
"Kenapa natap aku gitu".
"Makasih ya kak sudah mau menerima aku apa adanya,,menunggu aku selama dua tahun dan membuktikan keseriusan kakak".
"Gak perlu berterima kasih,aku akan terus berjuang mendapatkan kamu,seperti janjiku dulu karena hati ini sudah terpaut nama kamu".
"Aku juga mencintai kamu kak,,plyaboy insaf"Ledekku.
"Heemmm berani ya sekarang ngatai aku plaboy,,"Menggelitik Oliv.
"Hahahahaa kakak ampun geli kak,udah,,,,kan emang iya dulu kakak plaboy".
"Ya kan dulu semenjak kenal kamu kakak gak gonta ganti cewek kan?".
"Udah yuk masuk gak bagus angin malam buat kesehatan,,"Gibran menggandeng tanganku untuk masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Malam itu terasa seperti mimpi bagi Oliv,,bisa dicintai orang sebaek dan setampan Gibran,,Oliv berjanji pada diriny sendiri akan selalu mencintai Gibran saat senang maupun susah.