
Oliv yang bersama Romi saat itu tiba tiba menyenggol gelas dan pecah,perasaanya tiba tiba terasa nyeri.
"Astafirlaah!!kenapa tiba tiba perasanku gak enak ya,,"Oliv memegangi dadanya,dia masih merasakan saat Gibran mengikat janji dengan wanita laen,sungguh perasaan yang kuat.
"Sayang kamu kenapa?"Romi menghampiri Oliv yang bengong di dapur.
"Eh kamu Rom,,gak apa apa ini aku mencahin gelas".
"Kok bisa seh sayang,,udah biarin sini biar aku yang bersihin"Romi malah mendorongku menjauh dan dia mengambil sapu dan pel untuk membersihkan pecahan gelas tersebut.
"Biar aku aja Rom,gak apa apa ko".
"Udah kamu duduk dan biar aku yang bersihin".Romi akhirnya menyapu bekas pecahan gelas tersebut aku tersenyum memandangnya aku bersyukur mendapatkan Romi.
"Kenapa kamu senyum senyum,heemm?".
"Gak apa apa,aku merasa beruntung bisa menjadi calon istri kamu".
__ADS_1
"Benarkah,,aku yang beruntung bisa dapetin kamu".
Mereka berdua akhirnya berpelukan sampai deheman neneknya Oliv menyadarkan mereka.
Ehm ehm"belum resmi nak sabar dulu tinggal sebulan lagi"Goda nenek.
"Ahh nenek apaan seh,,"Oliv malu malu dan menghampiri neneknya dan memeluknya.
"Apa kalian bahagia nak?".
"Tentu nek,kami sangat bahagia,gak sabar menunggu bulan depan"Jawab Romi.
Oliv membuka buka ponsel,lama dia tidak membuka akun pribadinya dia mulai berselancar didunia maya,,tiba tiba dia menemukan akun Gibran dia perlahan menggeser tombol buka,dia menarik nafas dalam dan menghembuskan perlahan,foto pertama yang muncul adalah foto Gibran saat pertama masuk kampus Oliv memandang foto tersebut dan menitikkan aer mata.
"Gibran,,gimana kabar kamu sekarang,aku kangen sama kamu,,maafkan aku ya Bran aku akan menikah dengan sahabat kamu Romi,,restui aku ya Bran,semoga kamu disana juga bahagia,aku gak bisa terus terusan menunggu kamu,ntah kamu sekarang dimana,masih hidup atau sudah meninggal,aku harus melanjutkan hidupku Bran,tetapi jujur cinta ini masih besar untukmu".
Oliv tak sanggup lagi melihat foto itu,dia lalu menutup ponselnya dan menuju kamar mandi untuk mencuci muka.Setelah itu dia masuk kamar lagi dan merebahkan tubuhnya dikasur ternyata hari sudah malam,Oliv memejamkan mata agar bisa tidur karena besak pagi dia harus mengantar paman dan bibinya ke kampung.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dirumah sakit Ibrahim alias Gibran terbangun dari tidurnya dia merasakan seperti ada yang memanggil dirinya tetapi dia tidak tahu siapa,ada bayangan seorang wanita dalam mimpi itu tetapi tidak terlihat jelas.Ntah perasaan apa yang Ibrahim rasakan ada rasa nyeri dihatinya.
"Kang,kenapa akang bangun?apa butuh sesuatu".Bela menghampiri Ibrahim yang sudah resmi menjadi suaminya tadi pagi.
"Gak Bel,akang cuma mimpi buruk aja,elak Ibrahim".
"Kalau akang capek akang pulang saja,biar Bela yang jagain abah".
"Akang gak apa apa Bel,maafin akang ya".
"Maaf untuk apa kang"
"Akang belum bisa membahagiakan kamu".
"Gak apa apaa kang,Bela sudah bahagia ko".
__ADS_1
Memang setelah menikah mereka belum bersama,alias malam pertama karena mereka masih menunggu abah karena kondisinya yang tadi sempat drop.Ibrahim merasa bersalah pada Bela karena tidak melaksanakan kewajibanya.
Malam itu mereka tidur bersama dirumah sakit dengan Bela tidur dipangkuan Ibrahim.