
Malam telah tiba,,keluarga Romi benar benar datang untuk melamar Oliv,,dan Olivpun setuju karena dia sudah memutuskan untuk menikah dengan Romi,karena menurut Oliv hanya Romi yang bisa membuatnya nyaman.
"Alhamdulilah ya pak,akhirnya anak anak kita akan menikah juga,sudah lama sekali Romi suka sama anak bapak,tetapi tidak berani mengungkapkan perasaanya"Cerita ayah Romi sebut saja pak Angga.
"Iya pak,saya juga senang akhirnya keponakan saya bisa kembali menemukan tambatan hatinya lagi,,hampir dua tahun Oliv menyendiri pak".
"Saya juga sangat berterima kasih kepada nak Romi karena sudah sabar menghadapi dan menemani cucu saya,selama cucu saya sakit pak"Nenek ikut menimpali.
"Yah namanya anak muda nek,jika tujuanya belum tercapai pasti akan terus berada didekatnya"Sambung bu Rahma,ibunya Romi.
"Hehe benar bu Romi sangat gigih menaklukkan hati Oliv".
"Secepatnya saya akan mencari tanggal yang tepat untuk acara pernikahan mereka pak"
"Iya pak,,saya akan tunggu kabar selanjutnya".
Romi dan Oliv hanya senyum senyum dibicarakan oleh kedua orang tua mereka.
Keluarga Romi pamit pulang,mereka akan menunggu kabar dari pihak keluarga perempuan.
Oliv masuk kamar dan merebahkan diri diatas kasur,Oliv tak menyangka jika jodoh dia bukan Gibran,,,takdir begitu cepat merubah segalanya.
Lama Oliv tak bisa memejamkan mata ntah apa yang sedang dia difikirkan,semua terasa seperti mimpi buruk dan sekarang semua mimpi itu menjadi kebahagiaan buat Oliv.
Keesokan paginya bibi sudah menggedor nggedor pintu kamar Oliv,,.
"Liv bangun nak,udah siang,apa kamu gak kerja?nanti telat Liv,,ayo bangun".
"Hoaaammm aduh apaan seh bibi masih pagi udah teriak teriak aja".
Oliv berjalan membuka pintu kamarnya dengan kesadaran yang belum sepenuhnya.
__ADS_1
"Apa seh bi,masih pagi".
"Masyaalah Liv ini udah jam setengah delapan paagi darimana?emangnya kamu gak kerja?".
"Masak bi?Oliv udah gak kerja lagi bi,udah mengundurkan diri".
"Loh kenapa nak?".
"Nanti saja bi,nenek udah bangun bi?".
"Nenek kamu malah udah habis jalan pagi tadi sama tetangga sebelah".
"Udah minum obat juga bi?".
"Udah,,kamu mandi dulu sana bibi mau kepasar sebentar nanti kalau sarapan ada dimeja ya?".
"Iya bi,makasih ya?".
"Nek,udah minum obat?".
"Udah nak,kamu baru bangun,kenapa gak kerja?"
"Oliv gak kerja lagi nek,Oliv udah memutuskan untuk mengundurkan diri,Oliv ingin menjaga nenek,merawat nenek dirumah".
"Nenek ini sudah tua nak,gak apa apa kamu kerja nenek gak akan kemana mana,masih ada bibimu".
"Paman sama bibi akan pulang kampung nek,akan merawat anaknya mbak Hera,dan menggarap ladang,mana tega Oliv membiarkan nenek sendiri,udah saatnya Oliv dirumah nek,untuk menjaga nenek".
"Terimakasih ya nak,kamu memang cucu terbaek nenek"Mereka berpelukan.
Paman sudah menentukan tanggal pernikahan Oliv bulan depan,,dan paman Oliv juga sudah memberitahu keluarga Romi.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dirumah sakit Medika sedang dilaksanakan pernikahan dadakan Ibrahim dan Bela.
Bela sudah berganti pakaian dengan gaun pemberian Oliv,Ibrahim yang melihatnya terpana dengan kecantikan Bela,tetapi dia juga merasa tak asing dengan gaun yang dipakai Bela,dia berusahaa mengingatnya tetapi kepala dia langsung sakit,Ibrahim tak mau membuat momen pernikahannya berantakan dia tak mau mengingatnya lagi.
"Baik saudara Ibrahim apakah anda siap menikah dengan saudari Bela?"Tanya pak penghulu.
"Iya pak saya sudah siap".
"Saudari Bela apa anda siap menjadi istri dari saudara Ibrahim?".
"Iya pak saya siap".
"Baiklah saya akan mulai ijab kabulnya".
"Saudara Ibrahim,Saya nikahkan engkau saudara Ibrahim bin Rahmat dengan saudari Bela binti Yusuf dengan mas kawin cincin emas dan seperangkat alat sholat dibayar tunai"
"Saya terima nikah dan kawinya Bela binti Yusuf dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"Ucap Ibrahim lantang.
"Bagaimana para saksi sah?"
"Sah"Jawab tiga saksi dirumah sakit tersebut termasuk abah Yusuf,dia bernafas lega dan tersenyum.
Selesai berdoa penghulu lalu menyuruh Ibrahim untuk memakaiakan cincin di jari Bela,mereka tersenyum bahagia dan Bela mencium tangan Ibrahim.
"Alhamdulilah akhirnya kalian resmi menjadi suami istri,semoga menjadi keluarga yang sakinah,mawadah,warohmah,selamat ya,kalau begitu saya pamit dulu masih ada yang mau saya nikahkan lagi"Pamit pak penghulu.
"Amiin terima kasih banyak pak atas bantuan bapak"Ucap Ibrahim.
"Sama sama,abah saya permisi semoga lekas sembuh ya".
__ADS_1
Abah hanya mengangguk dan tersenyum karena memang kondisi abah yang lemah,sedangkan Bela dan Ibrahim saling memandang dan tersenyum.