
Selepas Oliv pergi Ibrhim pulang,,dia nampak heran kenapa di ruangan abah banyak buah buahan.
"Bel kamu beli buah?'.
"Akang udah pulang?,bukan Bela kang tadi temen Bela yang ngasih gaun pernikahan kita itu datang kesini,dia baek banget lo kang,ngasih abah uang segala dan aku juga dikasih hadiah kang"Cerita Bela dengan semangat.
"Benarkah,jadi penasaran seperti apa orangnya kok baek banget sama kita?
"Dia juga kayak aku kang malah cuma nenek yang dia punya orang tuanya sudah gak ada kang".
"Kasihan sekali dia,kalau kita sudah dirumah kita undang dia makan bersama kita gimana sekalian merayakan kesembuhan abah".
"Ide bagus kang,aku setuju nanti aku kabarin mbak Oliv kalau sudah dirumah".
"Iya,ayo kita makan bersama abah aku tadi sudah membeli nasi bungkus"Ibrahim menunjukan kresek hitam berisi nasi bungkus.
Oliv yang sampai dirumah lalu menuju taman belakang dan benar saja nenek serta bu Atun sedang ngobrol disana.
"Assalamualaikum".
"Walaikumsalam nak,sudah pulang?".
"Iya nek sudah,,oh ya bu Atun ini gulainya makasih sudah menemani nenek ya?".
"Ahh neng Oliv malah merepotkan kamu?".
"Gak apa apa bu,sekali kali gak apa apa mumpung ada rezeki"Oliv menyerahkan gulai kambingnya dan Bu Atun menerimanya dengan senang hati.
__ADS_1
"Terimakasih ya neng,,kalau begitu bu Atun pulang dulu ya".
"Iya bu,".
Bu Atun pergi meninggalkan rumah Oliv,dan Oliv mengajak neneknya masuk dan makan bersama.
Romi menghubungi Oliv jika dia sudah sampai diBandung Olivpun merasa lega.
"Sepi juga gak ada Romi,,biasanya jam segini dia disini".Gumam Oliv dia merasa sepi gak ada Romi lalu dia berselancar diduni maya dia membuka akun facebooknya yang sudah lama tak dia buka.
Saat tengah asik membaca stori para teman temanya tiba tiba Oliv mendapat pesan ternyata pesan itu dari Arka sahabat Gibran dulu.
"Hae Liv apa kabar?lama tak pernah saling bertukar kabar".
"Hae juga Ka,kabar aku baek,kamu sendiri bagaimana?apa sudah nikah kamu?"
"**Belum Liv,belum dapat jodoh,kamu sendiri sama Gibran kenapa putus aku kemaren melihat Gibran sama cewek laen mesra banget lagi".
"Jangan ngaco kamu,,Gibran itu udah gak ada dia kecelakaan pesawat dan sampai hari ini gak ada kabarnya".
Kira kira begitu pesan Oliv sama Arka akhirnya Arka memintaa no Oliv dia akan beertemu sama Oliv dia juga tak percaya kalau Gibran sudah meninggal jelas jelas kemaren dia bertemu Gibran walau Gibran gak ingat tetapi Arka yakin dia Gibran.
Hari ini Oliv janjian dengan Arka tetapi sebelumnya sudah minta ijin Romi,dia tidak mau ada salah paham antara mereka karena dua minggu lagi mereka akan menikah.
"Hae Ka,,udah lama?"Arka memandang Oliv tak berkedip.
"Halo,Ka kesambet kamu?".Oliv mengibaskan tanganya didepan wajah Arka.
__ADS_1
"Eh iya Liv,sori lo cantik banget sekarang aku sampai terpana?"
"Halah kamu bisa aja,,,oh ya Harun mana biasanya kalian selalu berdua nempel aja hehe".
"Perangko kali Liv nempel,dia gak ikut lagi ngedate sama pacarnya".
"Ohh,lah kamu sendiri mana pacar kamu?".
"Pacar apaan Liv,selalu ditolak tiap nembak cewek"
"Haha gak laku la ya kamu"
"Heemm lepas banget ya ketawanya lihat teman jomblo terus".
"Sori,sori,,oh ya semalam kamu bilang ketemu Gibran itu serius Ka?"
"Ya Liv direstoran ini juga,,tetapi dia gak tahu aku seh,,aku samperin malah nanya aku siapa?".
"Mungkin mirip aja kali Ka,"lalu Oliv menceritakan semuanya sama Arka,dan Arka pun begitu terkejut pasalnya mereka lost kontak setelah lulus kuliah.
"Maaf ya Liv kalau udah membuat kamu sedih lagi,mungkin benar dia bukan Gibran soalny juga orangnya kucel gitu,dan Gibran kan sangat menjaga penampilan".
"Enggak apa apa Ka,,sekarang aku juga sudah ikhlas menerimanya,semoga dimanapun Gibran berada dia juga bahagia"
"Iya Liv,,semoga kamu juga bahagia sama calon suaami kamu,jangan lupa undang kita ya?".
__ADS_1
"Pasti dong,".
Mereka asik ngobrol sampai lupa waktu,buru buru Oliv pamit pulang karena dia harus memasak untuk makan malam.