
Oliv tersadar dari pingsanya dia lalu memanggil manggil nama Romi.Gibran yang sedang berada disamping Oliv terbangun mendengar Oliv memanggil Romi.
"Liv kamu sudah sadar,apa yang sakit aku panggilkan dokter ya?"Gibran akan beranjak berdiri tetapi Oliv menahanya.
"Enggak usah kak,kak bagaimana keadaan mas Romi hiks hiks"Oliv kembali menangis.
"Doakan agar operasi Romi berjalan lancar dia laki laki kuat,apa kamu sangat mencintai dia Liv?"Tanya Gibran dengan mata berkaca kaca.
"Selama ini yang selalu berada disampingku saat aku kehilangan kamu adalah dia kak"Jawab Oliv dengan menunduk karena jujur Oliv sebenarnya masih menyimpan rasa cinta itu untuk Gibran.
Saat Gibran akan bertanya lagi ada seorang suster yang mencari Gibran dia menyuruh Gibran untuk menemui dokter.
"Kamu istirahat dulu saja ya,aku akan menemui dokter dulu nanti aku akan membawa kamu ke ruangan Romi"Pamit Gibran kepada Oliv dan dia berlalu keluar ruangan dan menuju ruangan dokter.
"Permisi dok,,dokter mencari saya?"Gibran masuk dan berdiri didepan dokter Rendra.
"Iya pak silahkan duduk,saya ingin bicara serius"
"Baik pak terima kasih"Gibran duduk didepan dokter Rendra.
"Apa terjadi sesuatu dengan teman saya dok?".
__ADS_1
"Bukan teman kamu,tetapi istri kamu maaf jika saya tadi memeriksa istri kamu tidak memberi tahu terlebih dahulu karena tadi ibu Bela sangat kesakitan jadi saya terpaksa jarus mengambil tindakan".
"Maksud dokter apa?istri saya kenapa dok"Gibran telah melupakan Bela karena sibuk menemani Oliv dia menyesal belum menemui istrinya.
"Maaf pak Ibrahim tadi istri kamu kesakitan bagian perut dan saya terpaksa memeriksanya ternyata istri kamu mengidap kanker rahim stadium tiga dan harus segera ditangani karena sel kankernya sudah menyebar"
"Apa dok?kanker Rahim"tanya Gibran tak percaya karena selama ini Bela baek baek saja tidak pernah mengeluh sakit sama sekali.
"Benar pak,ini hasilnya silahkan dibaca"Dokter menyerahkan map hijau kepada Gibran,perlahan Gibran membuka map itu dan betapa terkejutya dia setelah mengetahui kebenaran tersebut.
Gibran diam mematung matanya sudah mulai berkaca kaca,,dokter Rendra berusaha memberi semangat kepada Gibran dan menenangkanya.Gibran lalu pamit keruangan Bela dia melihat istrinya terbaring lemah tak berdaya seketika perasaan bersalah menghantuinya.
"Kang kenapa akang menangis?"
"Akang enggak apa apa Bel,akang seneng melihat kamu sudah siuman bohong Gibran".
"Kalau akang mau kembali sama mbak Oliv,aku ikhlas kang,karena memang aku yang bersalah,aku yang sudah menjadi pehalang kebahagiaan kalian aku akan membesarkan anak kita dengan baek".
"Kamu itu bicara apa?tahu darimana kamu soal Oliv?"
"Mas Romi sudah menceritakan semuanya kang".
__ADS_1
"Husstt kamu diam ya jangan bicara apa apa,kita akan tetap hidup bersama dan membesarkan anak kita Bel"Gibran menutup bibir Bela dengan telunjuuknya dia sudah memutuskan akan tetap bersama Bela sampai akhir hayat dia harus mengubur rasa cintanya terhadap Oliv,karena mereka juga sudah hidup masing masing.
Selepas operasi kondisi Romi sudah stabil tetapi masih belum sadarkan diri,Oliv yang merasa badanya sudah enakan dia bangun dan keluar ruangan untuk melihat keadaan suaminya karena menunggu Gibran tak kunjung kembali.
"Mama,papa?kalian disini?"Oliv berpapasan dengan mertuanya.
"Sayang bagaimana keadaan Romi dan kamu?".
"Mas Romi sudah selesai dioperasi ma dan kondisinya sudah stabil tetapi belum sadar".Oliv memeluk ibu mertuanya.
"Yang sabar ya sayang Romi pasti kembali seperti kemaren sehat dan bugar lagi"Jawab papa Romi.
"Aaminn iya pa,,aduhhh!!!tiba tiba Oliv memegangi perutnya yang tiba tiba sakit"
"Sayang kamu kenapa?mama Romi memapah Oliv untuk duduk dulu.
"Mah perut aku sakit banget,,auuhhh sakit mah"Oliv meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.
"Ya Allah nak apa yang terjadi,pa cepetan panggil dokter Oliv kesakitan ini kasihan takut terjadi apa apa sama cucu kita"Panik bu Retno(nama mama Romi).
"Iya ma,iya aku akan panggilkan dokter"Pak Beno(papa Romi)berlari sambil memanggil manggil dokter.
__ADS_1