Kekasih Impianku

Kekasih Impianku
Rencana Berlibur


__ADS_3

Pagi menjelang,,Oliv sudah bangun dan berjalan menuju dapur,,dia menyapa para pembantu dirumah Gibran.


"Pagi bi,,".


"Pagi juga non,non sudah bangun?".


"Sudah bi,,ini mau masak apa bi aku bantuin ya?".


"Eh jangan non nanti saya dimarahi den Gibran,,nona silahkan jalan-jalan saja diluar".


"Udah bi santai aja aku udah biasa masak kayak sama siapa aja,aku juga cuma orang kampung bi,jangan sungkan lah bi".


"Tapi non"(Husstt bibi tenang saja,,aku yang bikin bumbu ya bik mau bikin nasi goreng sama goreng ayam kan).


"Iya non,,kalau gitu saya yang cuci ayamnya ya non?".


"Oke bi siap".


"Dengan cekatan Oliv mulai meracik dan mengulek bumbu-bumbu ayam dan nasi goreng,dia lebih memilih cara manual daripada di blander,,karena kata orang rasanya lebih enak.


Mamanya Gibran mencium harrum bau masakan lalu turun ke bawah untuk melihat para ARTnya memasak apa.


"Heemmm baunya wangi banget bi,masak apa?".


"Eh tante udah bangun,ini masak nasi goreng sama ayam goreng tante".


"Loh Liv,kok kamu yang masak?".


"Ya nyonya non Oliv memaksa ingin bantu saya sudah menolak tetapi non nekat memasak"Jawab bi Sumi.


"Apa seh bi cuma masak aja kecil udah kerjaan tiap hari".


"Wah calon mantu mama rajin sekali,,kayaknya enak ne mama cicipi ya?".


"Eh iya tante silahkan!".


"Heeemmmm lezat,enak Liv wahh pandai memasak kamu"Puji mama Gibran.


"Ahh tante biasa aja,,,,".


Dengan cekatan Oliv membantu para pembantu untuk menyiapkan sarapan paginya,,semua keluarga Oliv dan Gibran sudah berkumpul untuk melakukan sarapan bersama.


"Masya Allh makananya banyak sekali bu?"Tanya nenek.


"Ya ini semua Oliv yang memasak lo,para ART hanya membantu menyiapkan saja".


"Waahh hebat calon mantu kita ya ma?"Puji Papa Gibran.

__ADS_1


"Jangan terlalu memuji pak,bu,,cucu saya maasih banyaak kekuranganya".


"Sama saja nek,anak kami juga banyak kekuranganya,,biarkan kekurangan dari anak-anak kita kelak akan menjadikan mereka saling memahami satu sama laen"Jelas pak Andre.


Gibran dan Oliv turun dari tangga,,mereka jalan berdua untuk menuju meja makan,sehabis masak tadi Oliv berpamitan mandi dan sekalian membangunkan Gibran.


"Nah itu mereka yang kita omongin".


"Iya meraka serasi sekali ya bu".


"Iya"Semua orang menoleh ke arah Gibran dan Oliv,dan yang ditatap tampak kikuk.


"Pagi semua kenapa pada lihatin kami?"Tanya Gibran.


"Bran-Bran sini ayo sarapan bareng ini semua yaang masak Oliv lo"Tawar mamanya Gibran.


"Apa Oliv yang masak,,benar itu Liv"Gibran menoleh ke arah Oliv.


"Ya kak,,cobain deh".


"Emangya bibi kemana?kenapa kamu yang masak seh kan kamu tamu disini"Gerutu Gibran tak suka


"Kakak apaan seh aku yang maksa mau memasak,,aku bosen mau ngapain jadi aku bantu bibi nyiapin masakan".


"Y tapi kan?"Udah seh Bran biarin aja,,kamu beruntung punya calon istri pintar segalanya.


Mereka semua sarapan dengan tenang tanpa berbicara setelah sedikit berdebat tadi,,mereka sangat menikmati masakan Oliv kata mereka benar-benar enak.


Keluarga Oliv berpamitan untuk pulang,,mereka akan diantar oleh supir keluarga Gibran.


"Terimakasih pak/bu sudah mau menerima Oliv sebagai tunangan nak Gibran"Nenek Oliv berbicara.


"Ya sama sama nek justru saya yang ngucapin terima kasih karena Oliv sudah mau menerima Gibran yang bandel ini"Jawab mama Gibran.


"Kami pulang dulu ya bu terimaakasih sudah melayani kami dengan sangat baek"Bibi Oliv menimpali.


"Nenek hati-hati ya!jaga kesehatan disana,bibi juga jangan ke ladang terus"Oliv memeluk nenek dan bibinya.


"Kamu jaga diri ya nak,,ingaat kamu sudah menjadi tunangan orang jaga hati,jaga mata kamu jika ada masalah selesaikan dengan kepala dingin"Nasehat nenek.


"Ya nek,,bi tolong jaga dan titip nenek ya doain Oliv cepat lulus dan bisa bekerja supaya bisa membelikan rumah yaang layak untuk nenek dan bibi".


"Ya sayang,nenek dan bibi berganti menciumi Oliv sekarang mereka lebih tenang meninggalkan Oliv diJakarta karena sudah ada yang menjaganya selaen pamannya".


"Nak jaga Oliv ya,jika salah ingatkan dan tegur dia jika kamu sudah tidak mencintai nya lagi jangan kau sakiti dia kembalikan dia pada kami"Ucap bibi.


"Gak bi saya akan menjaga dan mencintai Oliv sampai maut memisahkan kita,,cukup dua tahun aku mengejar-ngejar Oliv,masak setelah aku mendapatkanya mau aku sakiti seh bi"Jawab Gibran.

__ADS_1


"Semua yang mendengarkan Gibran tertawa,,tak menyangka selama itu Gibran menunggu Oliv".


...----------------...


Hari ini aku masuk kampus karena ada pengumuman untuk bea siswa yang baru,Oliv akan melihat apakah dia masuk dalam daftar bea siswa atau tidak.


"Loh Liv katanya libur kok kamu mau masuk?"Tanya Paman.


"Paman tahu darimana aku libur?".


"Kemaren Gibran yang bilang".


"Ohhh,,ini paman aku mau melihat apakah aku masuk dalam daftar nama-nama yang mendapat bea siswa enggak".


"Oh begitu,,baiklah hati hati ya! paman nanti lembur ya Liv gak usah tungguin paman".


"Baek paman".


Olivpun berangkat menaaiki ojol meskipun Oliv sudah mau bertunangan dengan anak orang kaya tetapi dia tidak mau menerima pemberian apapun dari Gibran termasuk kendaraan.Dia tetap menjadi Oliv yang sederhana dan apa adanya dan itu semakin membuat Gibran jatuh cinta.


"Pagi Amara/Lian,,tumben kalian masuk?".


"Ya aku ada tugas kemaren gara-gara lupa buat tugas jadi mendapat tugas banyak banget".


"Bentar ya aku mau lihat papan pengumuman dulu katanya ada bea siswa lagi tahun ini?".


"Ya Liv,,kayaknya nama kamu ada deh"Jawab Lian.


"Iyakah??Aku sangan senang jika memang benar mendapat beasiswa.


Ternyata memang benar Oliv mendapat bea siswa lagi,,dia sangat bersyukur dan senang,,Alhamdulilah ucapnya.


"Eh Liv libuaran kita ke pantai yuk?"Ajak Lian.


"Pantaiii,,,,,Emmmm boleh aku juga mau"Sambung Amara.


"Aku juga mau gaes,kebetulan aku dapat cuti kerja".


"Wah seru ne akhirnya bisa pergi bertiga,,"Sorak Amara.


"Ya baru kali ini kita bisa pergi bareng".


"Gimana kalau hari minggu aja kan rame tuh banyak yang berjualan es kelapa minuman favoritku"Usul Amara.


"Terserah kapan aja aku ikut"Jawab Oliv.


Mereka merencanakan liburan ke pantai,,mumpung liburan kuliah tiba,,Olivpun tidak lupa memberi tahu Gibran awalnya Gibran tidak mengijinkan tetapi Oliv terus merengek dan akhirny Gibran pun luluh memberi ijin tunanganya ke pantai.

__ADS_1


__ADS_2