
Satu minggu telah berlalu sejak pertemuanya dengan pak Andre,Oliv kembali bekerja di perusaah Reno.
"Liv nanti siang kita ada metting disalah satu restoran kamu biasa dampingi saya kan".
"Ya pak bisa,jam berapa ya?".
"Selepas makan siang".
"Baek pak".
Olivpun melanjutkan pekerjaanya sambil menunggu jam bekerja selesai dia akan berencana kerumah Romi karena Oliv akan meminta bantuan Romi untuk mengantar neneknya berobat.
Sekitar dua jam pekerjaan Oliv telah selesai dia akan langsung kerumah Romi,daan benar saja sampai disana Romi sudah menunggunya.
"Liv lama banget seh kamu baru pulang ya"..
"Ya Rom,banyak banget kerjaaan hari ini".
"Kita jadi ngantar nenek kamu berobat,kamu saja kelihataan kecapean gitu".
"Ya Rom gak apa apa ko".
"Baiklah"Romi pasrah jika sudah bilang gak apa apa,mau dirayu kaya apapun Oliv tidak akan membatalkan acara perginya.
Nenek sedang sakit sudahh lima hari tidak ada perubahan dan Oliv akan berencaNa membawa neneknya kerumah sakit besar saja agar jelas apa penyakitnya.
Sedangkan ditempat laen Gibran alias Ibrahim semakin dekat dengan Bela,karena sampai saat ini Gibran belum mengingat apapun tentang masa lalunya.
Bela yang sejak awal menaruh haati pada Gibran semakin hari semakin dekat saja,dia sudah bilang pada abahnya jika suka kepada Gibran.
__ADS_1
"Kang kita jalan jalan yuk ke kebun belakang"
"Boleh memang sudah mau panen ya"
"Belum kang tapi kita disuruh abah mengecek"
"Baeklah"
Gibran Sendiri sebenarnya tidak tahu gimana perasaany,,karena saat ne hanya balas budi yang Gibran fikirkan kepada keluarga Bela.
Mereka pun akhirnya jadi mengunjungi kebun belakang yang ditanamai berbagai buah buahan,,abah memang sedang sakit sakitnya jadi semuanya diserahkan kepada Bela dan Gibran.
Sesampainyaa dirumah mereka dikejutkan dengan keadaan abah yang tergelatak dilantai dengak keadaan pingsan.
"Ya Allah abah,abah kenapa,bangun bah"Bela panik.
"Baek kang tolong jaga abah ya kang".
"Ya,"Bela pun pergi ke pukesmas untuk menemui pak mantri karena didedsa itu belum ada rumah sakit karena memang tempatnya sanngat terpencil jika sakit parah baru dibawa ke rumah sakit kota.
Bela mengayuh sepeda ontelny menuju Pukesmas sekitar sepuluh menit baru sampai dan dia buru buru meminta bantuan pak mantri agar mau datang kerumah Bela untuk memeriksa abahnya.
Tiba dirumah Bela abahnya masih belum sadarkan diri,,Bela menangis sesenggukan.
"Kamu tenang ya Bel,abah pasti baek baek saja,,Gibran memeluk Bela".
"Aku takut kang abah kenapa napa hiks hiks".
"Huusstt jangan ngomong begitu gak baek udah jangan nangis lagi ya?".
__ADS_1
Mantri sudah selesai memeriksa Abah dan dia memanggil Bela.
"Bel sebaeknya abah dibawa kerumah sakit dikota,abah kamu terkena struk Bel jika tidak segera ditangani maka akan meembahayakan nyawanya"
" Apa,,rumah sskit kota,,kan jauh pak saya tidak punya kendaraan hiks hiks gimana ini kang".
"Kamu tenang saja jika kamu setuju saya akan menyediakan kendaraan dan langsung membawa abah kesana"
"Sebaeknya begitu pak,,Bel kita harus bawa abah berobat sebelum terlambat".
"Aku nurut saja kang,,"
"Baiklah jika kalian setuju secepatnya saya akan menghubungi teman saya dikota untuk menjemout abah bagimana?"
"Iya pak saya setuju".
Pak mantripun pamit kembali ke pukesmas untuk menghubungi temanya,sedangkan Bela bersiap siap untuk membawa barang barang yang diperlukan untuk dibawa kesana.
"Kang aku punya tabungan segini apa cukup untuk berobat abah?"
"Insaalh cukup Bel,jika memang gak cukup aku akan mencari kerja disana biar bisa membantu abah".
"Makasih ya kang".
"Ya kamu tenang aja ya,sekarang kamu siap siap juga saya akan menunggu abah dulu nanti gantian ya".
"Ya kang".
Mereka akan membawa abah besak siang karena perjalanan mereka cukup jauh itupun termasuk cepat karena darurat jika memakai kendaraan umum bisa dua hari bahkan tiga hari baru sampai dikota.
__ADS_1