Kekasih Impianku

Kekasih Impianku
Romi Kritis


__ADS_3

Gibran keluar menemui Sasha dia akan membicarakan kemauan Sahsa.


"Sa,,bisa kita bicara"Gibran berdiri dibelakang Sasha.


Sasha membalikkan badan lalu tersenyum"Baik bagaimana keputusanmu Gibran jangan berlama lama aku tidak sabar ingin bersamamu".


"Aku punya satu syarat untuk kamu,jika kamu mau memenuhinya aku akan ikut denganmu"Jawab Gibran dengan menatap Sasha.


"Eeemm baik akan aku kabulkan sebutkan apa syarat itu?"Jawab Sasha sambil berfikir.


"Lepaskan keluarga Bela dan Romi jangan pernah kamu sentuh dan menyakiti mereka".


"Hahaaha hanya itu syarat dari kamu,baiklah asal kamu mau menikah denganku maka aku akan turuti"Sasha membelai pipi Gibran tetapi Gibran membuang muka.


Lalu Sasha menyuruh para bodigardnya untuk melepaskan Bela dan Romi,setelah semua dilepas talinnya terdengar suara tembakan dari luar semua orang panik sebagian para bodigard Sasha telah ditangkap dan terkena timah panas oleh para anggota polisi,Bela memeluk Gibran dan melepaskan ikatan tali pada tanganya.


"Apa apaan ini kamu menjebak saya Bran?"Tanya Sasha lalu mengeluarkan pistol dan menodongkannya pada Romi karena Sasha dekat dengan Romi.


"Aku tidak tahu apa apa Sa,demi Tuhan bukan aku kamu tahu sendiri kan aku dari tadi tidak bisa memegang ponsel,lepaskan pistol itu Sa?"Pinta Gibran dia dia kawatir jika Sasha menembak Romi.


"Diaaammm!jangan bergerak,jika kamu berani selangkah saja maju maka aku akan menembak sahabat tercinta kamu ini"Sasha semakin mendekat ke arah Romi.


"Oke Sa,oke jangan tembak Romi,,tolong lepaskan dia aku akan ikut dengan kamu tolong lepaskan Romi"Gibran mencoba bernegosiasi dengan Sasha.


Ternyata yang melapor polisi adalah Oliv,dia gelisah dan tak tenang karena tak ada kabar dari Romi,lalu dia teringat dengan GPS yang dipasang di mobil dia,lalu dia keluar dan menelusuri GPS tersebut dan mengarah ke perkebunan kosong tanpa ada rumah warga,Oliv yang curiga lalu menelfon polisi dan meminta polisi menemani Oliv,Oliv menunggu polisi di tepi jalan masuk kedalam perkebunan itu,sekitar setengah jam polisi datang dan mereka mengatur rencana untuk masuk kedalam perkebunan tersebut.


"Bu sebaeknya kamu menunggu dimobil saja,takutnya didalam bahaya karena ibu sedang hamil"Kata salah satu polisi dan membuka pintu mobil untuk Oliv.


"Tapi pak?bagaimana jika suami saya dalam bahaya pak?"Jawab Oliv kawatir.

__ADS_1


"Ibu tenang saja insaalah tidak akan terjadi apa apa!"Polisi tersebut menenangkan Oliv,dan Oliv akhirnya masuk kedalam mobil.


Para polisi lalu masuk kedalam perkebunan,ada salah satu polisi yang menyamar menjadi orang pencari rumput dan ternyata didalam ada penyekapan,,polisi tersebut lalu menyusun sebuah rencana dan menuju lokasi tersebut dan terjadilah baku hantam sampai polisi menembak para preman tersebut karena melawan dan berusaha kabur.


"Jangan bergerak tetap diamm ditempat!"Salah satu anggota polisi masuk kedalam gedung dan kaget karena ada salah satu target menodongkan pistol kearah korban.


"Jangan mendekat!jika anda mendekat maka saya akan menembak dia"Jawab Sasha yang sudah akan menarik pelatuk pistol yang dia pegang.


Semua orang panik dan bingung disana jika polisi nekat maju maka nyawa korban taruhanya akhirnya polisi tersebut tetap diam dan Sasha menarik tangan Romi kebelakang dengan pistol ditodongkan dikening Romi.


Bela menangis dipelukan Gibran,dia juga merasa bersalah atas musibah yang menimpa keluarganya sampai orang laen menjadi korban.


Oliv yang mendengar suara tembakan keluar dari mobil dan menuju suara tersebut dia sangat kawatir dengan Romi.Betapa terkejutnya dia melihat Sasha yang menodongkan pistol ke arah Romi tanpa pikir panjang Oliv malah berlari menuju Romi.


"Sasha apa yang kamu lakukan kepada mas Romi,turunkan pistol itu!"Teriak Oliv kepada Sasha dan dia mendekat tetapi salah satu bodigard Oliv yang berhasil sembunyi menangkap Oliv dari samping yang membuat semua orang terkejut.


"Oliivvvvv lepaskan dia,dia tidak ada hubungan dengan ini ba****"Romi berteriak menahan amarah.


"Diam kamu!"Bentak Sasha


"Bagus kamu Sen,kalian semua jika kalian ingin kedua orang ini selamat maka serahkan Gibran padaku dan nikahkan kami sekarang juga"Teriak Sasha yang membuat Bela menganga tak percaya.


"Enggak Ibrahim suami saya,dan kami sudah punya anak tolong jangan ambil suami saya"Tangis Bela pecah dan terduduk lesu.


"Bel sudahlah jika memang ini akan membuat mereka dan kamu selamat aku tak masalah?"Jawab Gibran sambil membawa Bela kedalam pelukanya.


Saat tengah lengah Romi dan Oliv saling mengkode,Romi membanting Sasha dan berhasil merebut pistolnya sedangkan Oliv berhasil menggigit dan menendang ******** preman tersebut.


Polisipun berhasil menangkap kedua pelaku tetapi mereka tak menyadari bahwa masih ada dua orang yang bersembunyi mereka bersiap siap akan menembak Oliv karena posisi Oliv yang dekat,Romi yang sadar akan ada bahaya lalu mendorong Oliv menjauh.

__ADS_1


Dooorr


"Tidaaaakkkk mas Romiiiiii"Teriak Oliv dan Bela,Romi tertembak punggungnya karena menyelamatkan Oliv istrinya.


"Mas apa yang kamu lakukan bertahanlah mas,kita akan kerumah sakit hiks hiks"Oliv mendekati dan memeluk Romi.


"Bagaimana anak kita,apa dia baek baek saja"Tanya Romi lirih karena dia sudah mendorong Oliv dia takut terjadi apa apa dengan kandungan istrinya.


"Iya mas,dia baek baek saja,mas bertahanlah kita kerumah sakit ya,Kak tolong panggil ambilan cepaatt"Teriak Oliv pada Gibran yang masing shock melihat temanya tertembak.


Para polisi sudah berhasil membekuk para pelaku,sasha dan anak buahnya sudah dibawa ke kantor polisi sedangkan Romi,Oliv dan yang laenya dibawa kerumah sakit menggunakan ambulan karena Bela juga pingsan melihat keadaan Romi.


Sampai dirumah sakit Oliv masih terus menangis,Romi dan Bela sudah ditangani dokter Oliv dan Gibran menunggu diluar,Gibran menghampiri Oliv.


"Tenanglah Romi laki laki yang kuat dia pasti akan selamat,maafkan aku?"Gibran duduk disamping Oliv.


"Terimakasih,maaf untuk apa?"Jawab Oliv tanpa menoleh pada Gibran.


"Karena aku suami kamu jadi seperti ini!"Gibran merasa bersalah pada Oliv sebenarnya hati dia sangat sakit melihat Oliv sebegitu kawatirnya sama Romi,seandainya saja dia tidak hilang ingatan pasti dia akan bahagia hidup bersama Oliv.


"Semua sudah takdir jangan merasa bersalah kak,bagaimana kondisi abah dan anak kamu?".


"Alhamdulilah mereka baek baek saja,sekarang dirumah mama dan papa".


"Apa mama dan papa sudah tahu jika kamu sudah mengingat kembali?".


"Sudah baru tadi mereka tahu aku yang bilang sama para polisi agar menghubungi mereka mungkin sebentar lagi mereka datang kesini.


Dokter telah selesai memeriksa Romi dan Bela,Bela keadaannya sudah membaik dia hanya mengalami shock juga trauma sedangkan Romi dia banyak kehilangan darah dan pelurunya sudah mengenai jantung dan harus segera dilakukan operasi,Oliv yang mendengar Romi krritis dia jatuh pingsan,dengan sigap Gibran menolong Oliv dan membawanya ketempat perawatan.

__ADS_1


__ADS_2