Kekasih Impianku

Kekasih Impianku
Hampir Bertemu


__ADS_3

Pagi harinya Bela benar benar datang menemui Oliv,Bela yang sudah pesan ojek lalu menyerahkan alamat tersebut kepada tukang ojek dan naek sepeda motor.


Sedangkan dirumah Oliv sedang terjadi kehebohan karena nenek Oliv yang menghilang,,mereka fikir nenek Oliv pergi atau sengaja menghilang dan ternyata nenek Oliv sedang jalan pagi dengan tetangga sebelah.


"Ya Alaah nenek,kami panik mencari nenek,ternyata nenek disini"Oliv menghampiri neneknya yang sedang mengobrol di dengan tetangganya diteras.


"Nenek sedang jalan pagi nak,mencari udara segar tadi mau pamitan kalian belum pada keluar".


"Kirain nenek kenapa napa semua orang sudah panik tauk nek".


"Hehe maafin nenek ya?".


"Ya nek,ya sudah ayo pulang nek,kita sarapan dulu dan nenek minum obat ya".


"Ya nak,mari bu saya permisi duluan"


"Ya nek,besak pagi kita jalan pagi lagi ya?".


"Siap"


Haduh gayanya nenek,,Oliv mengajak nenek pulang,sampai dirumah semua orang sudah lega melihat keberadaan nenek dan akhirnya kami makan pagi bersama,setelah itu Oliv memberi nenek obat dan menyuruh neneknya istirahat.


"Oliv sudah bersiap siap akan berangkat kerja,dari kejauhan terlihat tukang ojek masuk ke halaman rumah Oliv,setelah penumpangnya turun Oliv tahu jika itu Bela,Olivpun menunda untuk berangkat kerja dan menunggu Bela.


"Assalamualaikum mbak Oliv,udah mau berangkat kerja ya mbak?".


"Walaikumsalam,ya Bel,,kamu udah datang saja aku kira masih nanti siang".


"Acaranya kan besak mbak,aku mau persiapin dengan baik mbak agar besak gak buru buru,".


"Memangnya kamu gak punya saudara?".


"Enggak mbak,saya anak tunggal,ibu saya sudah meninggal dan saya hanya mempunyai abah".


"Maaf ya aku gak tahu".


"Iya mbak gak apa apa".

__ADS_1


"Kamu tunggu sebentar ya,aku ambilkan dulu gaunya"


Oliv berjalan lagi masuk dia menuju gudang,dia menguatkan hatinya lagi untuk mengambil gaun yang sudah dia simpan dengan rapih,dia akan menyerahkan gaunya kepada Oliv.


"Maafkan aku Gibran,aku harus melepaskan gaun ini dan memberikan nya kepada orang laen,,aku gak mau teringat teruus tentang kamu".


Oliv keluar dan menghampiri Bela,dia menyerahkan sebuah kotak yang berisi gaun mewah yang dulu dipakai Oliv saat bertunangan dengan Gibran.


"Maaf ya Bel,lama nunggu".


"Enggak apa apa mbak,malah aku yang mengganggu mbak berangkat kerja,nanti kalau telat gimana?".


"Oh gak apa apa Bel,,aku juga mau resign ko,karena aku juga akan menikah Bel".


"Wah benarkah mbak,,jangan lupa undang aku nanti juga sama suami ya".


"Iya Bel pasti,oh ya ini gaunya"Oliv menyerahkan gaun itu kepada Bela dan Bela menerimanya dengan senang hati.


"Makasih ya mbak sekali lagi".


"Saya balik kerumah sakit mbak calon suami saya menunggu disana".


"Owhh baiklah,,ayo bareng aku saja,aku antar kamu kita searah".


"Apa gak ngrepotin mbak?".


"Enggak kok,santai saja,yuk berangkat"Mereka berangkat bersama Oliv akan mengantar Bela kerumah sakit dahulu baru akan ketempat kerja.


Sekitar limabelas menit mereka telah sampai dirumah sakit,Oliv ikut turun dia akan melihat abahnya Bela terlebih dahulu.Sebelumnya Oliv sudah mampir ke tempat buah untuk membeli buah tangan untuk abahnya Bela.


"Mbak sekali lagi makasih ya sudah antar saya".


"Iya Bel jangan makasih terus,ayo masuk aku mau jenguk abah kamu boleh?".


"Tentu mbak boleh banget mari mbak saya antar".


Mereka berjalan berdua menuju ruang perawatan abahnya Bela.Sesampainya disana Oliv sangat prihatin dengan keadaan abahnya Bela.

__ADS_1


"Bah ini kenalin ini temen baru Bela disini,namanya mbak Oliv dia baik banget sama aku bah,dia yang sudah ngasih gaun untuk Bela menikah besak".


"Halo abah ini ada buah untuk abah semoga lekas sembuh ya,saya Oliv,,Bela berlebihan bah,,hanya gaun bekas saja".


"Terimakasih Nak Oliv sudah membantu dan mau menjadi teman anak abah"Jawab abah lirih.


"Iya abah sama sama,Bel saya numpang ketoilet boleh".


"Silahkan mbak disana toiletny"Oliv pergi menuju toilet.


Saat Oliv masuk toilet Ibrahim alias Gibran masuk,dia mengantar makanan untuk abah juga calon istrinya,,.


"Bel ini apa?"Ibrahim memegang gaun pemberian Oliv dan membukanya.


"Oh itu gaun dari temen Bela kang,,dia orangnya baek lo,akang kenalan saja dulu dia lagi ditoilet".


"Owh,,laen waktu saja kamu undang saja besak Bel biar kamu ada teman,aku mau berangkat kerja dulu keburu telat".


"Yah gak nunggu temen Bela dulu kang".


"Enggak Bel laen kali saja ya"


Ibrahim keluar dari ruangan abah dan berangkat kerja,sedangkan Oliv yang tanpa sengaja mendengar suara yang mirip Gibran sempat kaget dan bengong dikamar mandi,tetapi dia menampik suara itu mungkin Oliv lagi berhalu saja.Oliv keluar dari kamar mandi bersamaan dengan Ibrahim keluar dari ruangan.


""Maaf ya Bel saya lama,perut saya lagi gak enak".


"Gak apa apa mbak,tadi mau aku kenalin ke calon suami saya tapi keburu dia keluar baru saja katanya takut terlambat kerja".


"Owhhh gak apa apa laen waktu kan bisa,,bah cepet sehat ya saya mau berangkat kerja dulu".Oliv berpamitan sama abah dan hanya anggukan yang abah berikan.


"Mbak hati hati ya!jika besak gak repot mbak bisa datang kesini melihat saya menikah dengan mas Ibrahim".


"Insaalah Bel,saya pamit ya Bel kamu yang sabar dan kuat ya semua pasti akan baek baek saja".


"Iya mbak terimakasih"Bela memeluk Oliv sambil menitikkan aer mata.


Oliv lalu beranjak pergi dan menuju kantor dimana dia bekerja,Oliv sudah membulatkan tekad akan mengundurkan diri dan akan menerima Romi sebagai pasangan hidupnya mungkin memang Gibran bukaan jodohnya Oliv.

__ADS_1


__ADS_2