Kisah Cinta Evelyn

Kisah Cinta Evelyn
BAB. 10


__ADS_3

Nura terbangun dari tidurnya, di cari suaminya di seluruh ruangan. Namun tidak ada. Hanya beberapa pengawal yang berjaga di luar, lalu Nura mencoba menghubungi Mahez.


" Sayang, kamu dimana? " tanya Nura


" Aku di kantor, karena ada meeting pagi ini. Jadi aku tak tega membangunkanmu. " jawab Mahez


" Baiklah, apa kamu akan menjemput ku nanti? " tanya Nura


" Tidak Nura, harharii ini aku ada meeting di luar kota untuk tiga hari bersama Aldo. Tapi aku sudah menempatkan beberapa pengawal untuk menjagamu, apa kamu keberatan? tanya Mahez


" Karena kamu akan ke luar kota, Aku ingin bermalam dirumah mama saja. Biar aku pulang sendiri saja " kata Nura


" Apa benar, kamu bisa pulang sendiri " tanya Mahez.


" Iya, aku bisa sendiri. " kata Nura.


" Baiklah. " kata Mahez dengan mematikan sambungan telpon.


" Aku takut kamu mengingkari janjimu Mahez, kamu tak mau menyakiti Evelin, tapi justru terjebak cinta dengannya. Jadi akulah yang akan menyingkirkan sendiri. Dan pastinya akan membuatnya tidak akan mau kembali padamu Mahez. " gumam Nura sendiri dengan tersenyum


Nura memutuskan mendatangi Evelin saat Mahez dan Aldo tidak ada. Itu akan memudahkannya, menyingkirkan Evelin dari hidup Mahez selamanya.


Nura memarkirkan mobilnya di halaman rumah Evelin. Dia turun dari mobil, melihat sekeliling rumah Evelin. Terlihat terparkir mobil mewah Maybach Exelero Keluaran terbaru dari marcedez benz. Jika di tafsir harganya sekitar seratus dua puluh milyar. Membuat Nura semakin geram, karena dia berpikir dia akan memamerkan segala yang di beli kemarin, tapi ternyata madunya mendapat fasilitas yang lebih bagus. Nura membunyikan bel pintu, dengan membuka kaca mata hitam Dior nya.


Tak lama Evelin membuka pintu sendiri, karena Mirna sedang ada kuliah siang.


Evelin terperanjat karena mendapati madunya mendatangi rumahnya.


" Nura.. mari masuk. " kata Evelin ramah.


Nura memasuki rumah dengan angkuhnya.


" Apa mau aku buatkan sesuatu Nura? " tanya Evelin


" Tidak, terima kasih. Aku langsung saja mau bertanya sesuatu padamu. Rayuan apa yang kamu buat sehingga Mahez memberikan mobil mewah dan rumah secara cuma cuma seperti ini ? " kata Nura


Evelin kaget kenapa bisa Nura berbicara seperti itu.


" Apa maksut kamu Nura? " tanya Evelin

__ADS_1


" Evelin. Aku sudah gak mau pura pura lagi ya, aku tahu kamu mau menikah dengan Mahez, karena ingin mengusai hartanya kan? " kata Nura


Evelin memandang Nura dengan menggelengkan kepalanya dan airmata yang menggenang di pelupuk matanya.


" Kamu mungkin lupa denganku, tapi sampai kapan pun aku tak kan melupakanmu Eve, kamu kan yang mempengaruhi Bastian untuk membatalkan pernikahan kami. Tapi kamu meninggalkan Bastian begitu saja, karena kamu mulai mendekati Mahez yang lebih kaya " kata Nura dengan tatapan tajam.


" Jaga bicaramu Nura, apa kamu lupa? Kamu yang memohon padaku untuk menikah dengan Mahez kala itu. Aku lebih memilih pergi dari hidup kalian, tapi kamu yang menyeretku masuk dalam hidup kalian. Apa yang kamu tuduhkan itu, sama sekali tidak benar Nura. Dari dulu aku dan kak Tian tidak pernah ada hubungan apapun. " jawab Evelin dengan menetes kan air mata begitu saja.


" Kak Tian ? haha bahkan kamu memanggilnya kak. Jangan bohong Eve. kamu memang wanita murahan yang mudah tergoda dengan laki laki lebih kaya. " kata Nura mengejek.


Plak....


Sebuah tamparan ia berikan begitu pada Nura. Hatinya sudah tak kuat menahan tuduhan Nura.


" Jadi ini alasan kamu menyatukan aku dengan Mahez. Agar kamu bisa menyakiti hatiku? Jika iya, kamu sudah berhasil Nura. Kamu sudah membuatku hancur. Tidak hanya hatiku, tapi juga hidupku. Aku seharusnya tidak mudah percaya pada wanita serigala seperti mu. " kata Evelin dengan berlinangan air mata


Plak....


Nura membalas tamparan dari madunya itu.


" Berani kamu menamparku Eve? apa kamu bisa merasakan, bagaimana saat kamu akan menikah, tapi di hari itu pasanganmu tidak hadir ? Apa kamu bisa merasakan sakit hati itu? kata Nura


" Keluar dari rumahku " kata Evelin penuh penekanan. Dia sudah tak ingin berdebat lagi dengan Nura.


" Baik. Jika memang ini kemauan mu Nura. Kamu ingin aku menikah dengan Mahez, aku kabulkan. Dan kamu sekarang menginginkan aku pergi, itu juga akan ku kabulkan. Aku akan terima semua perlakuan itu. Tapi aku percaya akan ada balasan dari setiap apa yang kamu lakukan, tunggu saja waktunya tiba Nura. " kata Evelin memilih pergi ke kamarnya.


Evelin sudah memantabkan hati untuk pergi dari pernikahan yang membelenggu hidupnya.


Evelin hanya mengambil dompet dan tasnya. Dia sama sekali tak mengambil apa yang sudah di berikan Mahez untuknya.


Dia pergi berlalu begitu saja melewati Nura.


Brak....


Terdengar suara pintu yang di tutup keras oleh Evelin.


Nura tersenyum melihat rencananya masuk dalam genggaman. Dia segera memutuskan semua cctv di area tersebut, dan ikut segera pergi sebelum ada orang yang melihat kedatangannya.


*

__ADS_1


*


Evelin memberhentikan sebuah taxi. Dia langsung masuk begitu saja.


" Maaf Nona, kita akan kemana " tanya sopir taxi ramah.


Evelin masih bingung harus kemana lagi. Dia tidak ingin keluarganya tahu masalahnya. Karena itu akan membebani mereka.


" Ke Apartemen Rasuna pak " akhirnya Evelin menjawab.


Dia memutuskan sementara ini ingin menumpang di apartemen Nihan. Dia satu satunya sahabat yang Evelin punya.


" Terima kasih pak " kata Evelin setelah membayar Taxi dan turun.


Evelin berjalan menuju lift, di tekan lantai sembilan. Evelin mengetuk pintu Apartemen Nihan.


" Evelin? " tanya Nihan kaget karena melihat mata Evelin yang sudah bengkak karena terlalu banyak menangis.


Nihan segera mengajak Evelin masuk kedalam apartemennya.


" Katakan siapa yang menyakitimu Eve? " tanya Nihan.


Lalu menceritakan semuanya dengan terisak. Nihan mendengarkan dengan seksama. Dan membawa Evelin dalam pelukannya.


" Seharusnya kamu mendengarkan aku sejak dulu Eve. Tapi semua sudah terjadi Eve. Apapun yang jadi keputusanmu, aku akan mendukungmu " kata Nihan yang mendengar jika Evelin ingin pergi jauh dari pernikahan yang dianggap bodoh oleh Nihan itu.


Nihan melihat jam di dindingnya, sudah menunjukan pukul satu siang. Hari ini seharusnya Nihan masuk sift siang pukul tiga. Namun dia tak tega meninggalkan sahabatnya yang membutuhkan pendampingan.


" Eve makanlah dulu " kata Nihan


" Aku sudah makan Nihan, bisakah aku tidur, aku sedikit pusing " kata Evelin


" Kita ke kamar saja " kata Nihan sambil membimbing Evelin masuk ke kamarnya.


Evelin merebahkan dirinya di ranjang. Semua kejadian hari ini membuatnya syok. Dia mulai memejamkan matanya untuk melupakan semua bebannya sementara.


Nihan menyalakan ac, lalu menyelimuti tubuh mungil Evelin. di lihatnya sudah terlelap. Dia pun keluar kamar meninggalkan Evelin sendiri.


Nihan mencari ponselnya di tas. Dia menghubungi Elia temannya untuk bertukar shift sehari ini. Akhirnya temannya pun menyanggupi.

__ADS_1


Dokter Nihan



__ADS_2