Kisah Cinta Evelyn

Kisah Cinta Evelyn
BAB. 8


__ADS_3

Mahez membantu Evelin mengeringkan rambutnya, di hirup dalam dalam aroma sampo istrinya.


" Aku menyukai wangi ini Eve " kata Mahez sambil mencium rambut evelin yang ia pegang


Evelin hanya tersenyum, melihat kehangatan Mahez.


Terdengar bel pintu berbunyi berulang ulang. Evelin pun beranjak ingin membuka, namun Mahez menahannya.


" Biarkan saja " kata Mahez


Evelin dengan nurut kembali duduk. Tak lama ponselnya berbunyi. Tertera nama Nihan di sana.


" Jangan diangkat " kata Mahez sambil mengambil ponsel Evelin dari tangannya.


" Tapi dia sahabatku, pasti dia sangat mengkhawatirkannya ku " jawab Evelin


" Aku tidak suka kamu dekat dengan orang lain, selain aku Eve " kata Mahez


" Tapi dia sahabatku, dia wanita Mahez " kata Evelin ngeyel


" Aku tidak perduli laki laki atau wanita " kata Mahez


Evelin hanya bisa pasrah dengan sikap posesif suaminya itu.


" Aku ingin di setiap kebersamaan kita, tidak ada yang mengganggu " kata Mahez sambil mematikan ponsel Evelin juga ponselnya.


Mahez membaringkan Evelin di sisi ranjang dan memeluknya erat. Seakan dirinya tidak bisa bertemu lagi dengan istri keduanya itu.


sampai pukul sembilan malam, Mahez ingin pergi. Dicium kening istrinya di lihat lekat lekat wajah Evelin.


" Maafkan aku Eve, yang terlalu gegabah membawamu dalam hidup yang rumit seperti ini. Bersabarlah aku akan meluruskan semua. siapa diantara kalian yang berbohong. Karena aku tak ingin menjalani hidup seperti ini " gumam Mahez dan berlalu meninggalkan Evelin yang tertidur pulas. Mahez tak tega membangunkan Evelin, karena sehari ini dia tidak mengijinkan Evelin turun dari ranjang dan hanya melayaninya.


*


*


Nura sangat marah mengetahui ponsel Mahez yang tidak aktif. Berulang kali dia mencoba menghubungi masih sama.


" Baiklah Mahez, kamu yang memulai ini. Aku tak mau rencana ku gagal, karena kamu membuka hati untuk Evelin lagi " gumam Nura


Terdengar suara mobil masuk kehalaman. Nura melihat dari Balkon, ternyata mobil Mahez. Tak lama Mahez membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


" Sayang.. kenapa ponselmu tidak aktif " tanya Nura yang masih menahan amarah


" Iya bateraiku lemah " jawab Mahez singkat


Mahez masuk kamar mandi mengganti pakaian dan tidur di ranjang. Nura ikut tidur dan mencoba memeluk Mahez, namun Mahez melepaskan.


" Mahez, apa kamu lupa dengan janji dwngan ibumu dulu. Kamu sudah berjanji akan selalu setia dan tidak menyakiti hatiku. Tapi kenapa sekarang kamu mengingkarinya. Ibumu tidak akan tenang di atas sana Mahez, dan itu semua karena kamu " kata Nura mulai emosi


" Kamu yang membuatku susah untuk punya anak, karena kamu mengabaikanku. Dan kamu sudah berjanji akan menuruti semua keinginanku Mahez, tapi kamu ingkari juga " kata Nura dwngan keras


Mahez terdiam, ingatanya menerawang saat ibunya masih hidup.


FLASH BACK ON


Kondisi kesahatan Ruri semakin memburuk. Dia dirawat dengan sepenuh hati oleh Nura. Karena bagaimanapun Ruri sangat menyayangi nya dan dia selalu bisa membuat Mahez menghangat dengan dirinya.


Mahez datang menjenguk ibunya di rumah sakit.


" Ibu, kamu harus sehat, agar ibu bisa cepat pulang " kata Mahez lembut karena melihat kondisi ibunya yang lemah


" Mahez.. berjanjilah pada ibu, sebelum ibu pergi nak " kata Ruri


" Mahez, satu hal yang bisa buat ibu bahagia, apa kamu mau mengabulkanya " kata ruri lembut


" Tentu " jawab Mahez tanpa ragu


" Aku ingin kamu selalu bersama Nura, jangan sekalipun kamu menyakiti hatinya, karena itu juga menyakiti hati ibu. Bahagiakan dia Mahez, seperti ibu membahagiakan mu dulu " kata Ruri dengan menyatukan kedua tangan Mahez dengan tangan Nura.


" Berjanjilah di depan ibu Mahez " kata Ruri lagi, karena tak mendengar jawaban Mahez


" Aku berjanji bu " kata Mahez yang ingin membuat bahagia ibunya.


Dan setelah itu ibunya Mahez menghembuskan nafas terakhirnya. Karena itulah Mahez selalu menuruti apa permintaan Nura, seperti janji pada Ibu nya yang akan membahagiakan Nura, seperti ibunya membahagiakanya dulu.


FLASH BACK OFF.


" Ingat Mahez, ibumu pasti kecewa dia akan menangis di atas sana dengan perlakuanmu padaku. Kamu mengingkari janjimu untuk selalu membahagiakan aku. Bukankah kamu sudah setuju menikah dengan Evelin, karena ingin membalaskan sakit hatiku. Bukan untuk mengabaikan dan menyakiti ku Mahez " kata Nura sambil menangis


Mahez meraih tubuh Nura. Di peluk dalam dekapannya.


" Maafkan aku Nura " kata Mahez dengan airmatanya yang menetes.

__ADS_1


Hati Mahez merasakan kesakitan yang amat dalam. Dia takut menyakiti hati ibunya di atas sana, tapi dia juga tidak ingin menyakiti Evelin.


" Berjanjilah padaku Mahez, kamu tidak akan menyakitiku lagi. Dan aku tidak ingin kamu menemui Evelin tanpa aku " kata Nura


Mahez hanya membelai rambut Nura, tanpa membalas jawaban itu. Nura tertidur di pelukan suaminya, karena sudah lama Mahez tak menyentuhnya. Hanya dengan di peluk Mahez membuatnya tertidur.


Mahez menyesal mengikuti saran Nura untuk menyakiti Evelin. Karena waktu itu, Nura memfitnah Evelin sering berganti pasangan membuatnya benci dan muak. Hingga dia tak takut jika harus menyakiti Evelin. Namun saat mengetahui kebenaran itu, membuat hati Mahez perih bagai tersayat belati.


" Kenapa harus seperti ini Tuhan " batin Mahez


Mahez sulit memejamkan matanya, ia beranjak menuju ruang kerjanya. Dia menyibukan diri dengan pekerjaan, sehingga membuatnya sedikit lupa dengan masalah hidupnya. Karena terlalu larut Mahez sampai tertidur di ruang kerjanya.


Nura terbangun, mencari keberadaan Mahez. Dia mencari di kamar mandi pun juga tidak ada. Akhirnya Nura mutuskan keluar kamar untuk turun. Dia berpikir Mahez sudah berangkat karena ternyata sudah pukul delapan.


Nura melewati ruang kerja, karena sedikit terbuka dia memutuskan untuk mengintip. Terlihat Mahez masih tertidur di kursi kebesaranya.


Nura menghampiri suaminya, dan membangunkan.


" Sayang... kenapa kamu tidur seperti ini " kata Nura membangunkan Mahez


Mahez menggeliat, dia melihat Nura dan tersenyum terpaksa


" Maafkan aku, aku tertidur di sini. Mungkin karena terlalu larut aku menyelesaikan pekerjaan " kata Mahez


" Bangunlah, dan kita sarapan bersama " kata Nura lembut


Mahez tersenyum mengangguk bertanda mengiyakan permintaan Nura. Keduanya keluar ruangan beriringan.


" Sayang, apa kamu akan ke kantor " tanya Nura


" Tidak, aku akan membawamu pergi ke suatu tempat nanti " jawab Mahez


" Baiklah " kata Nura sangat bahagia karena ancaman nya berhasil membuat Mahez menghangat.


Mahez membawa Nura mengunjungi makam ibunya.


" Ibu...Aku akan memenuhi janjiku, walaupun itu sakit namun aku akan mengahadapinya. Ini semua untukmu ibu, karena aku ingin membuatmu bahagia " batin Mahez


" Ibu.. aku sangat bahagia, Mahez sangat baik padaku. Aku nyakin kamu juga melihatnya " kata Nura dengan meletakan bunga di pusara ibunya Mahez.


Keduanya pergi meninggalkan makam. Nura sangat bahagia, karena Mahez mau membawa ke makam ibunya bersama. Karena biasanya Mahez selalu sendiri ke sini.

__ADS_1


__ADS_2