
" Sial.....! " gerutu Nura sambil berjalan masuk ke toilet. Dia berdiri di depan cermin dan menatap pantulannya. Diusab usab bibirnya yang dicium Arjun.
Di meremas kartu nama yang di berikan itu lalu membuangnya ke tong sampah, namun ia ambil kembali, karena dia pikir ulang jika ia tidak memenuhi keinginan Arjun, itu berarti Arjun akan mengirimkan video syur pada Mahez. Dan itu tidak boleh terjadi, karena itu bisa membuat hancur rencananya untuk mendapatkan aset berharga milik Mahez.
" Lebih baik aku turuti dulu keinginannya. Arjun bukan orang sembarangan, aku harus lebih berhati hati. " gumam Nura meninggalkan toilet
Terlihat Mahez belum kembali ke ruangannya. Nura merapikan lipstik yang hilang karena di cium Arjun tadi. Nura masih melamun kenapa dia bisa begitu ceroboh bermain seperti itu dengan lelaki yang tidak ia tahu seluk beluknya.
" Sial... Aku pikir dia hanya bartender biasa, Semakin sulit aku mengusai harta Mahez. Kecuali jika Arjun mau membantuku. Baiklah, aku harus mengikuti permainannya dulu, baru setelah itu aku kuasai keduanya. " batin Nura tersenyum
" Nura ini sudah sore, kamu bisa kembali. Aku tidak pulang hari ini. " kata Mahez berlalu keruangannya, namun Nura mengikuti di belakanganya. Setelah di ruangan Nura mengunci pintu kantor. Mahez yang tahu pun berbalik dan menatap Nura.
Nura berjalan lenggak lenggok mendekati Mahez dan memeluknya.
" Mahez... aku sangat merindukanmu. Aku ingin kita seperti dulu. Seperti perjanjian kita sebelum kamu menikahi Evelyn. Kenapa sekarang kamu sangat berubah Mahez. Aku istrimu Mahez, akulah istri sahmu. Kenapa kamu tak adil seperti ini padaku. " kata Nura sambil menciumi wajah Mahez.
Merasa tak mendapat penolakan, Nura memberanikan diri mencium bibir Mahez. Di pandang wajah tampan suaminya yang sedang memejamkan mata, Nura tahu jika Mahez sedang menahan hasrat. Dia semakin agresif dengan berani membuka kancing bajunya hingga terlihat bra berwarna biru dongker membalut dadanya.
Mahez masih berdiri, dia menatap dada Nura yang padat berisi walaupun tidak terlalu besar. Hingga Nura menanggalkan bajunya hanya memakai bra saja, dia kembali mencium bibir Mahez, runtuh sudah dinding pertahanan Mahez, dia pun terlarut dalam godaan Nura, selama ini dia menahan untuk tidak menyentuh, namun saat Evelyn pun juga menolaknya, membuat hasrat Mahez membludak, Mahez pun membalas ciuman Nura, mereka saling berpagut sangat panas. Mahez benar benar hilang kembali tangannya mulai turun menyentuh dada Nura, Mahez mulai membuka matanya, namun seketika dia teringat wajah Evelyn yang sayu saat dia mencumbunya. Hilang sudah hasrat itu. Jiwa kelakiannya pun mulai turun.
Mahez mulai mendorong tubuh Nura, dia mengambil kemeja yang di jatuhkan Nura tadi dan menyampirkan di tubuh Nura menutupi dadanya.
" Ini di kantor Nura, Kita sebagai atasan tidak seharusnya seperti ini. Kita harus membedakan pekerjaan dan hal pribadi. Pulanglah. " kata Mahez menolak halus Nura. Karena jika ia menolak dengan kasar, itu bisa berimbas pada Evelyn lah yang di celakai. Mahez lebih berhati hati dalam menangani Nura.
Nura tak percaya, jika rayuannya tidak berhasil. Selama ini tak ada satu lelaki pun yang menolaknya, namun Mahez sudah sering kali menolaknya. Bahkan tidak pernah menjamah tubuhnya.
" Kamu akan membayar penghinaan ini Mahez. " kata Nura setelah mengancingkan bajunya kembali. Dia berbalik membuka pintu dan membantingnya begitu saja.
Mahez mengusap kasar wajahnya, Dia sendiri bingung. Apa yang hatus dia lakukan. jika dia menceraikan Nura sekarang tanpa alasan, itu berarti dia harus kehilangan semua fasilitas miliknya.Namun jika ia terus melanjutkan hubungan seperti ini, itu akan menyakiti semua. Termasuk dia sendiri yang akan terluka, karena dia tidak bisa hidup dengan wanita yang tidak ia cintai.
" Maafkan aku Eve, aku khilaf. " sesal Mahez pada dirinya sendiri.
Mahez pun menghubungi nomor Eve, untuk memastikan keadaannya.
__ADS_1
" Halo..." jawab di seberang sana.
" Sayang... Aku sangat merindukanmu. " kata Mahez menahan tangis penyesalan
" Mahez..? " tanya Eve memastikan. Karena suara Mahez sedikit berbeda seperti sedang menangis
" Eve... kamu baik baik saja bukan? " tanya Mahez khawatir
" Aku baik baik saja Mahez, kenapa denganmu? are you oke ? tanya Evelyn
"I' m not oke. I want you now. " kata Mahez
" Mahez, kenapa sekarang kamu berubah melo seperti ini. Ada apa denganmu? " tanya Eve
" Kamu yang berubah padaku Eve, kamu tak pernah perduli perasaanku saat ini. Kenapa kamu mengabaikanku Eve? Kenapa ? tanya Mahez
Evelyn di buat bingung dengan tingkah suaminya.
" Seharusnya aku yang hamil aku yang manja, tapi kenapa justru Mahez yang cengeng dan melo seperti ini. " batin Evelyn
" Kami..? " Mahez tak mengerti arah ucapan Evelyn
" Iya sayang. Aku dan Baby sangat merindukanmu. " kata Evelyn menyakinkan suaminya agar tidak bersedih.
Mahez sangat bahagia mendengar ucapan Evelyn untuk pertama kalinya memanggil sayang.
" Eve... bisakah kamu mengulanginya kamu memangilku apa tadi? " kata Mahez yang tak puas dengan satu kata dari Eve
" Panggil apa? Bukankah biasa aku memanggilmu Mahez. " kata Eve menjadi malu tak ingin mengulang panggilannya.
" Eve... Aku akan sangat bahagia jika kamu selalu memanggilku sayang. " kata Mahez jujur
" Lalu kenapa kamu tak memanggilku seperti itu? " tanya Eve
__ADS_1
" Mulai sekarang aku akan memanggilmu sayang. " kata Mahez
" Baiklah sayang, aku masih ada satu pertemuan lagi dengan klient. " kata Mahe yang melihat Aldo masuk ke dalam ruanganya
" Wanita atau pria ? " Eve bertanya
" Jika wanita apa kamu akan cemburu? " tanya Mahez
" Tentu saja iya, sekalipun kamu bersama Nura sejujurnya aku juga cemburu. " kata Eve lirih
" Percayalah, walaupun istriku dua, namun hanya kamu yang bisa memilikiku seutuhnya. " kata Mahez
" Benarkah, bagaimana aku bisa tahu jika kamu berkata jujur. " tanya Eve
" Karena sekarang kamu mengandung baby. Dan hanya kamu yang boleh mengandung anak ku. Sekalipun Nura, aku tak akan pernah menjamahnya. " kata Mahez mantap
" Baiklah sayang, aku tutup ya. I love you. " kata Mahez
" I want you. " kata Evelyn menggoda
" Really?? " tanya Mahez sangat bahagia
" Of course " jawab Evelin mantab
" Tunggu aku dua hari lagi, kamu akan memilikiku seutuhnya. " kata Mahez tersenyum bahagia
" Bye.." kata Mahez
" Bye... Muach. " kata Evelin sambil mematikan panggilan karena malu, dia tak menyangka seberani ini pada Mahez
Mahez sebenarnya kaget dengan ciuman Evelin di telepon. Dia kembali bisa tersenyum,mendengar suara Evelyn yang sudah mulai melunak, dan mulai menunjukan kembali perhatiannya.
Aldo pun di buat tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Jika selama ini Tuannya sangat dingin pada siapa pun termasuk Nura, tapi sekarang dia mendengar Tuannya berbicara layaknya seorang ABG yang sedang jatuh cinta pada masa pubernya.
__ADS_1
" Apa yang kau pikirkan Aldo. Cepat kita berangkat. Semakin cepat urusan kita selesai, semakin baik. " kata Mahez dingin dan merapikan jaznya.
" Baik Tuan. " jawab Aldo singkat, langsung mengekor di belakang Mahez untuk menghadiri makan malam di sebuah restoran bersama klientnya