Kisah Cinta Evelyn

Kisah Cinta Evelyn
BAB. 55


__ADS_3

" Tentu saja kami saling mencintai, bahkan hari ini Aldo mengirim berkas pendaftaran pernikahan kita. Kamu tenang saja Elia, aku akan mencintai kakak mu, seperti dia mencintaiku, dan aku akan setia pada kakak mu, seperti kakak mu setia pada ku. Karena kesetiaan adalah yang paling penting dalam kamus hidup ku. " kata Nihan


Elia pun tersenyum tenang, karena Nihan mengutarakan perasaan nya di depan Reyhan, itu tandanya jika Nihan lebih memilih Aldo dari pada lelaki di samping nya ini. Karena Elia tahu jika Reyhan saat ini juga sedang mengejar Nihan.


" Baiklah, banyak tugas yang harus ku kerjakan. Aku masuk ke dalam dulu. " kata Nihan pamit.


Reyhan berjalan di belakang Nihan tanpa suara. Sebenarnya Nihan tahu, tapi dia sudah tak perduli lagi. Rasa sakit hati saat Reyhan bersama wanita lain itu sangat perih. Lagi pula Nihan sudah merasa sangat tidak pantas untuk lelaki sebaik Reyhan.


Saat Nihan memegang pintu ruangannya, Reyhan memanggilnya, sehingga dia menghentikan dan tak jadi membuka pintu ruangannya.


" Nihan. "


Nihan diam saja tanpa menjawab bahkan tanpa menoleh, dia masih diam mematung.


" Kenapa kamu lakukan ini pada ku. Kenapa kamu memberikan harapan palsu jika kamu memilih laki laki itu. Kamu membicarakan kesetiaan tapi kamu sendiri membuka harapan padaku, apa itu di sebut kesetiaan. Ini tidak adil untuk ku Nihan. " kata Reyhan.


Nihan membuka pintu ruangannya tanpa menjawab dia bahkan menutup kembali pintu itu. Nihan berjalan di kursi ruangan nya, di pijat pelipis kepalanya, pusing yang ia rasakan saat ini.


Reyhan membuka pintu itu lalu masuk.


" Katakan padaku jika yang kamu katakan pada Elia tadi adalah bohong Nihan. " kata Reyhan


Nihan menarik nafasnya dan membuang perlahan.


" Tidak ada kebohongan dalam hidup ku Rey, kamu harusnya mengenalku. Minggu depan aku akan melangsungkan pernikahan ini. Lagi pula bukan kah kamu sebentar lagi juga menyusul, bagaimana jika pernikahan kita di samakan saja. " jawab Nihan

__ADS_1


" Jangan membalikan fakta yang tidak aku lakukan Nihan, harusnya kamu dapat merasakannya jika aku mencintaimu sejak masih kuliah, harusnya kamu sadar, jika aku mencari mu setelah pendidikan ku selesai untuk mempersunting mu. Tapi dalam satu malam kamu membuangku begitu saja. Katakan, alasan apa yang kamu berikan untuk bisa ku terima. " kata Reyhan berat


" Kamu memberikan sebuah harapan, lalu kamu pergi begitu saja tanpa pamit saat selesai kuliah dulu, dan kamu menolak panggilan dari ku saat kamu bersama wanita lain, bahkan kamu menertawakan ponselmu saat aku melakukan panggilan itu. Apa itu yang di sebut cinta, sudahlah Rey, antara kita tidak perlu di jelaskan. Apa yang menjadi keputusan ku tidak akan aku rubah. " kata Nihan.


" Aku pergi dulu, karena aku belum ada keberanian untuk mengungkapkan Nihan, saat aku sampai di Indonesia, kamu justru berada di Jerman, aku mengirimkan sebuah surat berisi pernyataan cinta dan semua foto foto masa kuliah kita dulu Nihan. Jangan bilang kamu tidak menerimanya. " kata Reyhan


" Aku memang tidak menerima apa pun dari mu Reyhan. " jawab Nihan


" Nihan. Aku mencintaimu, aku ingin kita menikah, aku sudah mempersiapkan segalanya untuk keluarga kita. " kata Reyhan mendekati Nihan.


" Berhenti di sana. Kembali lah Rey, alasan mu tak bisa merubah keputusan ku. Kembalilah pada wanita itu, aku hisa melihat jika dia sangat mencintaimu, kalian sangat cocok " kata Nihan


" Aku dan risa hanya berteman, dia hanya membantuku memilihkan sebuah cincin untuk mu. " kata Reyhan memperlihatkan sebuah cincin sangat elegan dan cantik.


" Maafkan aku Nihan, kita bisa membeli kembali. Aku bisa membuang cincin ini jika kamu mau, Aku sudah mempersiapkan sebuah rumah sakit untukmu, atas nama mu Nihan. Aku mempersiapkan ini, karena aku ingin memberimu kejutan. " kata Reyhan panik karena Nihan menolak dan marah padanya.


" Aku tak bisa Reyhan. Aku tak pantas untukmu. " jawab Nihan lagi


" Nihan, beri aku kesempatan. Aku tahu kamu juga mencintaiku. " pinta Reyhan memohon


" Aku mencintaimu, hanya sampai kemarin. Sejak kamu mengabaikan panggilanku,baku sudah bertekad jika kamu bukan jodoh baik untuk ku. " kata Nihan


" Tapi aku juga berbalik menelpon mu, tapi tak ada satu pun yang kamu angkat, aku mengirimkan banyak pesan untuk mu, tapi tidak ada yang kamu balas. Mari kita sama sama memaafkan Nihan, kita buka lembaran baru. " Kata Reyhan halus.


" Tidak bisa Rey, sejak kamu tak mengangkat panggilanku dan kamu bersama wanita itu, aku sudah bertekad untuk melupakan mu. " kata Nihan merapikan berkas berkas di mejanya.

__ADS_1


" Aku tahu kamu cemburu, kamu juga mencintaiku Nihan. " kata Reyhan dengan meraih tubuh Nihan kedalam pelukan nya.


Nihan segera mendorong Reyhan dari pelukan itu. Nihan takut ada yang melihat dan akan menjadi kesalah pahaman untuk hubungan nya dengan Aldo.


" Sudah Reyhan, aku cemburu atau tidak pun, itu sudah berlalu. Karena kesalah pahaman ini yang membuat kita tidak berjodoh. " kata Nihan


" Tapi semua belum terlambat Nihan, aku bisa menarik berkas pernikahan mu, dan mengganti dengan milik kita. " kata Reyhan ngeyel


" Reyhan, aku tak pantas untuk mu, aku sudah wanita kotor, carilah wanita yang seutuhnya yang bisa kamu miliki, karena aku sudah tidak bisa memberikanya padamu lagi. Kesalah pahaman ini membuatku melakukan kesalahan, dan itu bersama Aldo. Jadi lupakan aku. " kata Nihan melewati Reyhan


Reyhan menarik tangan Nihan dan mencium paksa bibirnya. Nihan berusaha memberontak, dia seperti tidak mengenal Reyhan. Nihan mendorong tubuh Reyhan dari pelukannya, dan menampar keras pipi Reyhan.


Tanpa berkata Nihan membuka pintu namun di hadang kembali oleh Reyhan.


" Aku akan menerima mu apa adanya Nihan, aku tak perduli kamu masih suci atau tidak. Asalkan aku bisa hidup bersama dengan mu Nihan. " ucap Reyhan


" Bagaimana jika aku hamil, dan itu adalah anak Aldo, apa kamu masih mau merawatnya. " kata Nihan


Reyhan terdiam sejenak, dia tidak bisa membayangkan jika dia menikah namun merawat anak yang bukan darah dagingnya.


" Aku akan merawatnya seperti anak kita. percayalah padaku Nihan. " kata Reyhan putus asa.


" Lalu apa Aldo akan membiarkan anaknya di rawat oleh mu? tanya Nihan membuka pintu lalu keluar


" Aku tak akan rela anak ku di rawat, atau bahkan di sentuh oleh lelaki seperti kamu. " ucap Aldo yang sudah berada di depan pintu. Entah sudah berapa lama dia berdiri di situ, yang jelas raut wajah Nihan sangat panik, dia tidak ingin membuat keributan di rumah sakit ini.

__ADS_1


__ADS_2