Kisah Cinta Evelyn

Kisah Cinta Evelyn
BAB. 31


__ADS_3

Setelah permainan panas, mereka pun membersihkan diri. Arjun membantu Nura menggosok punggungnya. Mereka mandi layaknya sepasang suami istri.


Tanpa rasa malu Nura memakai baju yang sudah di persiapkan Arjun untuknya. Arjun mensedekapkan kedua tangannya dan pandangannya tak lepas dari tubuh indah Nura.


Nura berjalan mendekati Arjun, Dia tahu Arjun mengagumi tubuhnya. Namun Nura sadar diri jika Arjun tidak mencintainya. Ia tahu Arjun hanya sebatas menginginkan tubuhnya.


" Arjun, bisakah aku pulang malam ini. Aku tak mau Mahez curiga terhadap kita. " kata Nura lembut dan mengalungkan kedua tangannya di leher Arjun.


" Aku tak suka jika kita sedang berdua kamu menyebut nama suamimu. " kata Arjun dingin


" Inilah kenyataan Arjun, aku ini istrinya. Bagaimana pun kita melakukan ini hanya sebatas pelampiasan. Apa aku bisa menganggap jika kamu sedang cemburu padanya? Tentu tidak bukan? " kata Nura


" Mana mungkin aku cemburu. Aku hanya tak suka jika aku di saingi. Saat kamu bersamaku, harus hanya aku pusatmu. Jangan pusat pikiranmu pada laki laki lain, siapapun itu, termasuk juga Mahez. " kata Arjun


Nura tersenyum kecut, jika menjawab pun percuma, itu hanya akan menyebabkan emosi Arjun. Dan Nura tidak mau itu terjadi, karena akan berbahaya jika sampai Arjun marah padanya


" Baiklah. Sekarang apa aku harus menemanimu sampai pagi, sampai Mahez mendatangi kita, dan dia menceraikan aku, lalu aku akan kembali jadi gelandangan dan kamu akan menertawakan aku. " kata Nura lembut dengan sedikit manja seolah menggoda padahal dia mengucapkan yang sebenarnya.


" Sudahlah Nura, bilang saja kamu tidak ikhlas menemaniku. Pergilah. " kata Arjun berjalan menuju walk in closed mencari pakaian ganti, karena dia masih menggunakan bath robe.


Nura mengikuti Arjun di belakang dan memeluknya dari belakang.


" Aku pasti akan merindukan malam indah kita. " kata Nura manja.


Arjun berbalik menatap Nura dan tersenyum.


" Pulanglah. Tapi besok kita harus bertemu kembali. " kata Arjun luluh.


Nura tersenyum bahagia mendapati Arjun yang sudah melunak. Karena bagi Nura, Arjun adalah senjata yang bisa diandalkan. Selain pintar Arjun juga tak kalah kaya dengan Mahez. Tapi Nura tak mau berbangga diri, karena bisa saja Arjun akan mencampakannya setelah bosan nanti seperti wanita sebelum sebelumnya.


" Tentu sayang. " kata Nura manja dan mencium bibir Arjun


Nura diantar Arjun sampai masuk dalam mobilnya. Nura mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Terlihat dari wajahnya jika dia sedang marah.


" Sial...sial .....sial. Bagaimana bisa dia tahu semua tentang diriku. Siapa sebenarnya kamu Arjun. Kenapa hidupku sangat sial seperti ini. " kata Nura sambil memukul mukul setir mobilnya. Dia kembali melajukan mobilnya kerumah yang di tempatinya.

__ADS_1


Sampai rumah Nura segera masuk kamarnya, dia berharap Mahez hari ini benar benar tidak pulang. Pikiran dan tubuhnya sangat lelah, karena Arjun benar benar penggila dalam hal ranjang.


*


*


Setelah selesai melakukan pertemuan makan malam dengan relasinya, Mahez memutuskan untuk pulang ke apartemen nya sendiri. Dia tidak ingin untuk kedua kalinya dia terbuai rayuan Nura. Dan juga dia tidak ingin menyakiti Nura dengan menolaknya terus menerus.


" Pulanglah Aldo.. hari ini sungguh melelahkan. " kata Aldo sambil memijat pelipis kepalanya dengan memejamkan matanya.


" Baik Tuan. " kata Aldo sambil berbalik


" Aldo, apakah kamu tahu cara membahagiakan seorang wanita? " tanya Mahez sambil membuka matanya menatap Aldo


Aldo berhenti dan kembali berbalik, namun diam tidak menjawab, dia sendiri juga tidak tahu bagaimana cara mendekati wanita, apalagi harus membahagiakannya.


" Sudahlah, kamu juga sama seperti ku tidak mengerti tentang wanita. Apalagi dirimu, sampai sekarang masih melajang. Apa kamu akan terus sendiri nantinya Aldo, uruslah dirimu, jangan hanya mengurusi ku. Kasian juga Elia tidak mau menikah karena tidak mau mendahului kamu. Apa perlu aku mencarikan pasangan untukmu Aldo? " tanya Mahez.


Aldo masih terdiam tidak menjawab lagi, dia hanya menunduk.


" Apa tidak sebaiknya anda istirahat dulu Tuan, aku takut Anda justru akan sakit karena kecapekan. Dan itu akan merepotkan Nona " kata Aldo memperingati


" Setelah bertemu Evelyn, lelahku pasti akan hilang. Lagi pula aku tidak percaya dengan curut jelek itu. " kata Mahez


Aldo pun keluar, dia diam saja karena tahu Mahez tidak suka di bantah.


Pagi harinya Aldo menjemput Mahez untuk mengadakan pertemuan dengan Arjun di kantornya.


" Semoga kerja sama kita terjalin dengan baik. " ucap Mahez tulus


" Tentu... " jawab Arjun membalas jabat tangan Mahez


Mereka berjalan beriringan keluar ruangan, Nura pun hadir diantara mereka namun keduanya tidak menunjukan gelagat yang mencurigakan di depan Mahez.


Hanya sempat berbalas pesan saat meeting di mulai tadi.

__ADS_1


" Aku akan menanda tanganinya jika kita bisa bertemu nanti pukul tujuh malam. " pesan dari Arjun


" Kenapa harus pukul tujuh, apa kamu punya kesibukan jika selepas kerja? " pesan dari Nura


" Pukul lima deal. " Pesan dari Arjun


" Deal. " pesan dari Nura


Nura tidak ikut mengantar turun Arjun. Keduanya sangat pandai menutupi jika ada hubungan terlarang.


Mahez kembali keruang kerjanya, untuk menyelesaikan pekerjaan yang akan ia tinggalkan beberapa hari ke depan.


" Tuan, saya sudah menyiapkan penerbangan Anda. " kata Aldo


" Kita undur saja keberangkatan kita Aldo, aku akan menyelesaikan dokumen ini dulu. Kamu siapkan saja penerbangan terakhir untuk ku. " kata Mahez dengan mempelajari dokumen yang dia pegang.


" Baik Tuan. " kata Aldo kemudian dia keluar


" Mahez, apa kamu akan pergi " tanya Nura yang tanpa sengaja mendengar pembicaraan dengan Aldo tentang penerbangan.


" Aku ada kunjungan bisnis di tiga negara dalam seminggu ini Nura, ku harap kamu bisa bekerja dengan baik selama aku tidak ada. " jawab Mahez tanpa melihat.


Nura mendekati Mahez, duduk di kursi yang berhadapan dengan Mahez.


" Mahez, tidak bisakah kamu bersikap seperti dulu. Aku tahu aku salah, menyuruhmu menikah karena untuk membalas sakit hatiku. Tapi apa tidak bisa jika aku berubah, aku menyesal Mahez, aku ingin kita kembali seperti dulu. " kata Nura mengiba


" Nura, apa kamu tidak menyadarinya, kita menikah karena sesuatu yang tidak pernah aku lakukan, aku harap kamu mau mengerti keadaan. " kata Mahez dingin


" Tapi setidaknya berikan aku kesempatan Mahez, aku ingin kamu berubah seperti saat ibumu masih hidup, seperti janjimu padanya dulu Mahez. " kata Nura memegang tangan Mahez


" Nura, aku sudah memberimu kesempatan, namun kamu mengabaikanku dengan menghadirkan evelyn, bahkan kamu memfitnahnya. " jawab Mahez


" Mahez, aku menyesal. Beri aku kesempatan satu kali lagi Mahez. " jawab Nura


Mahez tak menjawab permintaan Nura, keduanya hening tak bersuara. Hingga Nura memutuskan keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2