Kisah Cinta Evelyn

Kisah Cinta Evelyn
BAB. 51


__ADS_3

" Apa kamu akan terus mematung seperti itu. Cepat kita berangkat sebelum terjebak macet. " kata Aldo menarik tangan Nihan.


Nihan akhirnya mau tak mau mengikuti kemauan Aldo, untuk segera bergegas kerumahnya. Lagi pula jika perutnya kenyang pasti ia akan mengantuk lalu tidur, jika hanya berdiam diri.


Pada saat Aldo membuka pintu bersamaan ada Mahez sudah di depan pintu, ingin mengetuk pintu.


Mahez menurunkan tangannya, menatap Aldo tak enak, karena sebelumnya Aldo sudah meminta ijin untuk menyelesaikan urusan percintaan nya. Dan Mahez juga tau, pasti saat ini ada Nihan di apartemen itu. Tapi karena dia tidak bisa menolak permintaan istri tercintanya, mau tak mau Mahez menuruti keinginan Evelyn, walaupun itu semua juga kesalahan Mahez, tanpa sengaja menceritakan jika dia baru saja makan dimsum buatan Aldo yang sangat enak. Evelyn yang sedang mengandung pun akhirnya merajuk ingin di buatkan saat itu juga, dan tidak mau jika hanya di belikan di resto siap saji atau mini market yang fress.


" Aldo, istriku ngidam ingin makan dimsum yang kau buatkan tadi pqgi untuk ku. " kata Mahez.


Aldo melihat Evelyn tersenyum kaku padanya. Mungkin Evelyn sungkan pada Aldo


" Baik Tuan. " Aldo berbalik tanpa ada penolakan, dia langsung mengerjakan yang di perintahkan Tuannya.


" Nihan...? " seketika Evelyn memanggil seseorang yang berdiri kaku di belakang pintu.


Nihan hanya bisa tersenyum kaku pada sahabatnya. Tanpa tahu harus menjelaskan bagaimana dan kenapa ia bisa berada di sini, karena Nihan tahu Evelyn pasti mengejar minta penjelasan.


" Pantas saja ku hubungi tak kamu angkat, jadi kamu sedang kencan? " kata Evelyn.


Nihan melambaikan tangan, bertanda tidak seperti yang di bayangkan.


" katakan padaku, sebenarnya Reyhan atau Aldo yang kau pilih, jangan plin plan seperti ini. Jangan bilang kamu membuang Reyhan karena Aldo mendekatimu? " bisik Evelyn di telinga Nihan.


Nihan hanya tersenyum kecut karena sebenarnya Reyhan lah yang sudah mencampakan nya.


Mahez menarik istrinya dalam dekapan.


" Apa yang kamu bisikan padanya, bisik kan padaku. Ingat Evelyn kamu hanya di ijinkan untuk memperhatikan aku saja. " kata Mahez


Evelyn hanya gelagapan mendengar penuturan suaminya. Sebenarnya dia ingin sekali marah tapi takut Mahez lebih marah.


" Aku hanya bertanya apa yang nihan lakukan disini. " kata Evelyn berbohong dan membisiki Mahez.

__ADS_1


" Aku tak perduli apa yang dia lakukan di sini. Lebih baik kamu bisikan aku mencintaimu. " kata Mahez dengan menunjuk telinganya.


Nihan yang melihat pun bergidik ngeri, melihat ke alay an seorang ceo Mahez.


" Jangan mencampuri urusanku, lebih baik kamu temani Aldo membuatkan dimsum untuk Evelyn. " kata Mahez menatap pada nihan.


" Siapa juga yang ingin mencampuri urusanmu, urusanku saja lebih rumit. " kata Nihan bersungut.


" Jika tidak ingin mencampuri urusan keluarga kami, lebih baik kamu ke dapur. " kata Mahez dingin.


Evelyn yang tidak enak ingin melerai cekcok mulut suami dan sahabat baiknya .


" Mahez... Nihan tidak biasa memasak, ayo ikut dengan ku, kamu berhutang cerita padaku. " kata Evelyn dengan menarik tangan kanan Nihan agar mengikutinya duduk di sofa bersamanya.


Mahez menahan tangan Evelyn, untuk melarang Nihan ada diantara mereka, karena Mahez sejujurnya ingin membantu Aldo agar lebih dekat dengan nihan.


" Nihan, tak baik jika kamu diantara kami. Bisa jadi kamu akan jadi pelakor, karena seringnya kita bertiga. " kata Mahez.


" Tuan Mahez yang terhormat. Saya sama sekali tidak tertarik dengan seorang ceo macam kau. Sangat alay, dingin dan juga posesif. Aku bisa mendapatkan lelaki yang lebih tampan dari Anda, lebih hambel, dan yang pasti selalu menciptakan suasana hangat, tidak seperti diri Anda, yang dingin seperti kembang es di dalam kulkas. Sangat tidak diharapkan. " kata Nihan yang mulai emosi akhirnya berjalan menuju dapur.


" Anda ini sangat menyebalkan ya, evelyn kamu harus bisa membenahi mulut suamimu, jika tidak... jangan salahkan aku menyumpalnya dengan roti bantal. " geram Nihan


Evelyn yang melihat suaminya masih ingin beradu mulut dengan menjawab lagi akhirnya di bungkam dengan kedua tangan nya.


" Mahez... Jika kamu menjawab satu kata lagi, aku akan marah. " bentak Evlyn, dia ikut pusing melihat suami dan sahabat baiknya bermusuhan seperti kucing dan tikus saat bertemu.


Nihan akhirnya bisa tertawa puas melihat Mahez bungkam ketakutan. Mahez takut jika Evelyn akan marah, dan mengacuhkan dirinya seperti kemarin kemarin.


" Cih...ceo tapi bucin. mulut setajam belati, tapi masih takut sama istri. " kata Nihan


" Nihan.... cukup. Atau aku akan marah juga padamu. " kata Evelyn.


Akhirnya Nihan duduk di kursi memandang Aldo sedang mengukus dimsum permintaan Evelyn. Jika sedang memasak Aldo seperti mengacuhkan hal di sekitarnya, dia sangat serius.

__ADS_1


Nihan sibuk melihat ponselnya, ada banyak panggilan dari Reyhan yang ia abaikan. Nihan sengaja mematikan ponselnya tadi. Setelah ponselnya aktif, begitu banyak pesan dan panggilan yang masuk. Akhirnya Nihan mensilent ponselnya agar tidak menganggu orang di sekitarnya, terutama Mahez pasti akan protes, dan banyak cakap.


Aldo berjalan melewati Nihan begitu saja. Dia memberikan dimsum yang dibuat tadi, kebetulan tinggal menghangatkan saja, karena sisa pembuatan tadi pagi di taruh di kulkas.


" Ini Nona, dimsumnya sudah siap. " kata Aldo


Evelyn menerima dengan senang hati. Air liurnya sudah seperti ingin menetes.


" Terima kasih Aldo. Maafkan saya jadi menganggu kencan kalian. " kata Evelyn tak enak hati.


" Jangan sungkan Nona, kalian adalah prioritas saya. " kata Aldo.


Aldo berbalik ke dapur dan menghampiri Nihan yang masih sibuk dengan ponselnya.


Aldo merampas begitu saja ponsel Nihan dan mengantongi di saku celananya.


" Kembalikan. " kata Nihan


" Jika kamu mau, ambil sendiri. " jawab Aldo dengan mengarahkan pandangan matanya ke saku celana.


" Kau pikir aku takut. " jawab Nihan dengan berdiri, dia ingin mememasukan tangannya di saku celana Aldo yang begitu sempit.


Nihan mengurungkan niatnya, karena dia memasukan tangan nya dalam belum menemukan ponselnya.


" Nihan kau itu panas sekali, sampai tak bisa menahanya ada kami di sini. " kata Mahez yang menyalah artikan posisi Nihan.


" Tutup mulutmu. Atau aku yang akan menutupnya dengan dimsum istrimu. " kata Nihan yang emosi ponselnya di sita Aldo tapi masih di ejek oleh suami temannya.


Evelyn tak menggubris istri dan temannya yang terus beradu mulut, dia sibuk menikmati dimsum buatan Aldo yang membuatnya benar benar lupa apapun yang ada di sekitaran nya.


" Aldo berikan ponselku. Aku sedang malas berdebat. " kata Nihan


" Jika kamu mau, kamu bisa ambil sendiri, bukan kah sudah ku katakan tadi. Lagi pula, apa kamu tidak ingin merasakan dimsum buatanku. " kata Aldo yang ingin menyuapkan sepotong dimsum ke mulut Nihan.

__ADS_1



__ADS_2