Kisah Cinta Evelyn

Kisah Cinta Evelyn
BAB. 53


__ADS_3

Mahez memberhentikan mobilnya di depan mini market. Dia bingung harus keluar atau tidak. Bagaimana pun dia adalah petinggi perusahaan, belum pernah ada yang berani memerintah atau mempermalukannya. Tapi sekarang istrinya pun ikut mengerjai dirinya.


Akhirnya Mahez memutar balik mobilnya keluar parkir mini market tersebut, tanpa mau mempermalukan diri sendiri, saat di perjalanan dia mengingat jika Evelyn mengacuhkan dan tak ingin di sentuh, membuat pikiran Mahez berubah lagi.


" Sial. Untuk pertama kalinya aku merasa bodoh. " kata Mahez


Akhirnya dia pun menyusun rencana nanti untuk meminta bayaran lebih pada Evelyn. Mahez pun berbalik menuju mini market itu kembali.


Mahez keluar menuju mini market tersebut. Dengan berwibawa dia memasuki area pembalut wanita. Seorang spg yang berdandan sangat seksi mendekati Mahez.


" Selamat datang Tuan, bisa saya bantu? " tanya spg itu


" kamu ambilkan stok pembalut wanita di sini yang bersayap. " kata Mahez percaya diri.


" Merk apa Tuan? " kata spg itu


" Dari semua merk yang kau jual disini ." kata Mahez


" Baik Tuan. " jawab spg itu sambil berlalu.


Spg itu kembali membawa satu troli penuh pembalut wanita dari berbagai merk.


" Ini Tuan, " kata spg itu


Mahez pun mengeluarkan satu gepok uang ratusan ribu, dan memberikan pada spg itu.

__ADS_1


" kamu antrikan dan bayar, aku tunggu di mobil, sisa uangnya bisa kau ambil. " kata Mahez menunjuk mobilnya di luar.


Spg itu dengan senang hati menerima uang itu dan mengantrikan pesanan. Setelah semua selesai dia menemui Mahez di parkiran dan menaruh di bagasi belakang sesuai perintah Mahez.


Mahez tersenyum walau tanpabantuan Aldo dia masih bisa mengerjakan tanpa rasa malu. Walau dalam mini market sudah gempar dengan gosip pengusaha kaya membelikan pembalut untuk wanita nya.


Dengan percaya diri dia masuk ke apartemen Aldo, dia menaruh dua kantong besar berisi pembalut tepat di tubuh Nihan hingga menutupi semua badan nya.


" Kamu makan semua pembalut itu, bukan hanya satu kantong, dua kantong ku belikan, sampai satu tahun bukan? " tanya Mahez jengkel. Dia menarik Evelyn berdiri dari duduknya.


" Kita pulang. " kata Mahez jengkel


" Tapi sayang, dimsumnya belum habis. " kata Evelyn yang hanya memperhatikan makanan saja dari tadi


" Kamu harus menerima hukuman, tidak bisa tidak. Aldo bungkus semua dimsum itu tanpa sisa. " kata Mahez


Mahez dan Evelyn keluar apartemen, dengan mulut Evelyn yang masih penuh makanan.


" Nihan jangan lupakan pasien ku. " teriak Eve, yang langsung di tarik oleh Mahez


Setelah semua pulang, Nihan masih seperti mimpi hari ini penuh dengan kejutan, Dia bertemu dengan orang orang dekat di sekitarnya.


" Kita berangkat sekarang. " kata Aldo yang melihat Nihan bengong


Nihan menatap Aldo dengan intens. Dia berharap Aldo bisa seperti Mahez.

__ADS_1


" Aldo, apa alasan mu selalu menuruti perintah Mahez tanpa penolakan sedikit pun? " tanya Nihan


" Karena Tuan Mahez, adalah orang yang yang sangat berjasa padaku, seluruh hidupku saja tak cukup membalas kebaikannya. " kata Aldo ikut duduk di samping Nihan.


Dia menceritakan kehidupanya, sebelum dia menjadi sekarang ini, dia hanya orang biasa, dia harus berjuang untuk mengobati penyakit ibunya,dan menyekolahkan Elia adiknya. Beruntung dia bekerja di tempat Mahez. Dengan dedikasinya pada perusahaan sepenuhnya, dia di lihat kemampuannya oleh Mahez sendiri. Hingga Mahez selalu membantu kesulitan Aldo saat itu, mulai pengobatan ibunya dicarikan rumah sakit terbaik dan dokter terbaik pula, sampai Elia di sekolahkan di luar negeri. Semua itu menjadi hutang yang tak ternilai untuk Aldo, bukan masalah nominalnya, tapi karena ketulusan Mahez dalam memperjuangkan orang orang terpenting di hidup Aldo, membuat Aldo tak bisa menolak perintah Tuannya itu. Atau bahkan sampai menghianatinya, Nihan mendengarkan dengan seksama, dia tidak menyangka di balik sifat dingin dan kejam Mahez ternyata menyimpan rasa solidaritas yang tinggi.


Aldo menundukan wajahnya, dia mengenang masa sulit itu kembalu,saat ia kehilangan ibu tercintanya, Mahez selalu mendampingi. Nihan menepuk bahu Aldo, menenangkan.


" Aku minta maaf. " kata Nihan.


Aldo menatap Nihan dengan intens, begitu juga Nihan, hingga keduanya tanpa sadar menempelkan bibir mereka, Aldo ******* bibir Nihan menyesapnya hingga bibir nihan ikut terbuka, membuat Aldo memasuki rongga mulut Nihan dengan leluasa, dia menyesap lidah Nihan, walau tak ada balasan, namun tak ada pula penolakan dari Nihan. Lama Aldo menciumi bibir Nihan hingga dia melepas ciuman itu, Aldo mengelap bibir Nihan yang basah karena ulahnya.


" Maafkan aku. " kata Aldo


" Bukan kah kamu sudah membayarku, apa perlu kamu meminta maaf. " jawab Nihan kelu


" Tak ada niat aku mempermainkan mu Nihan. Jika kamu bersedia, aku akan menjadi suami mu seutuhnya. Aku mencintai mu Nihan, aku melakukan ini semua karena aku tak ingin ada penolakan dari mu. Maafkan ke egoisanku untuk menggapai cinta mu Nihan. " kata Aldo lembut di hadapan wajah Nihan.


Nihan terharu dan seakan tak percaya jika Aldo menungkapkan perasaan nya padanya saat ini.


" Sudahlah, jangan menghiburku dengan kebohonganmu. Aku tak perlu itu. " jawab Nihan membuang wajah nya, namun Aldo menarik oelan wajah Nihan agar menatapnya.


" Kamu adalah wanita pertama yang menyentuh hatiku Nihan. Belum pernah satu wanita pun masuk ke apartemen ku, selain adik ku. Kamu yang pertama, bahkan ciuman itu, kamulah orang pertama yang mendapatkan. " jawab Aldo jujur.


Dada Nihan bergemuruh panas, mendengar penuturan Aldo, ada getaran yang dulu ia rasakan untuk Aldo kembali hadir, terbayang wajah Reyhan menertawakan dia, membuatnya lebih memilih Aldo Sekarang.

__ADS_1


Aldo mendekatkan kembali wajahnya, Nihan pun menutup matanya pasrah, saat Aldo menempel kan bibirnya, Aldo menciumi kembali bibir tipis itu, namun sekarang Nihan membalas ciuman itu, sesekali mereka terhenti dan tersenyum saat kedua gigi mereka beradu, keduanya yang sama tak berpengalaman, membuat mereka saling belajar, bagaimana pun mereka wanita dan lelaki normal untuk pertama kalinya merasakan sensasi kebahagian membuatnya lupa batasan mereka, Aldo menyusuri leher jenjang Nihan, sesekali meninggalkan bekas di leher belakang Nihan, deru nafas Aldo membuat gairah Nihan pun ikut terbuai, dia ikut mendesah saat Aldo memasuki buah dadanya perlahan Aldo melepas jas Nihan, hingga tinggal mengenakan kaos tipis, Aldo menyingkap ke atas kaos itu, dan menenggelamkan wajahnya di dada mulus Nihan, tercium aroma wangi di tubuh Nihan, membuat jiwa kelakian Aldo tak bisa di bendung lagi, kefua insan itu terbuai dengan permainan mereka, Nihan yang merasakan sensasi kenikmatan saat Aldo menyesab dadanya membuatnya mendesah dan memeluk Aldo, Nihan tak menyadari bahwa dia sekarang hanya mengenakan bawahan saja, karena permainan Aldo yang menghanyutkan.


__ADS_2