
Nura sangat marah, karena beberapa hari ini Mahez sangat sulit di hubungi. Bahkan dia menghubungi Aldo pun tak ada jawaban.
" Sial, berani kalian mengabaikan ku. Atau jangan jangan mereka menemukan Evelin dan dia menceritakan semuanya. " kata Nura dengan nada cemas
Nura melihat jam merk Rolex di pergelangan tangannya. Waktu baru menunjuk kan pukul setengah tujuh malam.
" Masih sore, kemana sebenarnya mereka. " kata Nura.
Hari ini Nura mendatangi kantor Mahez tapi tak berjumpa, Sekretarisnya di kantor pun tidak mengetahui kemana Mahez dan Asistennya pergi. Karena menurut jadwal harusnya mereka sedang tidak ada perjalanan di luar kota atau pun luar negeri.
Dia mendatangi Apartemen Mahez pun tidak ada, dia tak bisa masuk karena Nura tidak di beri kartu akses, atau pun sandi.
Nura membanting semua barang barang di kamarnya, Dia begitu emosi hari ini.
Nura keluar melajukan mobilnya meninggalkan kediamannya.
Nura memarkirkan mobilnya di sebuah Bar ternama. Selama menjadi istri Mahez, ini kali pertama Nura menginjakan kakinya di sebuah club lagi.
Dia memasuki bar tersebut dan duduk di meja bartender.
" Wisky dobel satu " kata Nura pada bartender yang berjaga
Bartender itu pun hanya melihat sekilas, lalu memberikan segelas jus jeruk.
" Wisky... wisky...aku bilang wisky " kata Nura membalikan minuman tersebut.
" Apa anda nyakin nona? " kata Bartender itu. Yang ternyata adalah pemilik bar tersebut
" Apa kamu pikir saya bercanda? jika hanya minum jus, pembantu saya bisa membuatkan untuk ku di rumah. " jawab Nura sombong
Pemilik bar itu hanya tersenyum, dia menyukai wanita yang berani seperti ini. Dia seolah tertantang untuk mendapatkan wanita seperti ini.
Laki laki itu pun meracik wisky yang di minta Nura dan memberikannya.
__ADS_1
Karena pikiran Nura sedang kalut dia pun menenggak minuman itu hanya dengan sekali tenggakan.
" Lagi... " kata Nura dengan wajah yang menahan sesuatu karena rasa minuman tersebut
Pemilik bar itu hanya melihat nya, tanpa memberikan lagi minuman pada Nura.
" Apa kamu kesepian? Aku bisa menemani mu minum di ruang VVIP " tawar laki laki tersebut.
Tapi siapa sangka Nura menanggapi perkataan laki laki itu. Karena dia pikir laki laki itu hanya bartender biasa.
" Apa kamu nyakin kamu bisa menyewa VVIP untuk ku? tanya Nura mendekatkan wajahnya pada wajah bartender tersebut.
Bartender itu semakin tertarik dan tertantang dengan sikap Nura pada nya.
" Why not? " kata Bartender itu.
" Ikut aku ! " kata laki laki itu.
Nura yang sudah terkena pengaruh alkohol itu pun mengikuti laki laki itu dengan berjalan agak sempoyongan.
Bartender itu memberikan pada Nura.
" Minuman cantik, untuk wanita yang cantik. " kata bartender itu dengan lembut.
Nura menerima minuman tersebut dan meminumnya sedikit. Laki laki tersebut tersenyum.
Nura duduk di sebuah sofa dengan anggun, di ikuti laki laki tersebut yang sudah membawa minuman yang sama.
Keduanya pun terlibat obrolan ringan yang hangat, kadang di iring tawa renyah dari keduanya.
Entah karena pengaruh alkohol, atau rayuan maut dari bartender tersebut, Nura dengan mudahnya membalas ciuman bartender itu.
Nura yang sudah lama tak mendapat kehangatan dari Mahez, menyambut permainan Bartender itu. Mereka terlibat permainan yang sangat liar bagi keduanya. Hingga entah keberapa kalinya laki laki itu menyemaikan benih di perut Nura.
__ADS_1
Hingga pagi menjelang Nura yang terbangun, mendudukan diri dan memegang kepalanya yang sedikit pusing.
Dilihat tubuh polos di balik sebuah selimut, dan pakaian yang berceceran di lantai tersebut. Nura memegangi selimut tersebut dan menyelipkan di tubuhnya, dia memunguti pakaian nya yang berserakan di lantai.
Terdengar bunyi gemericik dari dalam kamar mandi tersebut. Nura segera memakai pakaiannya dengan tergesa. Dia membuka tas mengeluarkan dompet dan mengambil semua uangnya yang ada di dompet, mungkin hanya senilai beberapa juta saja. Dia mengambil sebuah kertas dan pulpen dari dalam tasnya
#Maaf aku hanya ada uang cash ini, Jika masih ada kekurangan dalam membayar sewa, rundingkan dengan atasanmu. Aku harap kita tidak bertemu lagi #
Selesai menulis surat tersebut Nura segera meninggalkan ruang itu, dia berjalan cepat agar tak ada yang melihatnya.
Selesai membersihkan diri, laki laki itu keluar dengan handuk yang melilit di pinggang. Disapu seluruh ruang tersebut mencari keberadaan wanita yang sudah membuatnya tertarik.
Namun Nura sudah pergi, sehingga tidak di temukan, hanya selembar kertas dan setumpuk uang ratusan ribu di atas meja dekat sofa, yang menjadi tempat pergulatan mereka semalam.
Laki laki itu membaca surat yang di tulis Nura dengan seksama, lalu dia meremasnya. Ada raut marah di wajahnya, namun beberapa detik kemudian dia mencium uang ratusan ribu itu dengan tersenyum.
" Menarik. Kamu adalah wanita menarik, kamu pikir aku siapa harus merundingkan dengan atasan. Apa kamu tak pernah tahu nama Arjuna Sadewa pemilik bar ini, Kamu berani menghindariku, untuk tidak bertemu lagi dengan ku, padahal sejuta wanita berantri untuk mendapatkan cintaku. Tak ada yang tidak bisa aku dapat kan cantik. Walaupun aku tak mendapatkan kesucianmu, namun aku nyakin kamu bukan wanita murahan. Karena aku dapat merasakan kenikmatan seperti gadis suci " guman Arjun sendiri.
Memang benar, Nura tidak pernah di jamah oleh Mahez, Nura melakukan dengan mantan kekasihnya pun hanya sekali dan langsung di tinggalkan begitu saja. Namun naas walau hanya sekali Nura langsung hamil.
Nura memukul mukul setir mobilnya. Dia menepikan mobilnya setelah jauh dari bar tempatnya bermalam. Dia merutuki kebodohannya sendiri.
" Bagaimana jika Mahez atau Aldo melihat tanda ini " kata Nura yang melihat tanda merah yang sangat banyak di lehernya.
" Laki laki itu benar benar vampir, apa dia sangat kehausan wanita. " gerutu Nura
Di membayangkan adegan semalam yang membuatnya frustasi, karena dia juga bertindak sangat liar.
" Aku harus bersembunyi dari Mahez dan juga Aldo. Kalau dia tahu, ini bisa jadi alasan nya untuk menceraikan aku. Ini tidak boleh terjadi. " gumam Nura sambil berpikir kemana dia harus bersembunyi. Dia tidak mungkin pulang ke rumah atau kerumah orang tuanya, karena mungkin saja Mahez atau Aldo mencari keberadaannya.
Nura masih berusaha menggosok gosok tanda di leher itu, tapi bukan hilang tanda itu justru semakin merah karena dia menggosok dengan kasar.
Nura teringat sesuatu jika permainan semalam, laki laki itu tak menggunakan pengaman. Dia tidak ingin permainan sekali ini, membawa kesialan lagi seperti yang dilakukan dengan mantan pacarnya dulu
__ADS_1
" Aku harus mencari apotek di sekitar sini dan akan menyewa sebuah apartemen untuk sementara waktu. " batin Nura dengan melajukan kembali mobilnya dengan kecepatan sedang sembari mencari apotek.