Kisah Cinta Evelyn

Kisah Cinta Evelyn
BAB. 54


__ADS_3

" Ahhh........ " Nihan mendesah begitu saja saat Aldo kembali meninggalkan bekas di dada putih mulusnya, Keduanya yang sama sama sudah telanjang dada itu, berkabut dengan gairah masing masing.


Aldo membopong Nihan membawa kekamar nya, Aldo menurunkan perlahan.


" Nihan, aku sangat mencintaimu. Bolehkah aku mengikat mu, agar kamu tak lari dari ku? " tanya Aldo di atas wajah Nihan.


Nihan yang sudah 'terlanjur' pikirnya pun mengangguk, Reyhan yang ia gadang gadang setia pun sudah mempermainkannya, dia lebih percaya pada basic Aldo yang memang untuk semua orang mengakui kesetiaan nya, bahkan untuk bersama wanita Nihan adalah yang pertama pun di akui oleh semua orang yang mengetahui.


Karena mendapat persetujuan, tanpa menunggu lagi Aldo melepas semua bawahan yang di kenakan Nihan, tanpa berpikir lagi Aldo bermain main di sana, Nihan merasan sensasi hebat hanya bisa mengelijang nikmat, Akdo segera membuka bawahanya juga pun mulai memasukan pusakanya berlahan. Nihan yang seorang dokter pun bisa mengetahui rasa sakit ini akan ia rasakan, namun dia sungguh merasakan kesakitan nyata, dia mendorong Aldo menjauh, karena tak kuasa menahan sakit itu, namun Aldo yang sudah berkabut gairah tak bisa membendung lagi.


" Aku akan melakukan pelan." bisik Aldo di telinga Nihan dan menjilati nya.


Nihan ikut hanyut kembali, keduanya lupa, bahwa tak seharusnya ia melakukan hubungan seperti ini, keduanya yang sama sama dewasa dan belum merasakan sebelumnya, membuatnya hanyut dalam godaan setan sesat. Hanya kenikmatan dan hasrat mereka yang membara yang ia rasakan saat ini. Darah segar mengotori sprei putih Aldo, pertanda sebuah kehormatan yang Nihan jaga selama ini hilang sudah. Bunga mekar ini layu sudah di hisab kumbang.


Keduanya terbaring, ada rona penyesalan di wajah Nihan sampai mengeluarkan air mata.


" Menangis pun tak ada gunanya sekarang, kamu sudah menjadi milik ku seutuhnya, jangan ber pikir kabur lagi dari ku, atau menggoda laki laki lain. Karena aku akan cemburu dan menghukumu seperti ini lagi. " kata Aldo mencium puncak kening Nihan.


" Kapan kamu akan menikahi ku? " tanya Nihan


" Jika kamu mau sekarang pun aku siap. " jawab Aldo tanpa beban.


Nihan memeluk tubuh polos Aldo, dan tersenyum.

__ADS_1


" Kamu menggodaku Nihan. " kata Aldo


Nihan dapat merasakan ada sesuatu yang keras di bawah sana, membuatnya ngeri jika harus memulai kembali, namun untuk kabur sudah terlambat, karena Aldo sudah mengungkungnya kembali. Akhirnya permainan yang mereka hentikan di lanjutkan kembali, acara mereka yang seharusnya ia berkunjung ke rumah orang tua Nihan pun tinggal rencana, keduanya kembali berolahraga panas di kamar Aldo yang sangat dingin, mereka tertidur setelah kelelahan, Malam ini Nihan mengabaikan banyak panggilan masuk dan pesan. Dia sudah tertidur dalam pelukan lelaki yang ia sebut hulk itu.


Pagi harinya Nihan merasakan badannya yang pegal, dan kesulitan berjalan karena bagian intinya kesakitan. Dia masih terbaring di ranjang Aldo, sedang Aldo sudah membersihkan diri dan membuat sarapan di dapur sekarang. Dia membuat dua porsi nasi goreng.


Nihan meraih ponselnya ada dua puluh panggilan dan tiga puluh pesan dari Reyhan. Nihan menghapus sebelum membaca. Dia tidak ingin menggoyahkan perasaan nya kembali, 'bagaimana pun dia sudah tidak pantas untuk Reyhan sekarang' pikir Nihan.


Dia menghubungi Elia untuk memintakan ijin karena tak enak badan, namun Elia menghubungi kembali jika Nihan harus berangkat karena tak di ijinkan tidak masuk.


Nihan memijat pelipisnya, dia masih enggan untuk beranjak, Aldo memasuki kamar mandi lalu keluar lagi dan duduk di samping Nihan.


" Mandilah. Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu. " kata Aldo


" Badan ku sakit Aldo, aku masih ingin tidur. " jawab Nuhan dengan menarik selimutnya kembali.


" Lepaskan aku Aldo. " kata Nihan malu.


Namun Aldo tetap membawa Nihan ke bath up yang sudah berisi air hangat, yang sudah ia isikan.


" Mandilah ! " ujar Aldo lalu keluar.


" Ku pikir kamu akan memandikan aku seperti di film film romantis yang aku lihat. " gumam Nihan namun bisa terdengar oleh Aldo.

__ADS_1


Di luar pintu Aldo tersenyum.


" Aku pun ingin memandikan mu, namun karena aku sangat mencintaimu. Namun aku tak ingin merusakmu, aku tak ingin mengulang kesalahan dosa besar ini. Aku akan mengulanginya setelah kita menikah, setelah kamu halal untuk ku miliki Nihan. Aku terpaksa melakukan ini, karena aku takut kamu berubah pikiran, meninggalkan aku demi lelaki itu, dan pasti lelaki itu akan membayarkan pinalty yang ku minta dengan mudah. Aku hanya ingin mengikatmu Nihan." kata Aldo sembari melihat noda merah di spreinya.


Setelah menyelesaikan sarapan Aldo mengantar Nihan ke rumah sakit terlebih dahulu, karena mobil Nihan terparkir di rumah sakit, belum di ambil.


Sesampai di halaman rumah sakit, Nihan dapat melihat ada seseorang yang menunggunya yaitu Elia dan Reyhan.


Nihan ingin membuka pintu mobil dan turun namun Aldo menarin tangan Nuhan sehingga wajah mereka saling bertatap. Aldo mencium bibir Nihan lama.


" Jangan membuatku cemburu, karena aku akan menghukum mu, jika itu terjadi. " kata Aldo


" Seperti anak sd saja di hukum, aku tak takut. " gerutu Nihan, sambil bergegas keluar, sebenarnya Aldo tak rela dan ingin mengantar sampai dalam, namun ia tahu pekerjaan sangat banyak sedang menanti nya karena kemarin dia ijin cuti. Bagaimana pun Aldo adalah orang yang sangat menjunjung tinggi rasa tanggung jawab. Mobil Aldo pergi keluar meninggalkan Nihan.


" Ku pikir kamu akan cemburu dan mengantarku sampai dalam ruangan, melihat Reyhan ada di sini. Dasar sangat tidak romantis. " kesal Nihan.


" Kak Nihan, jangan bilang kamu menginap di tempat kak Aldo. Karena mobilmu terparkir di basemant aku lihat tadi, posisinya masih sama saat parkir kemarin. " kata Elia


Nihan hanya tersenyum, karena semua memang benar adanya.


Karena tak mendapat jawaban dari Nihan, Elia masih penasaran dengan perasaan Nihan pada Aldo, karena setahu Elia, Nihan memang sedang dekat dengan Reyhan, namun kemarin kakak nya dengan spontan mengatakan akan menikah dengan Nihan. Elia takut Aldo akan sakit hati, karena Elia sangat menyayangi kakak nya, ia tak rela jika Aldo harus kecewa. Jadi Elia ingin ketegasan dari Nihan, yang kemarin belum sempat ia tanyakan karena Nihan sudah menghilang begitu saja.


" Kak Nihan, bagaimana perasaan kak Nihan pada Kak Aldo, aku mohon jangan permainkan kakak ku, jika kak Nihan tak mencintainya jangan berikan harapan palsu. Karena kak Aldo tidak pernah dekat dengan wanita sebelumnya, aku takut jika kak Nihan membuatnya kecewa itu akan mengguncang perasaan nya" kata Elia.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️


Hay reader setia ku, yang masih stay baca di episode ini, tinggalkan like dan komentar nya ya.... plis.....🥰🥰🥰. Biar aku tambah semangat buat up lagi.... ku tunggu di kolom komentar ya.....


__ADS_2