Kisah Cinta Evelyn

Kisah Cinta Evelyn
BAB. 14


__ADS_3

Aldo segera mendatangi ruangan Mahez. Karena sekarang Mahez lebih sering menghabiskan waktunya di kantor. Dia jarang sekali mendatangi Nura, sekalipun dia mengancam ancam lagi. Mahez benar benar tak perduli lagi dengan Nura. Bahkan dia mengabaikan Nura saat Nura mendatanginya.


" Sial. Kenapa jadi seperti ini. Pengaruh apa yang dia gunakan sampai Mahez jauh berubah. Kenapa semua tak seperti rencanaku. " batin Nura yang memandang Mahez tak memperdulikan keberadaan nya.


Aldo yang mendapati Nura di kantor pun tak segera memberitahukan. Karena dia ingin memberitahuka. pada Mahez jika sudah ada bukti.


Aldo masih hormat pada Nura, seolah dia tidak tahu apa yang terjadi pada Evelin.


" Aldo antar Nura pulang. Karena aku masih ada rapat sebentar lagi." kata Mahez dingin


" Tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri." jawab Nura ketus.


Nura sudah benar benar bingung menghadapi Mahez. Cara yang paling ampuh untuk menaklukkan Mahez pun sudah tidak berguna. Segala rayuan, bahkan ancaman pun tak di gubris Mahez.


Nura membanting pintu ruangan dengan sangat keras.


Aldo memberitahukan keberadaan Evelin pada Mahez, saat memastikan Nura sudah benar-benar tidak terlihat.


" Batalkan semua meeting hari ini. Antar aku kesana. " kata Mahez memakai jasnya.


Dia ingin memastikan sendiri, jika yang di bicarakan Nura adalah kebohongan.


Aldo membuka pintu mobil saat tiba di apartemen Nihan. Aldo mengetuk pintu apartemen Nihan, tapi tidak ada jawaban. Aldo segera turun mencari keberadaan yang berwenang di apartemen itu.


Tak membutuhkan waktu lama Aldo sudah membawa kunci cadangan. Terlihat Mahez sudah diliputi amarah. Saat terbuka Aldo segera mencari di setiap sudut apartemen itu. tapi tidak diketemukan keduanya.


" Aldo. Kamu jangan mempermainkan aku. Kamu harus tahu apa yang harus kamu lakukan " tatapan Mahez sudah mematikan lalu dia pergi begitu saja


Aldo segera turun mencari anak buahnya dia tak segan segan memukul anak buahnya, karena tidak becus menjaga Evelin.


Aldo memeriksa Semua rekaman cctv. Dan ternyata mereka telah pergi. Aldo segera mencari keberadaan sopir yang mengantarkan Evelin.


Tak begitu sulit mendapat sopir itu ada di hadapanya. Aldo berjanji akan memberikan sejumlah uang banyak pada sopir itu. Namun sopir itu bergeming. Akhirnya Aldo mengancam sopir itu untuk memberitahukan, jika tidak dia bisa saja menghancurkan keluarganya.


Akhirnya sopir itu memberitahukan keberadaan Evelin. Karena pak sopir itu takut keluarganya terancam.


Dengan diantar pak sopir itu, Aldo mengikuti arah petunjuknya, sampai di rumah sopir tersebut.

__ADS_1


Aldo mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Evelin. Namun nihil, Evelin tidak di temukan.


" Dimana Nona Evelin? " tanya Aldo pada istri sopir itu.


" Mereka sudah pergi. Dia bilang tidak betah Tuan." jawab istri sopir tersebut


" Kamu jangan membohongiku. " ucap Aldo dengan tatapan membunuh.


" Saya....saya tidak bohong Tuan. " kata Istri sopir itu ketakutan.


Aldo menunggu anak buahnya yang mencari di sekitar wilayah itu. Namun mereka mengabarkan tidak menemukan keberadaan Nihan dan Evelin. Akhirnya Aldo memutuskan kembali ke kota.


Pak sopir itu bernapas lega karena istrinya tidak di apa apakan oleh Aleo.


" Kemana bu mereka? " tanya sopir itu


Istrinya pun melihat sekelilingnya memastikan apakah masih ada orang yang tersisa atau tidak.


" Sejak bapak mengirim pesan tadi, Nona itu langsung menghubungi teman lelakinya danenjeput kemari. Dan berpesan bilang saja tidak betah di sini pak. " jawab istri bisik bisik karena takut di dengar orang.


Dua jam sebelum kejadian ini, Sopir itu di datangi orang yang memakai jas. Pasti bukan orang sembarangan, pikir sopir itu. Dia pun langsung mengerti kenapa dirinya di bawa pergi orang itu. Dia segera mengirim pesan pada istrinya, agar memberitahukan pada Evelin jika sopir itu ada yang mencarinya orang yang berjas. Tadinya mereka hanya suruh sembunyi saja. Tapi keduanya memutuskan pergi, padahal Nihan sedang memeriksa orang sakit di sana. Dan benar saja Sopir itu di temukan dengan Aldo.


*


*


" Kak Tian, maaf ya kak ngrepotin lagi. " kata Evelin tak enak


" Gak papa kok Eve, memang kalian kenapa? sampai di kejar orang banyak seperti itu. " kata Bastian tak mengerti.


Sebenarnya Evelin tak ingin cerita, namun Nihan pun menceritakan jika Evelin sedang bermasalah dengan madu suaminya. Dia takut terjadi apa apa dengan Evelin. Karena Evelin butuh pelindung, dan ia percaya Bastian bisa menjaga Evelin. Karena Nihan dari dulu lebih setuju Evelin bersanding dengan Bastian. Selain tampan dan kaya, Bastian juga ramah. Tidak seperti Mahez pikirnya.


Namun Kenapa Evelin selalu sungkan pada Bastian, dia merasa tak nyaman di cintai Bastian. Walaupun Bastian selalu tulus memberikan perhatian pada Evelin, dan tidak memaksa untuk membalas cintanya.


" Jadi kamu sudah menikah Eve? " Berarti aku terlambat dong. " kata Bastian seperti biasanya menggoda.


" Aku juga sedang hamil kak." kata Evelin tak ingin memberikan harapan palsu pada Bastian.

__ADS_1


Deg.....


Hati Bastian masih saja merasakan sakit yang perih, karena mendengar penuturan Evelin.


" Lalu apa rencana kalian? " kata Bastian mengalihkan pembicaraan.


" Aku juga nggak tau kak. " kata Evelin


" Bagaimana jika kamu ikut dengan ku di jerman. " Bastian menawarkan.


" Mereka akan menemukanku kak. Pasti mereka sudah bekerja sama dengan bandara, untuk menangkapku " kata Evelin


" Kau bisa ikut denganku naik jet pribadiku. Semua anak buahku akan membantu." kata Bastian


" Bagaimana Nihan? " tanya Evelin


" Jika kamu benar ingin menyerah dan pergi dari hidup Mahez, aku sarankan kamu ikut. Tapi jika kamu ingin memperjuangkan Mahez, lebih baik kamu tinggal. Karena itu akan menyakiti hatimu juga berbahaya bagi kondisi kandunganmu. " kata Nihan bijak.


Sejenak hening dari dalam mobil itu. Evelin masih berpikir, apakah bisa melupakan Mahez dari hidupnya. Tapi dia juga takut, Nura akan bertindak mencelakai anaknya jika mengetahui kehamilannya.


" Apapun yang jadi keputusanmu, aku akan mendukungmu Eve. " kata Nihan mengenggam kedua tangan Evelin.


" Jika kamu mau,kita akan melakukan penerbangan hari ini juga. Ada beberapa temanku yang akan membantu kita. Mahez tidak akan menemukan kita. Untuk sementara ini aku sarankan kamu ikut dengan ku Eve, Mahez saja lebih memilih madunya dari pada kamu. Kamu harus berpikir jernih untuk membesar anak dalam kandunganmu, jangan hanya memikirkan egomu Eve. " kata Bastian.


" Mahez tidak mengetahui Nura mendatangiku, Aku pergi begitu saja. Karena Nura sengaja ingin menyakitiku, dan pasti dia tidak akan melepaskanku begitu saja jika tahu aku hamil. " kata Eve


" Nura? " kata Bastian mengerutkan keningnya, seakan mengingat sesuatu.


" Iya Kak. Nura calon mempelai yang kamu tinggalkan diacara pernikahannya. Dia menyalahkanku dalam hal ini. " jawab Evelin


" Aku meninggalkannya, karena aku tahu, Nura bukan orang baik. Aku harus bicara padanya, mungkin bisa membantu. " kata Bastian.


" Sudahlah kak, lagi pula bukan hanya itu. Aku hadir diantara pernikahan mereka. Akulah yang menjadi madunya kak Tian, tapi itu juga atas permohonan nya. Tapi nyatanya itu hanya bagian dari rencananya untuk menyakiti ku. " kata Evelin.


" Baiklah. Jika kamu ingin mendapatkan Mahez, aku rasa kamu harus melahirkan anak ini Evelin. Dan persiapkan dirimu untuk jadi pribadi yang kuat. Agar kamu bisa melawan Nura. " kata Bastian


" Kak Tian benar Eve, kamu masih terlalu lembut. Kamu harus bisa merubah dirimu. Mungkin dengan kamu bersama kak Tian, itu akan sedikit membantu. " kata Nihan.

__ADS_1


Bastian



__ADS_2