Kisah Cinta Evelyn

Kisah Cinta Evelyn
BAB. 23


__ADS_3

Mahez berdiri di depan pintu ruang Emergency. Terlihat wajah sangat cemas terpancar darinya. Sedang Bastian menunggu duduk di kursi.


" Untuk apa kamu di sini, cepat pergilah dari hadapan ku. " kata Mahez memperingatkan


" Apa kamu gak mikir, ini semua karena ulahmu, Seharusnya kamu yang enyah dari sini. Kalau perlu jangan sampai muncul di hadapan kami lagi. " kata Bastian menatap tajam Mahez


" Ini semua terjadi karena ulahmu, jadi jangan membalikan fakta. Jika kamu tidak membawa lari Eve dari hidupku, ini semua tidak mungkin terjadi. Aku memberi mu pilihan, kamu tinggalkan Eve, atau aku akan menghancurkanmu. " kata Mahez dengan menunjuk wajah Bastian


" Apa kamu bisa memberi kebahagiaan untuk Eve, kamu meninggalkan dia di hari pernikahan, kamu mengabaikan perasaan nya, kamu tak pernah memberi kebebasan seperti yang di ingin kan Eve, dan yang paling utama, kamu membagi cinta dengan wanita lain. Apa laki laki seperti dirimu pantas menjadi pendamping Eve? " kata Bastian pelan namun penuh penekanan


Tanpa menjawab perkataan Bastian, Mahez langsung memukul wajah Bastian sekuat tenaga, hingga di sudut bibirnya mengeluarkan darah.


Bastian membersihkan darah di sudut bibirnya dengan ibu jari.


" Kamu sama sekali tidak pantas mendapatkan cinta Eve, aku tidak pernah takut dengan kehancuran, dan aku tak pernah takut dengan kekuasaan mu. Kamu lebih baik pulang dan urus istri mu di rumah. Aku akan membahagiakan Eve, melebihi apa yang kamu berikan padanya. " kata Bastian.


" Kurang ajar. " kata Mahez dengan melayangkan pukulan kembali.


Bastian yang tidak terima pun membalas pukulan itu, hingga terjadilah baku hantam dari keduanya. Sampai mereka lupa jika sedang menunggu Eve yang sedang sakit.


Seorang security yang berjaga pun kesulitan dalam melerai mereka, bahkan sampai terjatuh hanya dengan satu dorongan tangan kanan Mahez. Mahez benar benar tersulut emosi dengan apa yang di ucapkan Bastian untuk mengurus istrinya di rumah.


Hingga seorang dokter keluar dari ruangan Eve bertanya.


" Who is the family of Evelin patient? " tanya dokter itu


" Me ." jawab keduanya bersamaan, dan langsung menghentikan kegiatan adu jotos mereka.


Keduanya mendekat dengan muka babak belur, penuh darah di kemeja masing masih.


Dokter itu menatap heran keduanya, karena disaat menunggu orang sakit justru berkelahi seperti anak kecil. Apa wanita itu bersuami dua, pikir dokter itu. Dan untuk menghilangkan rasa curiganya dia menanyakan.

__ADS_1


" Right, who is miss Evelin's husband?


" Me. " jawab Mahez


" But, i'm in charge " kata Bastian


" Apa kamu tuli? Dokter bilang suami yang dicari, lagi pula aku lebih bertangung jawab dari pada dirimu. " kata Mahez


" Bertanggung jawab. cih " kata Bastian


" Jaga ucapan mu? " kata Mahez dengan menarik kerah baju Bastian


Bastian pun mendorong keras Mahez hingga terhuyung ke belakang. Mahez tersulut emosi kembali pun memukul Bastian lagi. Hingga mereka terlibat perkelahian lagi.


" security, take them out ! " Perintah dokter itu


" Di sini tempat orang sakit, mereka butuh ketenangan. Jika kalian ingin berkelahi, berkelahilah di lapangan. Puaskan ego kalian, tapi jangan perlihatkan di depan pasien. Pasien sedang mengalami stress, dan tertekan. Jika kalian di sini terus berkelahi, aku tak menjamin keadaan janin itu akan tertolong seperti sekarang. " kata Dokter yang ternyata bisa bahasa indonesia. Dia sudah lama belajar di jerman, bekerja disini lalu menikah dan akhirnya menetap di Jerman. Melihat keduanya berkelahi dengan bahasa Indonesia, dokter itu akhirnya mengerti jika pasien nya orang Indonesia.


" Biarkan pasien istirahat sementara waktu, akan lebih baik jika kalian membersihkan diri agar pasien tidak melihat keadaan kalian, karena itu akan menganggu kesehatan nya. " kata dokter


Bastian mengangguk dan menjalankan seperti yang di katakan dokter. Dia berjalan pulang untuk membersihkan diri, karena menurutnya benar kata dokter. Tidak mungkin dia menemui Evelin dalam keadaan ambrul adul kaya gitu.


Berbeda dengan Mahez, dia masih ngeyel masuk ke dalam, demi memastikan keadaan Evelin. Lagi pula dia tidak bisa pulang, karena dia ke rumah sakit nebeng Bastian.


" Sayang, kamu gak papa kan? " tanya Mahez saat tatapan mereka saling bertemu.


Evelin membuang mukanya, karena dia masih jengkel pada Mahez. Sikap Mahez yang otoriter membuat Evelin jengah.


Mahez tau jika Evelin sedang marah padanya, karena dia berkelahi dengan Bastian. Mahez mengelus perut rata Evelin, mulai membungkuk dan menciumnya.


" Maafkan Dedy sayang. Dedy gak mau jika posisi dady di gantikan curut jelek itu. Kamu harus bantu dady untuk menjauhkan mommy mu dengan curut jelek. " kata Mahez seolah sedang benar benar bicara pada seorang anak.

__ADS_1


Evelin sedikit geli, saat mendengar Mahez mengatakan Bastian curut jelek. Tapi dia masih diam tak mengindahkan ucapan Mahez. Sebenarnya Eve hanya mau memberi pelajaran pada Mahez, agar tidak semaunya sendiri, dan mau menghargai orang lain. Karena bagaimanapun Bastian sudah menolongnya.


Tak berapa lama Aldo datang mengetuk pintu. Aldo segera menyusul ke rumah sakit saat mendengar sekretaris mereka, mengatakan jika Evelin sakit dan di larikan ke rumah sakit. Aldo memprediksi rumah sakit swasta ini yang jadi tempat tujuan, karena selain jaraknya dekat, rumah sakit ini yang paling besar dan terkenal elite. Dan benar saja saat menanyakan di resepsionis, nama Evelin benar ada di ruangan vvip. Tak sulit bagi Aldo mengetahui ruang yang di tempati Evelin, karena seorang perawat mengantarkan nya.


" Tuan, lebih baik anda membersihkan diri dan mengganti pakaian anda terlebih dahulu Tuan. " kata Aldo hormat


" Kemana saja kamu Aldo, kenapa kerjamu semakin tak becus seperti ini. " kata Mahez yang jengkel karena Aldo baru menampakan batang hidungnya.


" Maafkan saya Tuan, saya baru memimpin meeting kita yang tertunda karena Anda tak bisa hadir. " jawab Aldo


" Aldo, Bisakah kamu ambilkan air putih ! " pinta Evelin


Aldo hanya diam menunduk, dia sangat mengerti jika Tuan nya akan marah jika dia berani mengambilkan air minum.


" Apa kamu tidak dengar Aldo, Eve minta air putih. " kata Mahez tinggi


Saat Aldo beranjak ingin mengambil air minum, Mahez pun menatap tajam pada Aldo.


" Jadi aku harus bagaimana Tuan? Diam salah, bergerak salah. " gerutu Aldo yang hanya berani dalam hati.


" Sebaiknya Anda yang mengambilkan Tuan, karena Anda lebih dekat. " kata Aldo


" Kamu berani menyuruh ku? " kata Mahez. Dia sebenarnya hanya meluapkan emosi saja, karena Evelin yang mendiamkan nya, jadi dia melimpahkan pada Aldo yang jadi sasaran nya.


" Tidak Tuan. " kata Aldo yang mulai mendekat ke meja


" Berani kamu menyentuh tangan istriku, ku potong tangan mu. " kata Mahez dingin


" Aldo, bisakah kamu bawa Tuan mu menjauh dari ku. Dia sangat menganggu ketenangan ku.


Mahez menatap aldo dan Evelin bergantian. Lalu keluar dengan membanting pintu. Hingga membuat Evelin ketakutan dan menjatuhkan gelas yang dia pegang. Ada airmata yang ia tahan agar tidak keluar, menghadapi sikap Keras Mahez.

__ADS_1



__ADS_2