
Virza clingak clinguk mencari sumber suara yang baru saja bertanya padanya, tapi baru di jawab, dia sudah tidak menemukan keberadaan Nihan di belakangnya.
Setelah mencari di sekitaran rumah sakit tidak di temukan, akhirnya virza memutuskan melanjutkan ke ruangan Nura yang sedang di rawat.
" Emmt...hmmmt... " Nihan yang di bekap mulutnya mencoba berteriak minta tolong, namun tak bisa karena setiap dia ingin berteriak, hidungnya selalu di pijat.
Setelah sekian menit Nihan mencoba untuk melepaskan diri, akhirnya tenaganya habis karena kelelahan, dia hanya bisa berdiri pasrah tanpa tahu siapa yang membekapnya.
" Kenapa kamu selalu menggoda setiap lelaki, apa kamu terlahir sebagai wanita penggoda. "
Nihan sangat mengenali suara yang sedang menghina dirinya, dia adalah lelaki yang selalu membuat sakit hatinya.
Nihan masih belum ber suara, dia masih berada dalam dekapan laki laki itu. Dia dapat merasakan setiap hembusan nafasnya. Aroma yang membuat jantung nya berpacu sangat cepat.
Lima menit berlalu tanpa ada yang bersuara, mereka tenggelam dalam perasaan masing masing. Akhirnya Nihan membuka suara.
" Lepaskan aku. " kata Nihan saat Aldo mulai lengah tidak membungkamnya dengan rapat.
" Jangan berteriak seperti itu, ini di toilet laki laki. Apa kamu mau keluar dengan muka malu, karena baru saja keluar dari toilet laki laki bersama dengan lelaki. " kata Aldo membisikan di telinga Nihan.
Nihan akhirnya mengontrol suaranya dan menjawab dengan berbisik bisik pula.
" Apa yang kamu mau, apa tak cukup kamu sudah mengurung ku sehari semalam ? " tanya Nihan dengan berbisik.
" Jika masih tak cukup , apa kamu akan ikut denganku kembali ke apartemen ku? " tanya Aldo dengan berbisik lagi.
" Cih aku tak sudi. " kata Nihan lolos begitu saja.
" Apa kamu mendengar suara seorang wanita. " tanya seorang laki laki kepada temannya di luar kamar mandi, mungkin mereka sedang merapikan diri di cermin toilet.
__ADS_1
" Sepertinya iya, coba ku pastikan
" kata temannya.
Aldo mengangkat tubuh Nihan, supaya kakinya tak terlihat, Nihan hanya bisa diam, karena sudah terlanjur basah dia di kamar mandi, jika ketahuan ia sedang di toilet pria bersama Aldo saat ini, pasti akan menjadi trending topik di rumah sakit tersebut.
Kedua lelaki itu memutuskan keluar dari toilet tersebut setelah tak menemukan adanya wanita, mereka melihat kaki bawah, dari pintu kamar mandi, tapi tidak ada yang menunjukan sepatu wanita. Saat kedua orang itu mengetok pintu kamar mandi, Nihan hanya diam saja. Aldo yang menjawab, jika dirinya sedang buang air besar dengan membuka aplikasi tik tok.
" Aldo apa kamu sudah gila, bukan kah kamu disini suruh Mahez untuk mengintai nyonya mu, lalu kenapa kamu justru mengurusi hidupku. Nyonya mu sudah kembali kerumah, mungkin saja dia sudah bertemu dengan tuan mu, jika Mahez tak menemukanmu, bisa jadi kamu akan di pecat, karena kerjamu tak becus. " cerocos Nihan.
Terdengar suara jika Aldo sedang tertawa.
" Ternyata otakmu encer juga ya. " kata Aldo di telinga Nihan
" Tentu saja encer. Jika tidak, mana mungkin aku bisa jadi dokter. " gumam Nihan menyombongkan diri.
" Bagaimana jika benar, apa kamu akan membalas cintaku. " kata Aldo
" Aku tak sudi mempunyai kekasih dingin dan membosan kan seperti diri mu. " gerutu Nihan
" Lagi pula siapa yang ingin menjadi kekasihmu. Anda terlalu memandang tinggi diri sendiri. " kata Aldo menutupi perasaan malunya, karena Nihan tak menyambut perasaannya.
" Lalu katakan, apa maksudmu mengurungku di kamar mandi laki laki seperti ini, apa salahku padamu? Apa ada tingkahku yang mengusikmu. " kata Nihan yang masih berusaha melepaskan diri.
Aldo membungkam kembali mulut Nihan karena terdengar ada seseorang memasuki kamar mandi. Setelah lama menunggu dan terdengar pintu utama toilet tertutup, Aldo melepaskan tangannya yang membungkam mulut Nihan.
" Aku sudah tak kuat bau kamar mandi seperti ini Aldo, aku ingin muntah. " kata Nihan yang berusaha menahan perutnya yang mual.
" hek.....hek...huek......!
__ADS_1
Akhirnya Nihan tak sanggup menahan mualnya, dia muntah begitu saja dan mengenai kedua lengan Aldo.
Aldo merasa jijik pun melepaskan kedua tangannya, Nihan pun tanpa rasa bersalah berusaha membuka pintu dan berlari kabur, sedangkan Aldo mendumel dan ikut muntah muntah juga, dia membuka jas nya dan membuang ketempat sampah begitu saja. Aldo keluar dari kamar mandi dan mencuci tangan nya di wastafel depan cermin besar. Aldo mencuci wajahnya dan merapikan rambutnya. Kemudian menggulung kemeja nya hingga siku, dan membuka dua kancing kemeja bagian atas, hingga terekpos dada bidangnya, sedikit berbulu dengan kulit yang putih.
Setelah di rasa sudah rapi, dia keluar kamar mandi. Dengan langkah santai, namun tatapan dingin menghiasi wajahnya. Bagaimana pun dia sudah jengkel dengan perlakuan Nihan yang meninggalkan dirinya di kamar mandi sendirian, setelah apa yang Nihan lakukan padanya. Walaupun sesungguhnya itu adalah kesalahan Aldo sendiri yang tiba tiba mengurungnya di kamar mandi.
Nihan berlari dengan kencang dengan sesekali melihat ke belakang. Tanpa sengaja Nihan menabrak seseorang di depannya hingga keduanya terjatuh.
" Auw....." teriak Nihan
" Aduh.... " teriak Elia
" Kak Nihan kenapa sih, udah kaya anak kecil lari lari, apa tidak malu dengan pasien kakak. " kata Elia dengan mencoba berdiri dan membersihkan bokong nya yang kotor karena dia jatuh hingga terduduk.
" Ini semua karena.... " kata Nihan terhenti karena Elia menjeda
" Kak Aldo....! " kata Elia dan mendekati kakaknya.
Nihan mencoba bangun, dan membersihkan baju kerja putihnya yang ikut kotor.
" Kak Aldo ada apa ke sini, apa kakak belum sembuh ? " tanya Elia yang khawatir karena dia belum sempat menengok kakaknya saat sakit, karena saat itu dia sedang ada di luar kota mengikuti seminar studi banding. Dan terpaksa menyuruh Nihan untuk mengantar obat.
" Aku kesini ingin menjemput calon kakak iparmu. " kata Aldo santai mendekati dan merangkul Nihan.
Nihan yang mendengar pengakuan itu, sontak membulatkan matanya tak percaya jika Aldo menyatakan dirinya adalah kakak ipar Elia. Bagaimana mungkin jadi kakak ipar, sedangkan di setiap pertemuan mereka selalu ada pertengkaran. Nihan ingin membantah pernyataan itu, namun Aldo membisikan sesuatu di telinga Nihan.
" Ikuti saja permainanku, nanti aku akan mengabulkan apapun permintaan mu. " kata Aldo
" Jadi kak Aldo dan kak Nihan sudah menjalani hubungan. Wah .... ini akan jadi berita terpopuler di rumah sakit ini. Dokter Primadona rumah sakit Harapan bangsa sudah melabuhkan hatinya. Sean harus segera mendengar kabar baik ini. Dia pasti akan sangat bahagia. Dan pastinya akan jadi hari patah hati nasional buat dokter pria di rumah sakit ini. " kata Elia dengan mengeluarkan ponsel dari saku jas putih nya.
__ADS_1