Kisah Cinta Evelyn

Kisah Cinta Evelyn
BAB. 44


__ADS_3

Nihan dan Evelyn segera membawa Nura ke rumah sakit. Nihan menghubungi dokter ahli sikis, agar bisa mengobati Nura.


" Sudah tenanglah Eve, aku nyakin Nura bisa sembuh kok. Aku rasa ada seseorang yang menekan nya, sampai dia merasa tidak nyaman. " kata Nihan.


" Apa mungkin Mahez menekan Nura sampai seperti ini. " kata Evelyn


" Entahlah, aku tak bisa menebak manusia es seperti dia. " jawab Nihan sekenanya.


" Tapi aku rasa bukan, karena apa untungnya Mahez menekan Nura. " gumam Evelyn


" Untungnya agar Nura tak menganggumu. " kata Nihan


" Kamu benar. Aku harus bertanya pada Mahez. " kata Evelyn sambil mengeluarkan ponsel untuk menanyakan kepada Mahez.


Lama Evelyn menghubungi nomor Mahez tak diangkat, Evelyn semakin curiga karena Tak biasanya Mahez tak mengangkat panggilannya.


" Jangan berprasangka buruk dulu Eve, bisa jadi Mahez sedang tidur, bukan kah dia baru selesai melakukan perjalanan bisnis, atau bisa jadi dia merajuk karena kamu tak menyambutnya. " kata Nihan


Evelyn menatap Nihan, memang benar, seharusnya ia di rumah menyambut suaminya. Namun dia justru tidak ada, bahkan akan memarahi nya.


" Sebaiknya kamu pulang, jika kamu ingin menanyakan pada Mahez, tanyakan baik baik. Apa maksud dan tujuannya. Jangan melepaskan apa yang sudah menjadi genggamanmu Eve, jangan biarkan Mahez berlabuh pada wanita lain karena ke egoisanmu. Cinta yang sudah kamu genggam jangan kamu lepaskan, jangan biarkan penyesalan terjadi, seperti yang di lakukan Nura dahulu. " kata Nihan


Evelyn menimang ucapan Nihan, yang pada dasarnya adalah benar.


" Baiklah, aku balik pulang. Aku titip Nura ya. Tolong dia kasihan. " katq Evelyn


" Tenang saja, paling cuma ku suntikan cairan rabies, biar hilang semua tekanan jiwanya. " kata Nihan sambil tertawa renyah.


Evelyn mencubit pinggang Nihan, hingga Nihan menjerit kesakitan.


" Sakit.... " protes Nihan

__ADS_1


" Lagian senengnya becanda. " kata Evelyn.


Setelah cupika cupiki Evelyn kembali kerumah sesuai perintah Nihan.


Sesampai di rumah Evelyn mencari keberadaan suaminya di kamar tidak ada, dia pun keluar mencari di ruang kerjanya. Namun Evelyn tidak menemukan suaminya. Dia ingin berbalik keluar namun siapa sangka Mahez sudah berdiri di belakangnya dia langsung memeluk tubuh Evelyn yang sudah terlihat sangat buncit karena usia kandungan Evelyn sudah memasuki delapan bulan.


Mahez mencium bibir mungil istrinya, di cium seluruh wajah Evelyn seolah dia tidak bertemu dengan Evelyn sudah setahun.


" Aku sangat merindukanmu Eve. " kata Mahez dengan mencium leher Evelyn dan meninggalkan tanda merah di leher tersebut.


Mahez menutup pintu ruang kerjanya dengan kaki. Lalu Mahez menggendong tubuh Evelyn dalam dekapannya dan membawa ke ranjang, di ruang kerja tersebut.


Mahez melepas baju istrinya dengan mudah, kebetulan Evelyn memakai dress selutut. Tubuh mulus yang padat berisi terlihat jelas di mata Mahez, dia semakin mengaggumi keindahan tubuh istrinya, Mahez menenggelamkan wajahnya di dada Evelyn dengan tangan membuka pengait yang menutupi bukit kembar Evelyn.


Mahez kembali mencium bibir ranum istrinya, dan Evelyn pun menyambutnya sehingga terjadi ciuman panas begitu saja, entah karena hormon kehamilan atau karena Evelyn ingin mengekspresikan cintanya, Evelyn semakin berani menyambut sentuhan Mahez, sampai terdengar ******* dan erangan dari kedua insan tersebut. Keringat mengucur dari tubuh Mahez yang kegerahan padahal di sana sudah menyalakan ac.


" Aku mencintaimu Eve..... " teriak Mahez dengan mengerang.


Setelah istirahat Evelyn terduduk memandang wajah Mahez yang juga sedang memandangnya.


" Mahez, boleh aku bertanya padamu? " tanya Evelyn


" Tentu saja sayang. Apa yang kau ingin sampaikan.


" Aku tadi datang ke tempat Nura, dan kami menemukan Nura sedang duduk di kursi roda dengan pandangan yang kosong sayang. Apa kamu tahu tentang hal ini? " tanya Evelyn


" Aku sibuk mencari uang untuk menafkahi anak istriku, untuk apa aku memikirkan wanita, yang sudah tidak berarti lagi di hidupku. " jawab Mahez enteng.


Evelyn menatap Mahez, lalu mendekatkan wajahnya.


" Benarkah sayang? Lalu siapa yang melakukan itu semua. " jawab Evelyn

__ADS_1


Mahez mengedikan bahunya.


" Mana ku tahu sayang. Untuk bertemu dengan nya, saja aku sudah muak, jadi untuk apa aku mendatanginya. " kata Mahez santai.


Akhirnya Evelyn tak melanjutkan pertanyaan nya, Evelyn tak ingin mengacaukan suasana hati Mahez yang sedang bahagia bersama dirinya.


Mahez memunguti kembali pakaian yang ia lempar begitu saja tadi, dan memakaikannya pada Evelyn. Mahez pun tanpa absen menciumi leher wangi istrinya.


Tubuh Evelyn sudah merasa candu baginya, Mahez sangat menggilai tubuh istrinya. Keduanya kembali ke kamar dengan Evelyn di gendong Mahez. Mereka membersihkan diri, karena peluh keringat mereka yang bercucuran membanjiri tubuh mereka. Dengan telaten Mahez menyiapkan air hangat di bath up, dan Evelyn tanpa malu mulai membuka pakaiannya kembali.


" Kamu sedang menggodaku sayang? " tanya Mahez dengan posisi sudah menempel di tubuh Evelyn yang tak memakai apapun.


" Aku tak menggodamu Mahez, aku sangat gerah, ingin segera mandi agar keringat ini segera hilang " jawab Evelyn


" Tapi kamu sudah membangun kan harimau yang sudah tidur. " kata Mahez dengan membimbing Evelyn masuk ke dalam bath up. Dan bukan Mahez jika tidak mengagahi istrinya kembali, sampai Evelyn benar benar kewalahan dengan kemauan Mahez yang tidak cukup dengan satu jam permainan, dan masih menambah lagi.


Karena Evelyn terlihat pucat, akhirnya Mahez melepaskan istrinya, agar cepat mandi dan istirahat.


" Tenang lah sayang, aku akan menyelidiki siapa yang sudah membuat Nura seperti ini. " kata Mahez. Setelah selesai mandi mereka memutuskan untuk tidur terlebih dahulu, baru akan mengisi perut mereka nantinya.


*


*


Di rumah sakit Nihan mendatangi dokter virza spesialis kejiwaan. Nihan berkonsultasi tentang keadaan Nura yang memprihatinkan. Tanpa ada yang ditutupi Nihan menceritakan semua kisah Nura, mulai dari dia di tinggalkan kekasih, dia ke guguran bahkan dia baru saja bercerai dengan laki laki yang sekarang sudah menikah i wanita lain sebagai pengganti.


Karena obrolan yang sangat serius Nihan tanpa memperhatikan ada seseorang yang sudah dari tadi memperhatikannya dari ke jauhan .


Nihan dan Virza jalan berjejer dengan membahas keluhan yang di derita oleh Nura. Terkadang ada senda gurau dari ke duanya saat saling bercerita untuk menuju ruang kamar Nura. Ada saja yang di bahas kedua insan tersebut karena kebetulan ruang kerja Virza jauh, jika harus ke kamar Nura.


" Oh iya Virza, apa kamu pernah merasakan insomia? " tanya Nihan di sela perjalan mereka, kebetulan karena Nihan membenarkan sepatunya, Virza jalan sedikit di depannya.

__ADS_1


" Tidak, apa ? " ucapan Virza terhenti, karena dia tidak menemukan tubuh Nihan di belakangnya


__ADS_2