Kisah Cinta Evelyn

Kisah Cinta Evelyn
Bab. 64


__ADS_3

Mahez membawa nampan ke dalam kamar, namun ternyata Evelyn sudah tertidur. Mahez ingin sekali marah, tapi melihat mata sembab Evelyn, ia tak tega untuk membangunkan.


Akhirnya Mahez menaruh nampan tersebut, dan ikut berbaring di samping Evelyn. Mahez memeluk dari belakang perut buncit istrinya. Lama Mahez mengusap perut istrinya, akhirnya ia ikut terbawa dalam alam mimpi.


Pagi Evelyn bangun dia merasakan perutnya seperti tertindih, membuatnya susah untuk bernafas. Evelyn mengusap matanya berlahan membalik badan dan melihat apa yang menimpa tubuhnya. Ternyata Mahez masih terlelap.


Evelyn menatap jam dinding yang terpasang di tembok kamarnya, sudah menunjukan pukul tujuh pagi. Evelyn berusaha menggoyangkan tubuh suaminya, agar bangun.


" Mahez bangun. ... ! " bisik Eve pelan


Tak kunjung bangun, akhirnya Evelyn justru memandangi wajah suaminya. Tampan, begitu tenang saat melihatnya terpejam.


Evelyn meraba pipi suaminya yang sedikit ditumbuhi bulu halus, membuatnya ada sedikit getaran dalam dadanya. Pelan pelan Evelyn menempelkan bibirnya di bibir Mahez. Dan naas Mahez pun merasakan nya, Ia membuka matanya, tepat saat bibir Evelyn mendarat di bibirnya. Mahez akhirnya memeluk tubuh Evelyn.


" Ternyata kamu pandai menggoda ya sekarang. " kata Mahez


Evelyn jadi bersemu merah di pipinya, ia sangat malu tertangkap basah sedang mencium Mahez.


" Kamu tak perlu mencuri menciumku saat aku tertidur, saat aku terjaga pun, aku rela kamu tiduri. " ucap Mahez


Evelyn hanya bisa nyengir mendengar penuturan Mahez.


Mendapat lampu hijau dari Evelyn, Mahez melancarkan aksinya dengan serangan fajar. Pagi yang cerah untuk dua sejoli yang mengulang kenikmatan yang baru semalam tadi ia lakukan.


Setelah membersihkan diri, Keduanya turun kebawah untuk sarapan. Karena nasi uduk yang di minta sudah dingin Evelyn tak jadi memakan nya.


Evelyn menatap Mirna, seperti orang yang kurang tidur, matanya seperti mata panda.


" Mirna kemarin kuliah malam? " tanya Eve


" Tidak Non, saya kuliah siang. Tapi kemarin jam empat udah sampai rumah non. " jawab Mirna


" Kok kayak kurang tidur. Begadang lagi sama Pras? " tanya Eve terseyum


" Pras ? Siapa Pras ? tanya Mahez mulai menyuap makanan ke mulutnya.


" Anak buah mu tiga, ada Pras, Erkan, sama Bram. Masa rekrut karyawan gak tau namanya. " gerutu Evelyn


" Apa aku harus hafalin nama anak buahku satu satu? Kerjaanku bisa terbengkalai hanya mengingat nama saja. " jawab Mahez cuek


Evelyn menarik nafasnya, dan menatap Mirna

__ADS_1


" Tidak Non, semalem kan aku buatin sambel buat Non Evelyn. Maaf ya Non, kalau rasanya gak karuan, soalnya kebetulan terinya habis, jadi cuma sedikit. " jawab Mirna


Evelyn mengingat kejadian semalam yang meminta nasi uduk, ternyata suaminya mengerahkan karyawan rumahnya.


" Maaf Mirna, bisa kamu ambilkan nasinya di nakas kamar. Aku masih ingin memakan sambalnya. " kata Evelyn


" Bisa Non. Sebentar. " jawab Mirna sambil berlalu.


" Udah dingin sayang. Makan yang baru ini saja. " Kata Mahez


" Mubazir ... Lagian kasian Mirna sudah bersusah payah semalam. " jawab Evelyn


" Baiklah, Tapi jangan banyak ya. Kasian baby kepedesan. " kata Mahez dengan mencium pipi istrinya yang semakin cabi.


Tak lama Mirna kembali dengan nampan yang di minta Evelyn.


" Sayang... malam ini aku pulang telat. Aldo masih belum masuk, jadi aku harus menyelesaikan pekerjaan dulu. " kata Mahez


" Apa perlu bantuan, aku bisa membantumu. " Evelyn menawarkan diri


" Tidak perlu, kamu istirahat saja di rumah. Jangan banyak aktivitas. " pesan Mahez


" Tapi kata Nihan, agar persalinan ku normal dan lancar aku harus banyak aktifitas Mahez. " jawab Evelyn


" Mahez.... " kata Evelyn memperingati agar jangan membenci Nihan


" Iya sayang. " jawab Mahez menghadap Evelyn


Mirna untuk pertama kalinya mendengar Tuannya memanggil sayang istrinya menoleh, dan menatap heran. Sangat berbeda dengan semalam yang ingin membunuh seseorang.


" Apa kamu sedang tidak banyak pekerjaan, sampai ada waktu melihat kami. Cucian di kamar banyak, kamu ambil sekarang. " kata Mahez dingin


" Baik Tuan. " jawab Mirna gugup karena ketangkap basah sedang melihat keduanya.


" Mahez, jangan terlalu kasar dengan mereka. Kamu tahu, merekalah yang selalu menjagaku, saat kamu tak ada. " kata Evelyn


" Memang sudah kewajibanya mereka menjagamu, jika sampai terjadi sesuatu padamu, mereka harus mempertanggung jawabkan dengan gaji yang mereka terima tiap bulan. " Kata Mahez berdiri


" Mahez , boleh kah aku menjenguk Nura. Sebentar saja, aku janji. " kata Evelyn dengan menunjukan dua jari.


Mahez menatap Evelyn, sebenarnya Mahez tidak rela jika Evelyn harus keluar rumah. Namun melihat Evelyn yang bersedih hati Mahez tak tega.

__ADS_1


" Bagaimana jika aku mengantarmu nanti. Aku takut terjadi sesuatu padamu. Karena Aldo sedang ada urusan, tak dapat untuk mengantarmu. " jawab Majez mencium pucuk kepala istrinya


" Lalu apa gunanya ketiga pengawalmu kau pekerjakan. Harusnya kamu beri dia kesempatan untuk menunjukan skill nya. " kata Eve ngeyel


" Baiklah. Tapi ingat, kamu harus segera kembali. Dan biarkan ketiga pengawal itu ikut masuk. " pinta Mahez


" Tapi.... "


" Tidak ada tapi." jeda Mahez


" Menurut, atau tidak sama sekali. " kata Mahez


Akhirnya Evelyn menyanggupi dari pada tidak sama sekali. Evelyn ikut beranjak mengantarkan suaminya berangkat kerja.


" Jaga diri baik baik. Jika terjadi sesuatu, segera hubungi aku. " Mahez menundukan wajahnya dan mencium bibir istrinya.


Setelah tidak terlihat lagi mobil yang di kendarai Mahez, Evelyn memutuskan masuk kedalam.


Evelyn kembali melanjutkan makan yang belum ia habiskan. Dia menghabiskan sambal yang di buat Mirna tanpa sisa.


Terdengar bunyi ponselnya, yang menganggu acara makan. Ternyata Nihan yang melakukan panggilan.


" Kamu masih mengingatku rupanya. " kata Evelyn menjawab telepon


" Sudahlah Eve, jangan merajuk seperti itu. Apa kamu di rumah, aku ingin ke rumahmu. " kata Nihan


" Iya aku di rumah, kebetulan aku ingin menjenguk Nura, bisa kamu mengantar ku? " pinta Eve


" Baiklah. Tunggu aku, sebentar lagi sampai. " jawab Nihan


Setengah jam kemudian Nihan sampai di halaman rumah Evelyn, dia keluar dengan pakaian jens dan jaket.


" Kamu sudah seperti anak muda saja. " kata Eve melihat penampilan Nihan yang terlihat casual.


" Hey... Aku memang masih muda. Kamu yang sudah tuwir ya.... " elak Nihan


" Ya sudah ayo berangkat, sebelum Mahez berubah pikiran menelpon dan melarangku pergi. " kata Evelyn.


Nihan pun langsung mengiyakan ajakan Evelyn, karena apa yang di katakan Evelyn benar, Mahez sangat protektif dalam menjaga istrinya.


" Eve, aku akan menikah minggu depan ini. " kata Nihan

__ADS_1


Evelyn hanya menatap menyelidik, tanpa bertanya maksut ucapan Nihan.


" Jangan menatapku seperti itu. Aku sendiri juga masih ragu. Aku takut jika nanti aku terkekang seperti dirimu. Tidak bisa beraktivitas, padahal dokter adalah impianku sejak kecil. " kata Nihan menatap lurus ke depan karena sekarang ia sedang mengemudi. Ketiga anak buah Mahez hanya mengawal saja.


__ADS_2