
Mahez terduduk setelah mendengar penuturan dari Aldo. Dia tidak menyangka Evelin sedang mangandung anaknya.
" Kenapa kamu tak memberitahuku, dan dari mana kamu tahu? " pertanyaan itu muncul begitu saja dari mulut Mahez.
" Waktu itu, saat saya akan mengatakan jika Nona Evelin sedang hamil, tapi anda tak ingin mendengarkan penjelasan saya dan menyuruh keluar. Saat Nona Evelin berada di apartemen temannya, dia juga sedang merasakan seperti yang anda rasakan saat ini Tuan, temannya yang seorang dokter memberitahukan, jika kemungkinan Nona Evelin sedang hamil. Karena menurut prediksinya Nona Evelin baru hamil dua minggu Tuan. Masih sangat kecil kemungkianannya, untuk bisa terlihat." jawab Aldo.
" Evelin? temannya seorang dokter? hamil? kakak ipar bisa kau jelaskan ini ? tanya Sean tak mengerti.
" Apa yang perlu ku jelaskan? Kamu sudah mendengarnya. Jangan banyak tanya, cepat kamu berikan pereda mual dan juga vitamin untuk Tuan Mahez." perintah Aldo
" Wah... Kakak ipar sudah hafal obat yang harus kuberikan, apa teman Evelin seorang dokter itu, yang memberitahumu. Apa dia pacarmu kak ? tanya Sean menggoda, sedang Aldo mentapnya dengan jengkel. Sean mengambil beberapa obat dari dalam tas dan memberikan pada Aldo.
Sean pun menjelaskan obat yang harus diminum. Setelah itu dia pun diantar Aldo keluar.
" Kakak ipar apa kamu serius tak ingin ku kenalkan dengan dokter Nihan. Dia sangat cantik kak." kata Sean
" Jika cantik kau pacari saja dia, dan tinggalkan Elia." jawab aldo
" Elia dan aku sudah saling mencintai, jika aku menghianatinya, dia pasti patah hati. Kami hanya menunggu kakak ipar menikah, dan kami akan segera menyusul. Bagaimana apa kakak ipar mau mempertimbangkan dengan dokter Nihan, supaya saat kau sakit ada yang merawat kakak. " buru Sean. Karena setiap Elia diajak menikah oleh Sean, pasti akan menjawab, tak ingin melangkahi kakaknya yang sudah berjuang untuknya. Dia akan menikah setelah kakaknya juga sudah bahagia.
" Aku akan mempertimbangkan nya. " jawab Aldo sambil menutup pintu apartemen dan kembali menemui Tuan Mahez.
" Kamu cari tahu keberadaan Evelin saat ini, secepatnya! " perintah Mahez saat Aldo sudah ada di hadapannya.
" Mereka ada di Jerman Tuan. " kata Aldo yang terakhir kali mengetahui keberangkatan Evelin mengikuti Bastian ke Jerman dengan jetz pribadi
" Kenapa dia memilih pergi bersama cinta pertamanya dengan membawa anak ku. Atau dia akan menggugurkan disana. Aku tidak mengijinkan dia menyakiti anak ku. Atur keberangkatan ku segera ke Jerman Aldo " titah Mahez
__ADS_1
Aldo pun menceritakan alasan Evelin meninggalkan dirinya, dan Aldo juga memberitahukan jika Evelin akan membesarkan anaknya karena dia sangat mencintai Mahez.
Mahez pun meneteskan airmatanya, Dia begitu bodoh sudah melonggarkan pengawasan terhadap Nura. Hingga menyakiti hati orang yang dia cintai.
" Kamu akan membayarnya Nura, karena telah menyakiti Evelin dan anakku. " gumam Mahez.
" Jangan gegabah Tuan, Nyonya Nura sangat pandai menyusun rencana. " kata Aldo mengingatkan.
" Aku tak perduli. Jika tidak karena janjiku pada ibu, aku sudah menceraikannya dari dulu. karena aku tak pernah mencintainya " kata Mahez geram.
" Itulah yang di takutkan Nona Evelin Tuan, Anda akan berada disisinya karena Nona Evelin sedang hamil. Lalu Nyonya Nura akan mencelakai kandungan Nona Evelin, itulah sebabnya Nona memilih mengalah pergi merawat buah cinta kalian, daripada mempertahankan anda tapi menyakiti semuanya nantinya " kata Aldo menjelaskan.
" Tidak akan terjadi, karena aku akan selalu melindunginya. Tak kan kubiarkan Eve pergi dari pandanganku walaupun sedetik. Cepat Aturkan penerbangan untuk ku. siang ini juga. " kata Mahez
" Lalu bagaimana dengan janji anda pada Ibu anda Tuan? " tanya Aldo.
" Ibu pasti tidak akan tega melihatku menderita. Dia pasti bisa menerima keputusanku. Apalagi jika ibu tahu Evelin sedang hamil. Bukankah aku menikah juga atas permintaan Nura sendiri. Jadi apa salah jika aku mempertahankan Evelin karena sudah mengandung anak ku." kata Mahez dengan raut wajah yang sangat sedih.
Aldo hanya bisa menuruti keinginan Tuannya yang tidak bisa ditentang. Mungkin ini sudah jodoh dari keduanya, dari motif dendam yang beranugrahkan cinta.
*
*
Evelin sudah mulai terbiasa dengan kehidupan di berlin. Penduduknya yang ramah dan juga punya jiwa kreatifitas yang tinggi membuatnya nyaman.
Bastian dan dirinya dulu sempat mengenyam pendidikan yang sama yaitu Desain interior. Karena persamaan inilah yang membuat Evelin nyaman menjalani hari harinya.
__ADS_1
Bastian yang sudah dulu menetap disini, dia sudah mendirikan perusahaan jasa desain interior disini. Banyak perusahaan ternama yang menggunakan jasanya.
Sebelumnya Bastian melarang Evelin ikut bekerja dengannya, namun karena Evelin memaksa, selama kandungannya tidak mengganggu dia ingin ikut menjalankan usaha Bastian. Karena Evelin tidak ingin hanya menumpang hidup tanpa harus bekerja.
Semenjak Evelin ikut bekerja sebagai pemimpin pemasarannya. Kerja samanya meluas hingga ke luar kota berlin.
Evelin merasakan kebahagiaan, dalam menjalani hari harinya sebagai wanita karir yang sebelumnya harus ia tinggalkan karena pernikahan rumit yang membelenggunya.
Seperti saat ini Evelin mendapatkan tawaran untuk bekerja sama. Untuk mendirikan anak perusahaan yang di dirikan oleh seorang pengusaha. Presiden direktur mereka menginginkan Evelin lah yang menangani kelangsungan pendirian kantor anak cabang mereka.
Presdir mereka tak akan mengerjakan kerja sama ini, jika bukan Evelin yang menangani sendiri. Dengan alasan Presdir mereka hanya percaya pada kemampuan desain Evelin. Mereka ingin Evelin lah yang menentukan semuanya. Mulai dari desain kantor, warna, tata letak dan furniture nya.
Sebenarnya Evelin sedang menjalankan proyek dengan perusahaan lain. Namun Bastian memberi kesempatan untuk Evelin menuangkan kemampuannya dengan perusahaan baru ini. Sedang Bastian yang membantu menghandel proyek lama.
" Tapi kak, apa aku mampu. Aku takut jika ini akan merugikan perusahaan nantinya. Jika tanpa kakak yang mendampingi. " kata Evelin. Karena Bastian memberikan wewenang mengatur semuanya sendiri. Walaupun itu atas kemauan dari isi perjanjian itu.
" Tidak akan Eve. Mereka sangat percaya padamu, dan suka dengan karyamu. Bahkan mereka sanggup membayar semua di awal, dan mereka menyanggupi berapapun biaya yang kita ajukan " kata Bastian semangat.
Evelin melihat sinar kebahagiaan dari Bastian, sampai dia tidak tega mengatakan tidak, karena Bastianlah yang selama ini menolong nya. Walaupun dalam hati Evelin merasa semua ini ada kejanggalan.
" Tapi apa Kak Tian sudah mengajukan pelonggaran waktu, karena kondisiku yang sedang hamil." kata Evelin yang memegang perutnya yang masih rata karena usia kandungannya baru dua bulan. Dan untung saja semenjak kepindahannya di berlin ini, Evelin tidak terlalu merasakan morning sickness yang sangat menyiksa seperti dulu lagi. Mungkin karena Mahez lah ,yang merasakan morning sickness yang menyiksa itu. Hingga membuat tubuhnya terlihat sangat kurus.
" Mereka menyetujuinya Eve, Jika kamu setuju. Besok kita akan bertemu dengan mereka untuk penanda tanganan kontrak." kata Bastian menatap Evelin dengan senyuman.
Senyum Babang Bastian memikat begini. Gimana kalo Evelin jatuh cinta coba...🤔🤔🤔
__ADS_1