
Sesampai di basemant tempat parkir mobil nya, Aldo membuka pintu mobilnya, dan menurunkan Nihan di kursi kemudi, tanpa menyuruhnya bergeser Aldo duduk begitu saja menindih Nihan yang bertubuh kecil. Nihan yang merasa terhimpit, segera berteriak marah marah. Suhu dingin ac mobil Aldo, tak bisa mendinginkan panasnya kepala Nihan.
" Dasar hulk.... Apa kamu tak merasa badan sebesar ini, menindih gadis selemah dan sekecil ini. " kata Nihan dengan mendorong dorong tubuh Aldo, agar dirinya bisa bergeser ke kursi sampingnya.
Tak berhenti mulut Nihan komat kamit menyumpahi Aldo, entah perasaan kagum dulu yang pernah menyinggahi hatinya, hilang sudah. Berganti dengan perasaan muak dan benci pada Aldo. Mungkin karena Aldo yang sering menghinanya meninggalkan bekas sayatan di hati Nihan.
" Sebenarnya mau kamu apa sih, datang datang menyeret ke kamar mandi seenaknya, terus ngaku ngaku pacaran, sekarang mempermalukan aku di tempat kerja dengan menggendong se suka hati. Mau di taruh di mana muka aku, bagaimana pun, aku adalah dokter senior, dokter primadona rumah sakit. Beraninya kamu mencoreng nama baik ku, dengan perlakuan bodohmu. Besok akan jadi gosip heboh, dokter tercantik di rumah sakit di gendong seorang lelaki raksasa, ini pasti akan jadi gosip panas. Kamu sudah menurunkan rating tertinggiku, para penggemarku akan mundur karena takut pada Hulk sepertimu. Apa......" celotehan Nihan terhenti karena Aldo memberhentikan mobilnya secara mendadak.
" Awww...... Kamu gila ya......" Aldo langsung mencium bibir Nihan tanpa permisi. Sedangkan Nihan langsung membulatkan matanya kaget mendapat serangan mendadak dari Aldo. Lalu dia mendorong tubuh Aldo sekuat tenaga agar menjauh dari wajahnya.
" Jika aku mendengar kamu bersuara satu kata pun, aku akan menciumu lebih panas dari ini. Camkan itu..! " kata aldo tanpa dosa.
Aldo tak ingin gagal dalam rencananya, karena dia sudah ijin pada Mahez, agar bebas kerja satu hari, jadi dia tidak ingin melewatkan kesempatan berharga dalam rencana nya, apalagi sampai gagal.
Nihan yang masih gatal ingin menjawab langsung di cium kembali oleh Aldo, dan untuk kedua kalinya Nihan mendorong tubuh Aldo dari tubuhnya. Nihan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Terlihat raut merah padam di wajah Nihan menandakan jika diri nya sedang sangat marah dengan kelakuan Aldo.
Nihan membuang wajahnya menatap suasana luar mobil, dia memilih diam dari pada harus di cium paksa oleh Aldo kembali. Suasana mobil menjadi hening.
Mobil Aldo berhenti di perempatan lampu merah. Seketika Nihan memperjelas penglihatannya di luar jendela, dia melihat mobil seseorang yang dia kenal, pandangan nya menyapu sekitaran kafe tersebut, sampai dia menemukan sosok pemilik mobil yang ia cari. Dia melihat lebih dekat dari jendela, karena tidak percaya. Untuk memastikan dia merogoh saku jas kerjanya dan mengambil ponselnya, Nihan mendial nomor lelaki tersebut. Dan benar, ponsel milik laki laki itu berbunyi, laki laki itu melihat siapa yang melakukan panggilan, lalu menaruh ponselnya kembali. Terlihat dia sedang terlibat sebuah candaan dengan wanita di sampingnya. Saat menaruh ponselnya ke meja kembali.
__ADS_1
Nihan merasakan sesak di dadanya, sesakit ini kah, Nihan tak menyangka, saat hatinya sudah ingin di labuhkan pada lelaki, dari sekian lelaki yang mengejarnya, justru di belakangnya laki laki itu menganggap dirinya hanya sebuah candaan.
Nihan menarik nafas dalam, ran membuangnya secara perlahan. Otaknya penuh dengan pertanyaan dan pemikiran yang ia simpulkan sendiri.
" Pantas saja, chat ku dari tadi tidak di baca dan di balas, ternyata memang sengaja diabaikan. " batin Nihan
" Baiklah Reyhan, kamu yang memulai. Jangan pernah menyesali dengan apa yang kamu lakukan padaku. Untuk kedua kalinya kamu menjauh begitu saja. Dan bagi ku, tidak ada kesempatan ketiga. Selamat tinggal. " kata Nihan untuk dirinya sendiri, yang hanya dalam hati saja.
Pikirannya Nihan menerawang ke masa lalu, saat dia dekat dengan Reyhan, semua perhatian,kelembutan Reyhan curahkan untuk Nihan sangat mencolok di banding untuk ketiga sahabatnya lain, seperti Bastian, Virza, dan Evelyn. Sampai ketiga sahabatnya dapat menebak jika Reyhan sedang mengejar Nihan tanpa di jelaskan. Namun seketika Reyhan hilang tanpa pamit pergi melanjutkan studynya di Turkey. Setelah kembali ternyata Reyhan masih mendekati Nihan, hingga membuat Nihan meluluh. Perasaan untuk Aldo terkikis karena perhatian Reyhan padanya setelah pulang dari jerman waktu itu. Apalagi Aldo sering membuat sakit hatinya. Menjadi nilai minus untuk memulai membuka hati untuk Aldo.
Pandangan Nihan kosong sampai tak menyadari jika dirinya sudah berada di basemant apartemen Aldo.
Nihan mendudukan diri di sofa, dan diam saja dengan tatapan kosong. pikirannya masih membayangkan saat Reyhan tertawa dengan teman wanitanya saat melihat Nihan sedang memanggil. Masih terasa sakit, Nihan seolah hanya di jadikan bahan lawakan, membuat dia merasa terhina.
" Nihan, aku harus bicara serius padamu. " kata Aldo yang sudah duduk di samping Nihan di sofa.
Nihan hanya menatap wajah Aldo yang seperti sangat serius.
" Aku ingin kamu membantuku, Elia hanya akan menikah jika aku sudah menikah. Jadi bisakah kamu menolongku. " kata Aldo menatap kedua bola mata Nihan.
__ADS_1
Pandangan keduanya beradu tanpa ada jawaban dari Nihan.
" Aku ingin kita menikah dalam kontrak. Supaya Elia juga segera mau menikah, bagaimanapun aku sangat menyayangi adik ku, semua akan ku korbankan untuk dia, jadi aku tidak ingin membuat sedih hatinya. " kata Aldo lembut.
" Jadi ini alasanmu membawa ku kedalam kejadian kejadian memalukan untuk hari ini. " kata Nihan
Aldo menundukan wajahnya.
" Katakan ! Kenapa harus aku ? " tanya Nihan
" Nihan, aku tak ingin ada hubungan yang terjalin dengan orang lain. Itu sangat merepotkan. Aku tahu kamu bisa membawa diri, jadi aku memutuskan dirimu untuk menjadi pendamping kontrak ku. Lagi pula aku tahu kamu juga sedang di hianati pacarmu. Ini bisa membuat balas dendam untuknya. " kata Aldo beralasan, gengsinya masih tinggi untuk menyatakan perasaannya pada Nihan.
" Keuntungan apa yang ku dapat? Dan berapa lama perjanjian itu berlangsung? " tanya Nihan menimang ucapan Aldo untuk membalas dendam pada Reyhan
" Kamu bisa mendapat tiga puluh persen saham di perusahaan yang kumiliki. " kata Aldo
Nihan tersenyum mendengar penuturan Aldo padanya.
" Saham tiga puluh persen di perusahaanmu, memangnya sebesar apa perusahaan mu, bukan kah kamu hanya menjadi Asisten dari Mahez, apa kamu mau membohongiku? " tanya Nihan dengan tatapan mengejek.
__ADS_1