
Nura tiba di kota, sudah ada sopir pribadi yang menjemputnya. Karena Aldo sudah mengatur semuanya.
" Antarkan saya ke kantor sam! " perintah Nura
" Baik Nyonya " jawab sam
Nura turun dari mobil, langsung menuju ruangan Mahez. Terlihat di sana Mahez sedang membaca dokumen kerjanya.
" Sayang..." kata Nura
" Kamu sudah sampai Nura? " tanya Mahez
" Iya sayang..aku langsung menuju kemari, kenapa kamu meninggalkanku begitu saja kemarin? " tanya Nura dengan lembut
" Aldo memberitahukan ada beberapa Agenda yang di majukan, jadi aku harus membuat meeting dadakan, jadi aku tak bisa menunggumu pulang " kata Mahez yang waktu itu memang Nura tidak berada di resort, entah kemana.
" Iya .. aku mengerti " kata Nura sambil mendekati Mahez
Nura duduk di pangkuan Mahez begitu saja, dia mengalungkan tangan dan ingin mencium bibir suaminya. Namun Mahez membuang muka.
Nura terdiam dengan penolakan Mahez. Karena biasanya, walaupun tak membalas Mahez mengijinkan Nura menciumnya. Namun kali ini Mahez membuang muka
" Aku masih ada meeting lagi Nura, kamu lebih baik pulang dulu untuk istirahat " kata Mahez
Nura yang tahu sifat Mahez yang tak ingin di tentang, hanya bisa pasrah dan berdiri.
" Aku harap kamu tidak pulang terlambat Mahez, aku menunggumu " kata Nura
" hmm..." kata Mahez melihat kedua manik mata Nura.
Nura pun mencium kedua pipi Mahez dan keluar. Sepanjang perjalanan dia melamun.
" Mahez pasti sudah menemui Evelin. Aku tak bisa membiarkan dia mengambil Mahez dari ku. Aku tak mau semua pengorbananku sia sia " batin Nura
Flash back on.
Nura harus menerima kenyataan pahit setelah direnggut kesuciannya, ia di tinggalkan begitu saja oleh kekasihnya. Janji yang dulu di ucapkan, hanya kata kata manis tipuan. Kekasihnya menghilang entah kemana.
Sampai saat ini, dia melihat dua garis biru dari sesuatu yang dia pegang. pikirannya kalut, ia tak bisa berpikir jernih.
Tapi tak di sangka orang tua Nura, berencana menjodohkan Nura dengan anak rekan bisnisnya.
__ADS_1
Untuk menutupi aibnya Nura menerima perjodohan ini. Semula rencana pertunangan ini berjalan lancar. Nura sangat bahagia saat mendapati Tunangannya, sangat tampan dan kaya. Terlebih Bastian adalah anak tunggal dari Bagaskara. Pemilik Bagaskara corporindo. Yang pasti semua warisan akan jatuh ketangannya.
Namun tak disangka Bastian membatalkan pertunangannya secara sepihak. Dia pergi melanjutkan study di Jerman.
Nura tak bisa terima begitu saja, dia mencari orang bayaran, untuk mengetahui apa alasan Bastian meninggalkanya.
Setelah di selidiki, ternyata Bastian sangat mencintai seorang gadis, Dia ingin meminang gadis itu setelah pendidikannya selesai, dan sudah mampu mengelola perusahaan nantinya.
Nura melihat sebuah foto, disana di jelaskan jika gadis itu bernama Evelin. Dia sedang menyukai seorang pria yang lebih kaya dari Bastian, Maheza Erlangga. Pengusaha muda yang memiliki saham di berbagai Perusahaan besar. Dan mendirikan banyak Perusahaan dari berbagai bidang.
Nura yang awalnya hanya ingin membalas dendam menyakiti Evelin, sekarang menjadi tamak ingin memiliki Mahez.
Dia berencana menjebak Mahez, untuk masuk perangkapnya.
Dan benar saja, dibantu orang suruhanya, Nura mengirimkan sebuah pesan agar Mahez datang ke hotel X atas nama Evelin.
Karena Mahez ada ketertarikan dengan Evelin, dia mendatangi begitu saja pertemuan itu, tanpa mengkonfirmasi ke nomer telpon Evelin lagi.
Sampai di cafe Hotel yang di sepakati, Mahez memesan minuman sambil menunggu Nura. Namun naas, minuman yang diantar, di kasih serbuk obat tidur. Mahez merasa pandanganya kabur. Saat ia terbangun dia sudah berada dalam sebuah kamar.
Mahez terkejut melihat Nura yang menagis sesenggukan. Dan lebih terkejut lagi saat ia mendapati dirinya tak memakai satu pakaian pun.
Merasa diabaikan Nura marah marah, saat Mahez akan pergi.
" B*j*ng*n kamu.. Setelah apa yang kamu lakukan padaku kamu ingin lari dari tanggung jawabmu " kata Nura merah padam
" Maafkan saya, tapi saya tak merasa melakukan apapun " jawab Mahez
" Jadi kamu merasa, saya menjebakmu. Untuk apa saya harus mengorbankan kesucianku dengan orang yang tidak aku kenal sepertimu " kata Nura pura pura tidak tahu Mahez
" Saya akan membayar berapa pun yang kamu inginkan, ini kartu nama saya " Mahez menyodorkan kartu nama dan beranjak pergi dari ruangan itu.
Nura meremas kartu nama itu. Dia mengamuk dalam kamar Hotel tersebut. Rencana yang ia buat harus gagal, karena Mahez sama sekali tidak tertarik padanya.
Nura masih berpikir keras, untuk mencari kelemahan Mahez. Sampai dia mendatangi perusahaan Mahez, semula ia mendapat penolakan dari Aldo Asisten pribadi Mahez.
Namun kebetulan Ibu Mahez sedang mengadakan kunjungan ke Perusahaan anak semata wayangnya.
" Kamu siapa " tanya ibu Mahez sopan.
Nura dapat mengerti, jika orang yang sedang bertanya padanya adalah ibu Mahez. Karena semua karyawan begitu hormat padanya.
__ADS_1
Nura menangis memeluk ibunya Mahez. Dia memasang wajah yang sangat menyedihkan.
Ibu Mahez yang terkejut itu, membimbing Nura untuk masuk keruangan. Di dudukan Nura di sofa.
" Kamu kenapa nak? " tanya Ibu Mahez
" Saya hamil bu. Saya mengandung anak Mahez " kata Nura sambil menangis.
Bagai tersambar petir Ibu Mahez mendengarnya. Jantungnya berdetak sangat cepat. hingga dia merasa sesak.
Aldo berlari menghampiri ibunya dan memberikan air minum.
" Nyonya....Nyonya Ruri " kata Aldo khawatir. Dia takut terjadi apa apa pada majikannya. Karena itu sangat berpengaruh dengan keadaan Mahez.
" Kalau sampai terjadi apa apa dengan Nyonya saya akan membunuhmu " kata Aldo sambil berlari membopong Ruri ke rumah sakit karena pingsan.
" Ibu...." kata Mahez saat melihat ibunya siuman.
Ruri menangis saat melihat anak semata wayangnya, duduk menciumi tangannya.
" Mahez, Ibu tak pernah menyangka, jika kamu melanggar janji pada ibu. " kata Ruri
Mahez mengerti arah pembicaraan ibunya. Dia hanya bisa diam, karena dia tidak punya bukti untuk menyangkal. Semua rekaman cctv tidak mengarah padanya. hingga dia tidak punya bukti untuk membela diri, jika ini jebakan.
Ruri yang melihat Mahez terdiam, menyangka jika apa yang dia tuduhkan benar adanya.
" Ibu ingin kamu menikahinya Mahez, kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang kamu lakukan, jika kamu masih menganggap aku sebagai ibumu " kata Ruri
Karena begitu hormat pada Ibunya, Mahez menyetujui permintaan ibunya.
Rasa yang tumbuh untuk Evelin, dia harus kubur dalam dalam. Dia tidak ingin mengecewakan orang yang paling berarti dalam hidup Mahez.
Pernikahan berjalan secara tertutup, tak ada media yang meliput acara tersebut. Padahal Mahez adalah orang terkaya di kota A ini.
Satu bulan berlalu, namun Mahez tak mau menyentuh Nura. Membuat Nura ketakutan, Nura takut ketahuan jika anak yang dia kandung bukan anak Mahez.
Nura meminum obat penggugur kandungan dan pura pura jatuh terpeleset di kamar mandi.
Ibu Mahez ketakutan melihat begitu banyak darah yang keluar, dia langsung melarikan ke rumah sakit. Dan rencana Nura berhasil karena anak yang dia kandung tak bisa di selamatkan.
Flash black off
__ADS_1