
Aldo keluar dari Apartemen, namun ternyata Nihan mengejarnya.
" Tuan, jika kamu memberitahukan keberadaan Evelin pada Mahez, saya akan membawanya pergi jauh dari kalian. " kata Nihan
" Coba saja " kata Aldo membuka pintu mobil.
Nihan pun berlari menaiki mobil itu juga.
" Keluar. " kata Aldo
" Saya tidak akan keluar sebelum anda menyanggupi. " kata Nihan tak takut.
" Saya tidak akan mengulangi perkataan saya untuk kedua kali. " kata Aldo
Namun dengan berani Nihan menangkup kedua pipi Aldo.
" Tuan, Evelin sedang mengandung. Jika Mahez mengetahui Evelin hamil dia akan sangat memperhatikan Evelin nantinya. Aku takut Nura akan berbuat jahat mencelakai Eve. Dan itu akan membahayakan bayi dalam kandungannya. " kata Nihan melihat kedua manik mata Aldo.
Sejenak Aldo terdiam, namun saat dia sadar segera menurunkan kedua tangan Nihan.
" Saya tidak suka, Anda menyentuh saya. Dan keluar dari mobil ku. " tegas Aldo.
" Baiklah. Anda berarti bukan manusia. " kata Nihan sambil turun mobil dan membantingnya.
Nihan berjalan dengan cepat. namun terhenti saat Aldo berbicara.
" Aku setuju. " kata Aldo
Dia mengeluarkan kartu nama.
" Hubungi saya, jika terjadi sesuatu pada Nona Muda. " kata Aldo.
Nihan pun tersenyum pada Aldo. namun Aldo menutup kaca mobil itu segera.
" Sombong sekali." kata Nihan masuk kembali ke apartemen.
Nihan memasuki apartemen nya. Dilihat Evelin sedang berkemas.
" Eve, apa yang kamu lakukan. Kamu masih sakit. " kata Nihan
" Kamu sudah datang Nihan, dari mana saja kamu. Ayo cepat rapikan barangmu. Kita akan pergi dari sini. " kata Evelin sambil merapikan diri.
__ADS_1
" Kamu lagi sakit Eve, kamu harus istirahat." kata Nihan tak mengerti.
" Nihan Mahez tak akan melepaskan aku begitu saja. Aldo Pasti memberitahukan keberadaanku. Jika aku pergi sendiri, Mahez pasti tak akan melepaskanmu juga. Ikut denganku sekarang juga. Sebelum Mereka menemukan kita " kata Eve
" Tapi Aldo sudah menyanggupi, akan menutupi keberadaanmu dari Mahez " kata Nihan.
" Itu hanya triknya, Aldo tak mungkin menyembunyikan sesuatu dari Mahez, apa pun itu. Itu hanya bagian rencananya untuk mencegah kita agar kita tidak pergi. Dia pasti akan segera kembali dengan Mahez. Aku tak mau terjadi sesuatu dengan calon anak ku Nihan " kata Evelin.
Nihan terdiam, memang benar yang di katakan Evelin. karena di bawah ada banyak orang yang mencurigakan seperti sedang mengawasi dirinya berpencar.
" Kamu benar Eve, di bawah ada banyak orang yang mencurigakan. Itu pasti anak buah Mahez. Dasar laki laki jahat. " kata Nihan memaki Mahez.
" Mahez tidak bersalah Nihan, dia pasti hanya korban seperti aku." jawab Evelin membela
" Memang cinta membutakan segalanya, yang hitam pun akan jadi putih " gerutu Nihan sambil beberes.
" Karena kamu tidak tahu Mahez yang hangat. " kata Evelin dengan mengingat masa masa saat sedang berdua.
" Hangat ? kamu tahu seluruh kota ini tahu jika seorang Mahez seorang terkaya dengan pesona yang sangat dingin, dan Asisten yang kejam. Jadi trending topik yang tak pernah mati di telan masa. Jika Asisten nya saja seperti tadi bagaimana dengan Tuan nya. Pasti lebih kejam! " ketus Nihan
" Eve, kita harus menyamar. Jika tidak, pasti kita tidak bisa kabur. Biar aku online wik saja ya. " kata Nihan memberi ide
" Tapi aku takut terjadi sesuatu pada mu Eve. " kata Nihan khawatir dengan kondisi Evelin yang sedang lemah
" Aku masih kuat kok. Udah Ayo " kata Evelin
" Ya udah aku pesan taxi dulu, biar di tunggu di lobby belakang. " kata Nihan sambil memesan.
" Tunggu Eve. Kita pakai kerudung dan kaca mata hitam ini supaya agak mengecoh. " kata Nihan memperlihatkan hijab. Walaupun belum berhijab namun Nihan punya gamis dan juga kerudung.
Mereka memutuskan turun lewat tangga darurat dan segera keluar naik Taxi yang sudah menunggunya.
" Kita akan kemana Eve? " tanya Nihan.
" Aku juga tidak tahu Nihan, tapi yang jelas kita harus tinggalkan kota, untuk sementara kita pergi ke desa. " jawab Evelin yang juga bingung harus kemana.
" Ke desa ? Aduh Eve, kenapa kita tidak ke luar negeri aja sih. kenapa ke desa " kata Nihan yang membayangkan hidup susah di desa.
" Jika kita ke Luar negeri, aku nyakin Mahez bisa melacak keberangkatan kita Nihan. Aku belum siap untuk bertemu dengan Mahez. Aku takut aku akan luluh lagi. " kata Evelin yang mudah goyah jika sudah bersama Mahez.
Nihan hanya mengangguk angguk, membenarkan ucapan Evelin.
__ADS_1
Keduanya terdiam dengan pikiran masing masing. Hingga pak sopir mengagetkan mereka.
" Maaf Non, kita sebenarnya mau kemana. Dari tadi di tanya hanya 'jalan' dan 'jalan' saja. " tanya pak sopir.
" Sebenarnya kami juga bingung pak, kami ingin pergi ke desa tapi tidak tahu harus kemana. " jawab Evelin
" Kalau Nona mau, saya beritahu tempat tinggal yang jauh dari kota. Istri saya juga tinggal di sana Non. Tapi rumah kami kecil. Nona bisa mengontrak di dekat sana." tawar pak sopir
" Baiklah pak, bawa kami kesana. " jawab Evelin senang.
Nihan mempelototi Evelin, mengisyaratkan jangan mudah saja percaya pada orang yang tidak di kenal.
Pak sopir yang melihat dari spion pun mengerti.
" Bapak orang baik kok Non. lagian saya sudah tua apa untungnya membohongi kalian. Saya hanya melihat kalian ini orang baik baik. Apapun masalah kalian, saya hanya ingin membantu dengan tulus. Tapi jika tawaran saya di tolak, pun saya tidak keberatan kok Non." kata pak sopir gamblang.
" Saya mau kok pak. Saya percaya, jika kita baik pada orang. Saat kita mendapatkan kesulitan, akan ada orang baik yang menolong kita. " jawab Evelin tersenyum. Nihan hanya tersenyum kecut. Dia sungkan pada pak sopir itu.
Sampailah mereka di pedesaan Asri di kuningan. Pak sopir itu masuk ke dalam sebuah rumah kecil, tak berapa lama dia keluar dengan wanita separuh baya.
" Kenalkan Non, ini istri saya. Karena anak anak kami sedang merantau di kota. Jika tidak keberatan tinggal di rumah kecil, kalian bisa menginap saja di rumah kami. " kata pak sopir itu.
" Terima kasih pak. Kalian baik sekali. " kata Evelin.
" Baik Nona, saya tinggal bekerja lagi. " kata pak sopir itu.
" Iya pak. Ini ongkos tarif taxi. " kata nihan yang mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu.
" Tidak usah Non. " kata sopir itu
" Terima pak. Kalian pasti membutuhkan. " jawab Evelin yang akhirnya di terima sopir Taxi itu lalu di berikan pada istrinya.
" Ini untuk biaya berobat, kamu sedang demam kan. " kata pak sopir
" Siapa yang sakit pak? Kebetulan teman saya ini dokter umum pak." kata Evelin.
Mereka pun terlibat perbincangan hangat, Setelah pak sopir pergi . Akhirnya Nihan pun disana terkenal banyak yang berobat di sana. Walaupun obat itu mereka tebus sendiri di apotek dengan resep Nihan. Karena Nihan tidak membawa obat obatan lengkap.
Evelin & Nihan
__ADS_1