
Akhirnya Nihan menyanggupi permintaan Elia, sepulang nanti mereka akan bertemu lagi di kafe depan langganannya.
Nihan mencoba menghubungi Reyhan untuk membatalkan pertemuan mereka, dengan alasan ada pertemuan mendadak sesama dokter.
Nihan memasuki ruangan virza, untuk membicarakan keadaan Nura.
Tok...tok...
" Masuk..! " jawab dokter virza dari dalam
" Gimana vir, keadaan temen gue. bisa sembuh gak kira kira " tanya Nihan
" Ni dokter bukannya ngucapin salam, langsung aja nyerocos. "
" Udah kaya maen di rumah orang dong ngucapin salam segala. " Kata Nihan dengan menarik kursi
" Ngucapin salam itu sunah Nihan. " kata Virza menghentikan pekerjaannya yang sedang menyalin laporan bulanan.
" Iya pak ustadz dokter virza, asalamualaikum waroh matullohi wabarokatuh .." kata Nihan sambil duduk
" Nihan .... Nihan... kamu itu tak ada perubahan, masa remaja sampai sudah bekerja tetap sama saja tingkahnya. " kata Virza dengan mengeleng gelengkan kepala.
" Tentu saja sama, kenapa harus berbeda. Jadi bagaimana keadaan Nura Vir ? " kata Nihan dengan tersenyum sendiri.
" Kenapa kamu jadi senyum senyum sendiri seperti itu. Jangan bilang kamu ketularan Nura jadi kamu yang gila. " gurau Virza
" Aku hanya gak nyangka aja ya Vir, kita bisa sukses dengan impian kita masing masing. Kita jadi dokter, Reyhan jadi Ceo, kak Tian usahanya sangat berkembang, sedang Evelyn sudah jadi nyonya CEO. " kata Nihan mengenang masa masa kuliahnya dulu, walau beda jurusan tetap bisa kompak.
" Jadi Evelyn sudah menikah. " kata Virza lemes
" Iya... Dan Evelyn tidak memilih satu diantara kalian. Evelyn memang adil. hahaha " kata Nihan sambil tertawa renyah.
" Jadi dia tidak menikah juga dengan Bastian. Aku dengar terakhir, Evelyn pergi ke jerman bersama Bastian. " kata Virza
" Itu karena dia kabur dari suaminya. " kata Nihan.
__ADS_1
" Berarti dia pisah dengan suaminya sekarang? " tanya Virza semangat
" Tak dapat gadisnya, jandanya pun mau ya? Tapi sayangnya Evelyn sudah cinta mati dengan Mahez Earlangga. Ceo tampan, kaya , dan berkuasa di rumah sakit yang kau tempati ini. " kata Nihan
" Dia tak mungkin melirikmu, karena pesona seorang Mahez sudah menghipnotisnya, bahkan ia rela di peristri kedua tadinya. " kata Nihan lagi
" Benarkah, kenapa Evelyn mau, apa di jebak? " kata Virza
" Tadinya iya, di jebak sama mak lampir. Tapi lambat laun mak lampir itu bertobat, akhirnya dia mau di cerai Mahez, sampai akhirnya Evelyn jadi nyonya Mahez yang sah dan satu satunya, dan bahkan kamu sebentar lagi akan menjadi paman, iya paman Virza. hahaha... " lagi lagi Nihan tertawa membayangkan jika mereka sudah tua.
" eh iya.... Jadinya kita nggibah kan. Gimana keadaan mak lampir sekarang? " tanya Nihan mengingatkan tujuan nya datang keruangan Virza, karena dia baru saja bertemu dengan Virza kembali, setelah tiga tahun terpisah karena virza menempuh pendidikan di Jerman kala itu.
" Mak lampir ? " tanya Virza dengan mengerutkan keningnya
" Iya, mantan madunya Evelyn. " kata Nihan
" Jadi Nura ini istri pertama Tuan Mahez, berarti dia janda dong? " kata Virza
" Iya, mending kamu sama dia aja. Jadi dokter cinta nya Nura. " kata Nihan dengan menaik turunkan alisnya. Lalu Virza pun mendorong wajah Nihan agar sedikit menjauh dari wajahnya.
" Kenapa harus dengan yang janda jika yang gadis saja ada. " kata Virza tersenyum memikat.
" Lagian siapa juga yang mau sama gadis galak seperti mu, aku bilang yang gadis aja banyak. Tapi tidak termasuk dirimu. hahaha " kata Virza dengan tertawa
" Sialan.. memang aku tak menarik apa? " kata Nihan dengan melempar pulpen.
" Aku dengar kamu deket lagi dengan Reyhan lagi sekarang. " kata Virza
" Bisa iya, bisa tidak. " kata Nihan
" maksudnya? " tanya Virza
" Reyhan sibuk banget, sampai lupa waktu. Dan Kayaknya aku gak bisa hidup seperti itu nantinya. " jawab Nihan
" Seperti itu gimana maksudnya? " tanya Virza
__ADS_1
" Ya seperti itu. Sering diabaikan karena pekerjaan pasti. Aku tuh pengen punya suami yang romantis, hangat, lembut. Seperti... " kata Nihan terhenti karena Virza menyaut
" Seperti Bastian kan? Aku tau kamu naksir dia, tapi selalu diabaikan kan. Kasian.... karena kita sama sama diabaikan gimana kalo nikahnya sama aku.. " goda Virza
" Tuh kan...kan ... Jadi modus, buat deketin aku. " kata Nihan.
" Hahaha..." keduanya tertawa, karena dari kelima persahabatan mereka, Nihan dan Virza lah yang gemar bercanda membuat suasana tidak ngebosenin.
" Ehem...."
Keduanya menoleh, melihat siapa yang ikut masuk dalam ruangan Virza. Nihan menatap jengah pada lelaki itu.
" Jika kamu mau menikah denganku, kamu harus melewati dulu sainganmu, Dia adalah penggemar beratku. " bisik Nihan di telinga Virza
Virza menaikan alisnya, bertanda menyakan kebenarannya.
" Kamu tak percaya, lihat saja jika dia terus melihatku berbisik padamu, dia akan mencekik lehermu. " goda Nihan lagi
Namun Virza benar benar ketakutan karena melihat tatapan laki laki itu seolah menemukan mangsa untuk di kuliti hidup hidup. Virza memegang lehernya dan sontak berdiri dan melipir keluar karena takut dengan tubuh tinggi besar Aldo.
" Apa ini pasienmu? kamu bilang sedang sibuk banyak pasien, namun justru sibuk menggoda laki laki. " kata Aldo
" Lalu kamu sendiri kenapa tak kerja? Kenapa kamu sibuk menguntitku? Apa tugas dari Tuan Mahez sekarang berubah? berubah jadi untuk menguntit ku? " gerutu Nihan
" Nihan aku perlu bicara serius padamu. " kata Aldo lembut, dia sudah menahan emosinya agar tak keluar, karena sejak tadi sebenarnya Aldo sudah menguping pembicaraan Nihan dan Virza. Hatinya sangat panas melihat kehangatan keduanya saling bercanda. Namun saat mendengar jika Nihan mencintai lelaki yang hangat, lembut, romantis, di urungkan lagi niatnya yang ingin meledakan semua isi hatinya.
Nihan justru tertawa dengan sikap Aldo yang berubah hangat dan lembut.
" Kenapa kamu jadi berubah lembut seperti ini. Apa karena otakmu tergeser, jadi kau sebenarnya mencari Virza untuk konsultasi, bukan untuk mencari aku. " kata Nihan dengan gurauan.
Namun Aldo sudah benar benar tak bisa menahan emosinya, dia tak terima dengan perkataan Nihan yang mengatakan otak nya ter geser.
Aldo tanpa ijin langsung mengangkat tubuh Nihan di pundaknya, seperti memikul karung beras.
" Lepas Aldo, kenapa kamu jadi beneran gila seperti ini. " kata Nihan dengan memukul mukul pundak Aldo agar berhenti dan menurunkan tubuhnya.
__ADS_1
Namun Aldo seolah tak mendengar kan ucapan Nihan, dia terus berjalan tanpa melihat banyak pegawai rumah sakit yang melihat kearahnya dan berbisik bisik.
" Aldo cepat turunkan aku. Jangan membuat malu di lingkungan tempat kerjaku. " kata Nihan yang masih memukul pundak Aldo.