Kisah Cinta Evelyn

Kisah Cinta Evelyn
BAB. 28


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan, baik Mahez, Aldo, juga Sean, mereka tampak diam larut dalam pemikiran masing masing.


Mahez memikirkan ternyata pengorbanan nya selama ini belum mendapatkan kepercayaan dari Evelyn. Dia sudah melakukan semuanya, namun Evelyn belum membuka hati kembali. Sangat berbeda dengan saat awal mereka menikah, Evelyn selalu mengalah dan sangat terpancar jika Evelyn sangat mencintai dan tidak ingin melepaskan kepergian Mahez. Bahkan dia sama sekali tidak membahas Nura, atau menyinggung masalah nikah siri.


Namun sekarang Evelyn sudah seperti tidak perduli pada Mahez, seolah ada rasa lelah dalam mempertahankan rumah tangganya. Evelyn seolah menginginkan kepergian Mahez dari sisinya.


" Aku harus menceraikan Nura, Tapi bagaimana aku mencari alasan yang tepat. " batin Mahez


" Aldo, apa tidak ada pergerakan dari Nura yang mencurigakan? " tanya Mahez


Merasa tak ada jawaban, Mahez pun kembali emosi. Dan memanggil nama Aldo dengan sangat keras sehingga membuyarkan lamunannya.


" Aldo...! " kata Mahez


" Iya .... Tuan. " jawab Aldo kaget


" Aku tidak suka mengulang pertanyaan dua kali. Apa kamu bosan menjadi Asisten ku? " kata mahez ketus. Ini kali pertama Aldo tidak mendengarkan pertanyaan Mahez. Bahkan mengacuhkan nya.


" Maaf Tuan, ini tidak akan terulang kembali. " jawab Aldo mantap


" Mahez menanyakan pergerakan Nura kakak ipar. " bisik Sean ketakakutan, dia seolah sedang duduk dengan harimau dan singa yang siap menerkamnya jika dia lengah.


" Saya belum melihat pergerakan Nyonya yang mencurigakan Tuan. " kata Aldo


Sesampai di jakarta, sudah ada sopir pribadi yang menjemput mereka. Keduannya meninggalkan Sean begitu saja, karena Sean memarkirkan mobil di bandara, saat akan terbang bersama Nihan kemarin. Yang tentu biaya parkir di tanggung Mahez.


Sean dapat bernapas lega saat keduanya masuk ke dalam mobil. Sebelum masuk mobil Aldo menatap tajam ke arahnya, membuat Sean bergidik ngeri.


" Kenapa Aldo jadi sensi seperti itu, aku jadi takut Aldo berencana memisahkan aku dan Elia. Apa Aldo menanggapi serius ocehan Nihan, sampai dia tidak rela Elia aku duakan. Aku harus menjelaskan pada Elia terlebih dahulu. Sebelum kakak ipar bertemu dengannya. " gumam Sean sambil menuju mobilnya.


*


*

__ADS_1


Sampai di kantor Mahez di kejutkan dengan kehadiran Nura yang sudah duduk di kursi kebesaranya.


" Apa yang kamu lakukan di sini Nura? " tanya Mahez dingin.


" Aku istri sah mu Mahez, apa salahnya aku menggantikan Suamiku yang sedang bekerja dinas di luar. Lagi pula jika sewaktu waktu aku diceraikan begitu saja, bukankah semua aset perusahaan menjadi milik ku. Apa jangan jangan kamu lupa dengan perjanjian yang kamu tanda tangani sendiri di depan ibumu? " tanya Nura mengingatkan.


Mahez terdiam dengan ucapan Nura. Memang benar apa yang di katakan Nura jika dia mencampakan Nura maka seluruh harta yang ia punya jatuh ke tangan Nura begitu saja. Itulah sebabnya Mahez tidak mudah menceraikan Nura begitu saja, lalu menikahi Evelyn. Karena saat ia bercerai dengan Nura, maka kondisi kehidupannya akan jauh berubah tiga ratus enam puluh derajat dari sekarang. Mahez akan jatuh miskin dan karena ini lah Mahez takut jika sudah miskin Evelyn akan meninggalkannya, tak mau bersanding dengannya.


Berbeda jika Nura lah yang meninggalkannya, maka dia harus pergi tanpa harta sepeserpun. Karena sebenarnya memang itu adalah murni harta milik Mahez. Karena Nura pintar mengambil hati ibu Mahez, maka atas permintaan ibu Mahez, dibuat perjanjian semacam itu, untuk melindungi Nura jika sewaktu waktu di campakan Mahez. Karena ibu Mahez dapat melihat, jika anak semata wayangnya selalu mengacuhkan Nura.


" Mulai hari ini aku akan menjadi sekretaris di sini. Supaya aku bisa mengelola perusahaan ini nantinya. Bukan begitu Mahez sayang. " kata Nura sambil memegang pipi suaminya.


" Mohon bimbingannya Asisten Aldo. " kata Nura seolah meledek dan membanggakan kedudukannya. Dia berjalan dengan angkuhnya menuju kursi barunya.


Mahez hanya diam saja tak menanggapi Nura, karena suasana hatinya pun sedang panas, Mahez takut tak bisa mengontrol emosinya lagi, karena sebentar lagi dia ada meeting penting dengan Klient baru yang sama kuatnya dengan perusahaannya, Mahez tidak mau menunjukan kesan buruk di hadapan Klient nya.


Tak berapa lama semua sudah siap di ruang meeting, hanya Mahez, Aldo dan Nura yang belum hadir. Hingga seorang Direktur pemasaran mendatangi ruang Presdir mereka untuk mengingatkan .


" Maaf Tuan, Pak Arjuna sudah sampai. Beliau sudah menunggu di ruang meeting. " kata Direktur pemasaran setelah mengetuk pintu terlebih dahulu.


" Aku harap kamu mengerti mana urusan pekerjaan, dan mana urusan pribadi. Jangan membawa keluar dalam satu lingkup yang sama. Kamu harus bisa membedakannya dan bersikaplah profesional sebagai layaknya seorang sekretaris. Aku harap kamu paham dengan maksut ucapanku. " kata Mahez yang berhenti, namun pandangannya lurus ke depan tanpa menatap Nura.


Sejenak Nura terdiam, dia sudah di beritahu Aldo apa saja yang harus di kerjakan hari ini. Karena ini adalah rapat untuk pertama kali bagi Nura, Aldo akan membantu mempresentasikan kinerjanya. Namun untuk selanjutnya Aldo tidak akan membantu lagi.


" Kenapa kamu semakin jauh untuk ku gapai Mahez. Apa kamu sudah benar benar akan membuangku. " batin Nura sedikit sedih.


" Aku harus berusaha keras, agar aku bisa mengelola semua ini, tanpa harus mengemis cinta padamu. Karena hartamu lebih berharga dari pada dirimu. " batin Nura kembali menyemangati dirinya sendiri.


Ketiganya berjalan beriringan menuju ruang meeting. Terlihat Mahez sudah menyalami Klient besarnya. Begitu pula dengan Aldo. Saat Nura pun hendak berjabat tangan, baru dia melihat Klient penting suaminya adalah lelaki yang dia kenal sebelumnya.


Nura sempat terperanjat, namun dia menerima uluran tangan yang sudah di sodorkan Arjuna.


" Arjuna Sadewa " ucap Arjun mantap dengan tersenyum menatap Nura.

__ADS_1


" Nura " jawab Nura singkat lalu membuang muka, namun akhirnya Nura menatapnya lagi karena Arjun tak kunjung melepaskan tangannya.


" Bisakah anda melepaskan tangan saya dan memulai meeting hari ini. " kata Nura tegas.


Meeting pun berjalan dengan baik, karena dengan mudahnya Arjun menerima kerjasama ini tanpa adanya penawaran terlebih dahulu. Setelah selesai semua pun berjalan beriringan keluar.


" Maaf saya ingin ke toilet, bisakah Nona Nura menunjukan tempatnya. " kata Arjun yang kebetulan berdekatan dengan Nura


Mahez menatap Nura tanpa menyuruh, namun Nura pun bersedia menunjukan letak toilet.


" Mari, saya antarkan. " kata Nura dengan tersenyum terpaksa.


Arjun dan nura pun berjalan beriringan, sedang Mahez dan aldo berjalan pelan sambil menunggu keduanya.


Arjun pun mengikuti di belakang Nura, setelah melewati lorong sepi. Arjun menarik tangan Nura dan menghimpit di dinding.


" Jangan gila kamu, saya bisa teriak dan itu akan menghancurkan karirmu. " kata Nura dengan tatapan tajam


" Kamu kira bisa bersembunyi dariku, ingat kamu masih punya hutang banyak padaku. Apa kamu pikir untuk mendapatkan pelayan super dariku hanya bernilai sepuluh juta saja. Aku tidak semurah itu Nona, aku sengaja kesini untuk menagih hutang. " kata Arjun mencium bibir Nura sekilas


" Kamu..! " kata Nura sambil ingin menampar Arjun, namun Arjun menangkis dan menggenggam tangan Nura.


" Jangan berani menamparku, bukan kah kita sudah melewati malam panas lebih indah dari ini. " jawab Arjun santai.


" Katakan, berapa yang kamu inginkan? " tanya Nura.


" Aku tak butuh uang, hartaku lebih banyak dari suamimu. Apa kamu pikir aku tak tahu, jika Mahez itu suamimu. Aku tidak sebodoh itu Nona. Aku tunggu kamu di hotel Marriott besok pukul tujuh malam. Atau aku akan mengirimkan video syur kita pada Tuan Mahez. Kira kira seperti apa reaksinya ya. " kata Arjun seolah mengancam


"Ini kartu namaku, hubungi aku jika sudah sampai. Ingat aku bukan tipe laki laki yang suka menunggu. " kata Arjun dengan mengulum bibir Nura.


" Manis " kata Arjun sambil mengusap bibirnya dengan ibu jari.


Arjun pun berbalik kearah depan. Karena sebenarnya dia tidak benar benar ingin ke toilet. Arjun tersenyum penuh kemenangan seolah mendapat mainan baru.

__ADS_1



Arjuna Sadewa


__ADS_2