
" Kamu hanya memberikan cuti satu bulan tanpa hadiah pernikahan apapun, mulia sekali hidup anda tuan Mahez. " kata Nihan dengan sedikit mencibir
" Terima kasih dokter sudah bersusah payah menangani istri saya, aku akan memberikan kenaikan gaji bagi seluruh staf yang terlibat dalam menangani istri saya. Juga sampaikan pengumuman, siapa saja yang melahirkan anak hari ini, akan saya tanggung biaya persalinannya, dan akan saya berikan bingkisan nantinya. " kata Mahez.
" Yang lain saja di kasih materi yang melimpah ruah, sedangkan asisten yang selalu setia saja hanya di kasih libur. Apa itu adil? " gerutu Nihan
" Aldo, kamu menginginkan apa, aku akan memberikannya segera. Agar mulut istrimu bisa diam sebentar. " kata Mahez
" Cuti libur saja sudah cukup Tuan. " jawab Aldo.
Nihan hanya bisa menginjak kaki Aldo keras, karena Aldo tidak meminta sesuatu yang memberatkan Mahez. Namun Aldo diam saja seolah tidak terjadi apa apa. Akhirnya Nihan mensedekapkan kedua tangannya dan manyun.
Tak lama terdengar suara gaduh di luar.
" Eve..... Kamu baik baik saja sayang? " tanya ibu Eve memeluk anak perempuan nya. Ada airmata yang berurai dari ibu Eve
" Aku baik baik saja ma. Kenapa mama bisa di sini juga. " tanya Eve tak enak hati menyusahkan orang orang yang di cintai harus ikut di sini.
" Sayang, jika terjadi sesuatu padamu, berjanjilah akan selama memberitahu mama sayang, aku tak mau hidup dalam penyesalan jika ada sesuatu terjadi padamu nak. " jawab mama Evelyn
" Aku baik baik saja mama, papa mama mana ma? " tanya Eve, karena jika ada mama pasti papa tidak akan tertinggal.
" Aku di sini sayang. " jawab papa Eve membawa boneka bear besar
Evelyn merentangkan tangan untuk di peluk papanya. Dan mereka pun saling melepas rindu.
" Papa cucumu seorang kesatria, kenapa kamu bawakan Bear sebesar aku seperti ini. " protes Evelyn.
" Bukankah semua anak kecil menyukai boneka. " ujar papa Evelyn
" Anak ku laki laki pa, aku tidak mau jadi cewek penyuka bonek. " kata Eve merajuk
" Ya sudah.... kalau begitu hadiah ini untuk Nihan saja. Sebagai hadiah pernikahan kalian. " kata Papa Evelyn
" Terima kasih pa. " kata Nihan yang langsung memeluk papa Evelyn.
Semua yang ada di sana pun tertawa, ada raut kebahagiaan tersirat dari semuanya.
" Wah... ramai sekali... " ujar Nura yang baru masuk di ikuti Arjun
Mama papa Evelyn tadi nya menunjukan raut wajah tak suka saat melihat kehadiran Nura, namun saat melihat ada lelaki di belakangnya, bahkan sekarang dengan tak malunya selalu melingkarkan tangan di pinggang Nura menjadi melunak, seakan mengerti jika sekarang Nura tidak lagi menjadi madu Evelyn. Apalagi melihat ekspresi Evelyn yang sangat bahagia melihat kehadiran Nura diantara mereka.
" Nura..... Bagaimana bisa kamu juga ada di sini. " tanya Eve
" Jadi kamu tidak ingin aku berada di sini? Kamu tidak ingin aku ikut senang atas kelahiran anak pertama kalian.
__ADS_1
" Bukan begitu Nura, aku sangat menginginkan. " kata Evelyn dengan merentangkan tangan untuk di peluk
Keduanya berpelukan, Mahez yang melihat pun ikut tersenyum, sekarang dia merasa bisa memenuhi permintaan ibunya, yaitu membuat Nura bahagia, walaupun kebahagiaan itu tidak bersama dengannya. Setidaknya Nura masih akan mendapat penghidupan yang layak dari Arjuna, pengusaha yang kaya dan berwibawa.
" Lucu sekali anakmu Eve. " kata Nura
" Itu anak ku, karena dia mirip sekali dengan ku. " jawab Mahez tak terima hanya di bilang anak Evelyn.
" Ya .... ya...ya... ini anak kalian. Siapa namanya ? " kata Nura
Tidak ada yang menjawab, karena mereka belum merencanakan nama untuk anak mereka.
" Aku akan memberikan nama Hexa..... Hexa Erlangga. " jawab Mahez
Evelyn hanya tersenyum, karena dia juga belum memikirkan nama yang cocok. Dan yang di katakan suaminya menurutnya nama yang cocok.
# SATU BULAN KEMUDIAN.
" Ingat Eve, kamu harus datang ke acara pernikahanku dengan membawa baby Hexa, karena kami akan berfoto dengan dia nantinya. " kata Nura dari sambungan telepon.
" Jadi kamu hanya mengharap kehadiran baby Hexa? " tanya Evelyn
" Kurang lebihnya seperti itu. hahaha " jawab Nura.
Mereka tersambung dengan gurauan dan tawa, kini Nura sering sekali menjumpai rumah Evelyn, jika sehari tak melihat anak Evelyn, malam pun Nura pasti akan memaksa Arjun untuk mengantarkan melihat.
*
*
" Nihan, kenapa kamu sekarang jadi rakus seperti itu. Lihatlah badanmu sudah seperti gajah yang mengandung " protes Evelyn yang harus setia menemani Nihan mengambil makanan yang tak pernah cukup untuk Nihan. Karena sekarang baby Hexa sedang di gendong oleh Mahez yang sedang menemui relasinya juga bersama dengan Aldo yang setia di samping Mahez.
" Entahlah Eve, aku juga tidak tahu. Sekarang aku suka sekali memasak dan memakannya. Bahkan aku sering ambil cuti hanya ingin memasak sesuatu. " kata Nihan dengan nyengir.
Evelyn yang melihat perubahan postur tubuh Nihan pun manggut manggut.
" Kenapa kamu melihatku seperti itu. Aldo tak pernah memprotes tubuhku, kenapa kamu yang repot. " sewot Nihan. Dia lalu mendekat apda Evelyn dan membisikan sesuatu.
" Dia justru bilang, aku semakin seksi. Dan dia menyukainya. " kata Nihan tertawa
Evelyn hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah kocak sahabatnya.
Nura melambaikan tangan pada Nihan dan Evelyn untuk ikut prosesi foto foto. Karena Evelyn sibuk menemani Nihan untuk mencicipi semua makanan di sana, ia bahkan lupa belum memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai.
" Kalian ini mau makan, atau mengahadiri pernikahanku, kenapa ku amati kalian sibuk makan saja tanpa memberiku ucapan selamat dan juga doa. " protes Nura saat keduannya sudah berada di panggung pelaminan.
__ADS_1
" Jadi kamu tidak ikhlas aku makan hidangan kalian. " kata Nihan sedikit tersinggung.
Nura dan Evelyn pun saling pandang, kenapa Nihan bisa sesewot itu dengan candaan Nura. Padahal sebelumnya mereka bertiga sudah sangat klop satu sama lain.
" Baiklah ini sebagai hadiah dan juga ganti atas makanan yang kau hidangkan. " kata Nihan menyerahkan sebuah bingkisan kecil. lalu dia akan turun.
" Nihan, apa kamu sedang pms, sensitif sekali. " gerutu Nura, sedangkan Evelyn juga bingung sendiri dengan Nihan yang dari tadi juga tersinggung dengan setiap ucapannya.
" Aku bahkan belum pms sejak aku menikah. " jawab Nihan ketus.
Tapi kemudian berhenti dan menatap Evelyn dan Nura bergantian, karena Arjun sedang terlibat pembicaraan dengan Mahez dan Aldo, tak menggubris para wanita.
" Aaaa........... " teriak ketiganya bersamaan.
Hingga semua yang hadir di sana melihat pada mereka, tak terkecuali para pria yang disampingnya tadi langsung mendekat menghampiri ketiga wanita itu yang sedang berpelukan.
" Kenapa? " tanya Mahez, khawatir pada Evelyn.
" Kamu tahu sayang. Kamu akan jadi uncle. " kata Evelyn.
" Siapa yang hamil? " tanya Mahez masih menerka, karena ia juga merasa Nura seperti sudah berubah postur tubuh.
" Nihan. " jawab Evelyn
Aldo yang mendengar sangat bahagia, dia langsung menghujani ciuman di wajah istrinya tanpa malu malu lagi di hadapan semua orang.
" Kalian pikir, Nihan saja yang hamil. " kata Nura yang menunjukan dua garis merah pada Arjun.
Arjun tak kalah bahagia, karena hari ini dia tidak hanya menyandang status suami, tapi juga akan menjadi calon ayah.
" Jadi aku harus beri ucapan apa nih? selamat menempuh hidup baru, atau selamat menjadi calon ibu? " kelakar Evelyn yang disambut tawa oleh mereka semua.
Kabahagiaan mewarnai hari hari ketiga pasangan tersebut, Evelyn sekarang merasakan kebahagiaan yang tak ternilai lagi, karena besar cinta Mahez untuknya, juga anak mereka yang yang tampan dan pandai. Tiada lagi kesedihan setelah ujian dan kesabaran yang ia lalui selama ini.
SELESAI.
LANJUT KE KARYA AKU YA....
" MENGEJAR CINTA YANG DI TINGGALKAN "
Kisah Elia yang diperkosa oleh Reyhan, juga di hianati oleh Sean, namun akhirnya dari sekian berat ujian yang ia hadapi, membuatnya bangkit, untuk membalas dendam pada Sean dan Reyhan.
Berhasilkan Elia membalas dendam pada Sean? Atau gagalkan rencananya untuk balas dendam pada Reyhan?
Kalian baca selengkapnya ya...... Akan ada banyak airmata disana, bukan airmata kesedihan ya, tapi airmata kebahagiaan, karena ada komedi yang menghibur.
__ADS_1