Kisah Cinta Evelyn

Kisah Cinta Evelyn
BAB. 30


__ADS_3

Nura mengahapus airmata yang menetes di pipinya. Bagaimanapun dia wanita dewasa yang sudah menikah, sudah merasakan indahnya bercinta. Tapi ia tak pernah mendapatkan dari suaminya.


Rencana yang ia susun untuk membalas dendam pada Evelyn, justru berbalik menikam dirinya. Sakit yang ia rasakan saat ini, dia sudah mempermalukan dirinya dihadapan suaminya sendiri.


" Kenapa...? Kenapa jadi seperti ini. Kenapa aku harus terluka karena mu lagi Evelyn. Apa yang kamu lakukan pada mahez, sampai kamu bisa mencuci otaknya. " kata Nura sambil menangis di dalam mobil


Nura pun melajukan mobilnya ke sebuah Bar. Dia ingin menghilangkan sedikit perih yang ia rasakan saat ini. Tanpa Nura sadari di sudah memarkirkan mobilnya di Asa Bar. Tempat yang ia kunjungi sebelumnya.


Nura melamun, dia takut jika Arjun juga akan di situ. Karena dia tidak tahu Arjun adalah pemilik bar itu. Dia ingin memutar stir mobil untuk balik mencari Bar lain, namun ia urungkan.


" Mungkin hanya kebetulan saja dia di sini. Bukankah dia seorang pebisnis, jadi dia hanya singgah saja. " batin Nura


Nura pun memutuskan keluar dari mobil dan masuk ke dalam bar. Dia duduk di kursi bartender.


" Wisky " kata Nura pada bartender, di lihat bukan Arjun, dia dapat bernapas lega. Nura segera meminum wisky itu dengan sekali teguk.


" Satu lagi " kata Nura dengan wajah menahan asam. Dilihat sekeliling mungkin jika ada yang dikenal, namun tak ada. Nura kembali menatap bartender untuk meminta wisky yang di pesan tadi. Namun dia harus terkaget karena tepat di hadapannya wajah Arjun yang sangat dekat dengan wajahnya sedang menatap dirinya.


Nura langsung membuang wajahnya ke arah lain lagi.


" Apa kamu mencariku lagi Nona? " tanya Arjun


" Untuk apa aku mencarimu? " ketus Nura


" ho...hoho... Aku melihatnya, matamu berkeliling mencari ku. Aku tahu kamu merindukan ku bukan? Kamu sudah tak sabar menunggu besok, sampai kamu mencariku kemari. " kata Arjun percaya diri


" Cih... untuk apa aku merindukanmu. Aku justru menghindarimu. " kata Nura. Nura mencari uang, dan menaruhnya beberapa lembar uang ratusan ribu, di bawah gelas yang ia gunakan tadi, lalu beranjak pergi.

__ADS_1


Arjun mengedipkan mata, memberi kode anak buahnya untuk menjalankan sebuah rencana.


Setelah keluar Nura langsung di bekap dengan sebuah kain, dan langsung di masukan kemobil. Nura di kasih obat bius hingga dia tak sadarkan diri.


Saat dia terbangun sudah berada dalam sebuah kamar yang tidak terlalu besar. Hawa dingin menyusup di tubuhnya, dia dapat mengira jika dia saat ini berada di sebuah villa, yang berada di puncak.


Nura berusaha membuka pintu kamar itu namun tidak terbuka. Dia berteriak sekuat tenaga untuk minta tolong, namun tak ada satu pun yang menolongnya, sampai dia lelah akhirnya duduk di lantai sisi ranjang.


Nura melihat pintu terbuka, namun dia masih menunduk tak melihatnya, dia hanya dapat melihat sepatu bersih, dan terlihat mahal yang berjalan mendekatinya. Sepatu itu berhenti tepat di hadapannya. Terlihat orang itu berjongkok di hadapanya.


Orang itu menengadahkan wajah Nura agar melihatnya.


" Kita bertemu lagi Nona. " kata Arjun tersenyum


Nura menatap tajam lelaki di hadapannya.


" Apa mau mu? " tanya Nura tanpa basa basi


" Kenapa harus aku? Jika kamu hanya ingin menghancurkan Mahez, percuma jika hanya dengan meniduriku. Karena aku tak berharga di matanya. Wanita yang berharga di hati Mahez adalah Evelyn, carilah dia bukan aku " jawab Nura memancing Arjun


Arjun tertawa mendengar penuturan Nura.


" Kamu pikir aku bodoh? Aku sudah berkata padamu Nona, Aku bukan orang bodoh seperti yang kamu kira. Kamu pikir aku akan terhasut dan akan mencari Wanita itu, lalu kamulah yang beruntung disini. Kamu kembali mendapatkan Mahez, setelah wanita itu aku singkirkan. Aku mencarimu, karena aku kasian padamu, wanita yang cantik dirimu namun harus menahan hasrat dari belaian suami. Kenapa kita tidak saling memberi dan menerima, menikmati permainan ini Nona. " kata Arjun


Nura terdiam, dia tidak mampu berkata kata lagi, karena lawannya sekarang adalah seorang lelaki yang tidak mudah. Nura sangat menyesali kecerobohannya sampai dia harus masuk dalam perangkapnya sendiri.


" Aku sudah tahu semua tentang kartu As mu Nona. Sekalipun jebakan yang kamu tujukan pada mahez dulu. Karena aku tidak sebodoh Mahez. Aku bisa membantumu mendapatkan harta Mahez, juga membalaskan dendam mu pada wanita itu, asalkan kamu bisa memuaskan setiap keinginanku. Bagaimana? tanya Arjun tersenyum memberi penawaran

__ADS_1


Nura menatap Arjun tak percaya, lelaki yang di hadapannya ini benar benar tahu semua yang sudah ia lakukan. Nura terdiam, dia sedang kebingungan, jika dia menolak penawaran itu, pasti Arjun akan menghancurkan rencananya dengan mudah. Karena Arjun sudah mengetahui semua kebusukannya.


Nura akhirnya tersenyum, jika dia menolak penawaran Arjun, itu sama saja dia bunuh diri.


" Baiklah.... " kata Nura mengalungkan kedua tangannya di leher Arjun. Terpaksa dia melakukan ini karena ia tak ingin kembali hidup bersama keluarganya, yang selalu mementingkan bisnis. Bisa saja jika ia bercerai dengan Mahez, maka orang tuanya akan menjodohkan dengan pengusaha kaya, yang bisa saja dia jodohkan dengan duda tua asal kaya.


Arjun pun tersenyum penuh kemenangan. Ternyata sangat mudah menaklukkan wanita yang membuatnya penasaran selama ini, tidak sesulit yang ia bayangkan.


" Tunjukan bagaimana caramu memuaskan ku? " kata Arjun tersenyum.


" Bagaimana jika kita mandi bersama, tubuh kita terlalu lengket untuk memulai sesuatu yang indah. " kata Nura ber bisik lembut di telinga Arjun, sangat berbeda saat dirinya di bar tadi, Nura yang begitu sombong dan angkuh kini menunjukan sisi termanisnya di hadapan Arjun.


Arjun kembali tersenyum, ternyata Nura bisa dengan mudahnya merayu dirinya tanpa sebuah paksaan.


Arjun pun mengangkat tubuh kecil Nura, Nura yang kedua tangannya masih mengalung di leher Arjun pun mencium bibir lelaki itu dengan mudah. Dengan senag hati Arjun membalas ciuman itu, mereka saling berpagut bertukar saliva dengan ciuman yang sangat panas, sesekali mereka menarik nafas dan kembali melanjutkan ciuman mereka.


Arjun menurunkan Nura, Nura pun menyiapkan air hangat di bath up. Dari belakang Arjun mencium leher Nura, dengan segera Nura berbalik.


" Jangan memancing ular mengeluarkan bisanya. Karena itu akan membahayakan kita. " kata Nura


" Apa aku perduli? " jawab arjun menantang.


" Arjun, kamu bisa meninggalkan jejak itu di bagian tersembunyi, tapi tidak di leher. Itu akan memancing Mahez untuk mengusut kita. Dan dia dengan mudahnya menemukan alasan untuk menceraikan aku, tanpa kehilangan hartanya. " kata Nura lagi berharap Arjun mengerti keadaan.


" Baiklah..... aku akan melakukannya di sini. " kata Arjun sambil meremas dada Nura.


Tanpa di suruh Nura melepas kancing kemejanya, dan menanggalkan pakaiannya, kini hanya dada dan bagian intinya saja yang masih terbungkus.

__ADS_1


Arjun pun mencium buas setiap lekuk tubuh Nura, dan meninggalkan banyak tanda merah di dadanya. Nura yang sebenarnya sangat merindukan kehangatan pun membalas setiap sentuhan yang Arjun berikan. Hingga pertempuran itu terjadi di bath up yang berisi air hangat. Terdengar ******* dan erangan berkali kali dari ruangan itu. Hingga ke banyak kalinya Arjun mencapai puncak kenikmatan itu. Dengan Nura, Arjun tak pernah menggunakan pengaman, berbeda dengan wanita wanita sebelumnya, Arjun selalu mengantisipasi dengan memakai pengaman. Tapi saat dengan Nura dia sangat terobsesi, hingga dia melupakan pengaman saat bertempur.


Keduanya terlarut dalam kenikmatan, yang seharusnya terlarang bagi mereka. Nura yang haus akan kehangatan, dan Arjun penggila kenikmatan. Keduanya saling memberi dan menerima tanpa ada rasa saling cinta.


__ADS_2