Kisah Cinta Evelyn

Kisah Cinta Evelyn
BAB. 41


__ADS_3

" Mahez, aku mohon kamu memberikan tunjangan pada Nura. Bagaimanapun dia pernah menjadi istrimu. Dia pernah merawat ibumu dengan tulus. " kata Evelyn


" Kebohongan apa yang kamu berikan pada Evelyn hingga dia begitu memperdulikanmu? " tanya Mahez mengejek


" Cukup Mahez, Sebagai wanita aku tak ingin kamu menyakiti perasaan wanita. Aku dapat merasakan betapa perih kehilangan orang yang kita cintai Mahez. " kata Evelyn


" Kamu kehilangan siapa? Apa kamu kehilangan laki laki brengsek itu kamu bilang perih. " kata mahez terpancing emosi pada Evelyn


" Saat aku menerima kenyataan jika kamu sudah menikah. Saat aku memutuskan akan meninggalkan kamu untuk bersama Nura. Seperti itulah perasaan Nura saat ini, harus meninggalkanmu untuk bersamaku. " kata Evelyn


" Jangan percaya kebusukannya Eve, dia sudah mendapatkan laki laki mapan. Dia sudah bermain api dengan pengusaha ternama di kota ini. " kata Mahez merendahkan


" Itu karena kamu tak pernah memberikan nafkah batin untuknya Mahez. Ini semua terjadi juga kesalahanmu. " kata Evelyn mulai meninggi.


Nura yangendengar pertengkaran pasutri itu Nura memilih duduk, ia tidak mau ikut campur urusan rumah tangga mereka. Karena membela pun percuma, Mahez sudah tidak akan percaya padanya, yang ada justru Mahez akan memberikan perkataan yang menyakitkan.


" Mahez, jangan menanam kebencian untuk orang yang berbuat baik pada kita. Berikan kesempatan untuknya berubah. " kata Evelyn memohon


Mahez yang semula sangat bersikekeh tak akan memberikan tunjangan apapun akhirnya melunak, karena Evelyn terus menyakinkan Mahez untuk tidak keterlaluan pada Nura.


Mahez yang tak bisa melihat istrinya bersedih pun menimbang permintaan Evelyn. Dia tidak ingin membuat Evely marah padanya, sehingga dia memutuskan akan memberikan tunjangan pada Nura. Dia akan merundingkan dengan Aldo dan pengacaranya terlebih dahulu.


" Aldo . " kata Mahez sambil keluar ruangan


Aldo pun mengikuti Tuannya di belakangnya. Aldo mendengarkan dengan seksama apa yang di perintahkan Mahez padanya. Hingga di persidangan Nura mengakui semua yang di tuduhkan padanya, sehingga prosesi perceraian berjalan dengan lancar.

__ADS_1


Hingga hakim membacakan hasil sidang perceraian mereka, karena keduanya sama sama menolak adanya mediasi terlebih dahulu.


Kini Nura telah sah menjadi janda, namun dia beruntung karena akhirnya Mahez masih berbaik hati memberikan fasilitas rumah, mobil dan juga uang senilai satu milyar untuk membuka usaha sendiri. Setidaknya Nura masih ada waktu membuka usaha tanpa kerepotan modal, atau harus kembali meminta bantuan orang tuanya.


Hidup Nura justru merasakan ketenangan, dia sudah bertekad akan menjadi wanita baik, seperti Evelyn. Karena dia nyakin jika ia berubah baik, maka Tuhan akan mengirimkan jodoh yang baik pula.


Nura mengemudikan mobilnya kembali ke rumah nya. Dia menghirup udara sedalam dalamnya, karena dia bersyukur masih bisa memiliki rumah itu. Dia masuk dengan tersenyum dan melihat sekeliling rumahnya.


Nura merebahkan tubuhnya, di kasur walau tak bisa di pungkiri, ada rasa sakit yang ia rasakan. Dia harus merelakan suaminya Menikah dengan wanita lain. Dia meraih ponselnya yang bergetar menunjukan notifikasi.


Arjun mengajaknya bertemu malam ini di sebuah hotel. Dia mengatakan akan membantu mendapatkan semua harta Mahez jatuh ke tangan Nura.


Nura segera menghapus pesan itu, dan memblokir nama Arjun dari daftar kontak nya.


Nura membersihkan diri, hari ini adalah hari yang sangat melelahkan baginya.


Dia berencana ingin membuka sebuah cafe kecil, yang nantinya ia berharap bisa berkembang dengan baik.


Dia ingin mencari tempat yang menurutnya nyaman dan mendatangkan keramaian. Setelah seharian dia tidak menemukan tempat yang cocok dia memutuskan akan pulang terlebih dahulu dan di sambung besok.


" Ternyata memulai sesuatu dari bawah itu tidak mudah " kata Nura yang putus asa.


Dia memarkirkan mobil di sebuah kafe yang terlihat ramai, dia memesan coffe latte, sekalian dia ingin mengobservasi kinerja kafe tersebut hingga menjadi ramai seperti itu.


Tiba tiba seorang laki laki duduk begitu saja di dekatnya, laki laki itu menarik kursi mendekatkan dengan kursi Nura.

__ADS_1


Nura melihat laki laki yang dengan berani merangkul bahunya.


" Kamu ? Kenapa bisa kamu di sini? " kata nura ketus


" Tak ada yang tidak bisa aku temukan, apalagi hanya dirimu. Kenapa kamu memblokir nomorku nona Nura? " kata Arjun tepat di telinga Nura


Nura bergegas mengambil tasnya dan ingin beranjak meninggalkan Arjun. Dia tak mau menjadi budak nafsu Arjun. Nura berusaha bangun saat tangan Arjun mencekal bahunya agar tidak bangun.


" Lepas kan saya Tuan Arjun yang terhormat. " kata Nura menahan emosi agar tidak menganggu pengunjung lain


" Kamu punya dua pilihan, kamu menemaniku malam ini, atau video kita terekpos di sosmed. " kata Arjun santai


" Tidak keduanya, namun jika kamu mengekpos, aku akan sangat terhormat karena video itu bersama anda. Bukankah nantinya karir anda yang berantakan, dan itu tidak ada ruginya bagi saya. " kata Nura melepas tangan Arjun dari bahunya dan segera berlari. Dia menghampiri waitres memberitahukan jika pesanannya akan dibayar oleh Arjun.


" Kenapa baru sehari aku ingin menjadi orang baik sudah kau uji seperti ini Tuhan. Apa memang kamu tidak mau aku kembali menjadi wanita baik baik. " kata Nura sambil terus berjalan cepat menuju mobilnya, namun dia melihat di dekat mobilnya sudah ada dua penjaga yang seperti sedang menunggunya


" Sial. Arjun memang laki laki brengsek. " kata Nura berjalan mundur, dia ingin menghindari anak buah Arjun.


Dia berlari menjauh dari kafe, terpaksa ia melepas sepatu hak tingginya, agar mudah membuatnya lari cepat. Dia sudah bertekad ingin menjauh dari kehidupan Arjun, karena Nura nyakin dia hanya di jadikan pelampiasan nafsunya. Sedangkan Nura ingin menjadi wanita yang baik baik, yang ingin menjalin hubungan yang wajar, bahkan sampai bahtera rumah tangga seperti wanita wanita normal lainnya. Baginya akan percuma dia bergelimang harta tapi cintanya hanya bertepuk sebelah tangan akan sangat menyakitkan. Dan dia nyakin Arjun bukan laki laki yang bisa setia pada pasanganya. Menurut pemikirannya Arjun memperlakukan semua wanita sama. Hanya mengingat jika di butuhkan saja. Tapi jika dia sudah bosan akan membuangnya seperti mainan.


Nura terus berlari dan memberhentikan taxi di hadapannya, dia bisa bernapas lega setelah masuk ke dalam taxi, dia akan mengutus seseorang untuk mengambil mobilnya nanti, yang jelas untuk saat ini adalah bagaimana dia bisa kabur dari genggaman Arjun.


Nura bersandar di sandaran taxi dengan masih memejamkan mata, dengan mengambil nafas lega.


" Nura..... Iya kamu Nura bukan ? " tanya seorang laki laki yang duduk di sampingnya

__ADS_1


__ADS_2