
" Apa kamu pikir aku percaya? Jika aku percaya, selamanya aku akan jadi orang bodoh yang akan terus kalian bodohi. " kata Reyhan dengan mendorong tubuh Elia hingga jatuh ke sofa.
" Kak Reyhan mau apa? " tanya Elia gugup dan ketakutan. Dia mencoba bangkit untuk berdiri namun Reyhan kini sudah menindihnya.
" Apa kamu tahu alasan Nihan meninggalkan aku. Apa kamu tahu apa yang kakak mu lakukan pada orang yang sangat aku cintai? " kata Reyhan mulai membuka dasi dan kemeja nya.
" Aku mohon lepaskan aku kak. Aku tidak tahu sama sekali tentang semua ini kak. Aku mohon maafkan kakak ku. " pinta Elia mengiba
Namun Reyhan yang di penuhi dengan rasa kecewa dan dendam telah membutakan rasa belas kasihan. Dia menindih tubuh Elia dan membisikan sesuatu.
" Kamu tahu apa yang kakakmu lakukan pada Nihan? kamu harus tahu betapa bejatnya kakak yang sangat kau sanjungi itu. " kata Reyhan semakin menempel kan bibirnya
" Dia mengambil kehormatannya. Dan aku akan melepaskan mu, setelah kehormatan mu, kau berikan pada ku. " kata Reyhan mulai mengambil apa yang ia inginkan. Di merobek paksa baju atasan Elia, tanpa belas kasih, ia mengambil paksa kehormatan Elia, tanpa menghiraukan air mata Elia yang mengalir membanjiri wajah nya.
Elia terus memberontak dan memohon ampun pada Reyhan, agar di lepaskan. Namun Reyhan sama sekali tak menjawab atau berubah pikiran. Reyhan terus menerobos paksa dinding pertahanan Elia, sia sia sudah perjuangan Elia untuk mempertahankan, karena tenaga Reyhan lebih kuat di banding tenaga Elia. Elia sudah tak punya daya dan kekuatan lagi, hanya bisa pasrah merutuki nasibnya yang sangat tragis baginya. Karena melawan pun sudah percuma, tak akan mampu melepaskan diri dari kungkungan Reyhan.
__ADS_1
Setelah selesai menyalurkan hasrat nya, Reyhan masuk ke dalam kamarnya membersihkan diri. meninggalkan Elia yang lemas tak berdaya karena ulahnya.
Kini tinggal Elia menangis merasakan sakit di sekujur tubuhnya, dan yang paling sakit ia rasakan saat ini adalah hati nya, ia tak pernah menyangka kehormatannya harus di renggut oleh orang yang ia kagumi keramahan nya, kelembutannya selama ini.
Elia memunguti pakaian nya satu per satu dan ia pakai, walau sedikit koyak tak layak, Elia tetap memakainya. Elia merasakan sakit yang amat sangat di bagian intinya karena Reyhan melakukan dengan kasar dan berulang. Elia belum beranjak masih menangis memandang noda merah di sofa tempat ia di gagahi oleh Reyhan tadi. Dalam hatinya sungguh ia ingin berteriak, meluapkan semua yang ia rasakan saat ini.
Reyhan keluar dari ruangan nya, dengan pakaian lengkap. Ada raut penyesalan saat melihat wajah Elia yang berantakan dan penuh dengan air mata.
" Elia aku minta maaf atas apa yang aku lakukan. " belum selesai berbicara Elia menjawab dengan berteriak dengan penuh amarah.
" Dengan menangis darah pun semua sudah terjadi. Tak akan bisa kembali, seperti aku yang tidak akan pernah mendapatkan cinta Nihan. Sudahlah Elia, anggap saja ini kamu telah menebuskan dosa kakak mu. Aku ingin kita membuat perjanjian Elia, Aku akan menikahi mu, dan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan, tapi aku ingin menikah di hari yang sama pada hari pernikahan kakak mu. Jika kamu setuju, katakan pada kakak mu, nyakin kan dia jika kamu mencintai ku. Jika kamu tidak menyetujui perjanjian ini silahkan keluar dan aku akan terus memperjuangkan cintaku. Jangan salah kan aku, jika aku pun akan berlaku curang seperti yang telah ia lakukan sebelumnya " kata Reyhan tanpa berbelas kasih.
Elia menatap Reyhan tak percaya. Orang yang sangat lembut ternyata mempunyai hati iblis macam ini. Elia beranjak dan berdiri.
" Kak Reyhan jahat. Aku tak pernah menyangka orang seperti kak Reyhan berhati seperti iblis, pemikiran kak Reyhan terlalu picik. " kata Elia dan berlalu pergi. Sebelum pergi Elia mengambil jas milik Reyhan yang tergantung di dekat pintu. Elia memakai walau kebesaran dia mengancingkan semua agar tidak terlihat beberapa kancingnya yang hilang karena Reyhan merobek begitu saja tadi. Di dekat jas itu ada topi yang sering di gunakan Reyhan saat menjemput Nihan. Karena Elia pernah melihatnya. Elia pun mengambil topi itu agar tidak ada yang mengenalinya. Karena bagi Elia ini adalah sebuah aib yang belum pernah ia lakukan. Masuk ke apartemen lelaki, walau bersama Sean Elia menghindari agar tidak ikut masuk ke dalam apartemen kekasihnya itu.
__ADS_1
Elia keluar dengan membanting pintu sekuat tenaga menyalurkan seluruh emosi yang terpendam di hatinya. Reyhan hanya memejamkan matanya dan memijat pelipis kepalanya. Sungguh di dasar hatinya ia juga sangat menyesali perbuatannya, namun saat ia melihat wajah Elia Reyhan selalu teringat dengan Aldo yang membisikan sesuatu pada Nihan. Reyhan sangat nyakin jika Nihan terpaksa menolaknya karena tekanan dari Aldo, hingga Reyhan ingin sekali merusak adik kesayangan Aldo, Reyhan ingin membuat Aldo merasakan hancur, sama seperti yang Reyhan rasakan saat ini. Sangat sakit mendengar Aldo telah merenggut kehormatan Nihan. Dalam semalam, impiannya kandas hanya karena sebuah salah paham.
Elia keluar menuju sebuah lift menekan tanda turun, karena saat ini ia berada di lantai delapan. Elia menurunkan topi agar tidak ada yang mengenalinya, dia bersandar di dinding lift di lantai tujuh, lift terbuka. Masuklah sepasang kekasih, dengan sang wanita bergelanyut manja di lengan kekasihnya. Elia semakin menundukan wajahnya.
" Sayang... Aku dengar kamu akan menikahi wanita itu. Apa itu benar? tanya wanita itu pada kekasihnya. Elia semakin mempertajam pendengarannya.
" Tenang saja sayang, walaupun aku sudah menikah, aku tak akan melupakan mu. Karena pacarku itu tidak sehebat dirimu di ranjang. " kata pacarnya sambil mencubit hidung kekasihnya.
" Jadi kamu juga pernah mencobanya dengan kekasihmu itu? " tanya wanita itu dengan nada sedikit marah tapi manja.
" Dia itu adik kesayangan kakak nya, mana berani aku menyentuhnya, bisa habis aku oleh kakaknya yang seperti serigala itu. " kata lelaki, dan keduanya tertawa.
" Jadi kau takut kakak nya, bukan karena dia menolak mu. " tanya wanita itu memancing pertanyaan lagi.
" Siapa sih yang bisa menolak pesona dari dokter Sean Kingston. Semua pasien ku pun berbondong bondong berkencan denganku, diantara nya kamu yang terjerat pesonaku bukan? kata lelaki itu sombong. Wanita itu semakin mengeratkan pelukan nya dan membisik kan sesuatu yang masih bisa di dengar oleh Elia
__ADS_1