Kisah Cinta Evelyn

Kisah Cinta Evelyn
BAB. 12


__ADS_3

Mahez seperti kehilangan arah. Hidupnya seakan enggan untuk di pertahankan. Hatinya benar benar sakit. Saat mengetahui Evelin meninggalkan dirinya tanpa pesan atau berpamitan padanya.


Dia mengecek semua saluran cctv, untuk mengetahui dengan siapa Evelin memutuskan kabur.


Mahez membuka pesan, jika Nura mengkhawatirkan keadaannya. Dia menantikan kepulangannya. Mau tak mau Mahez pun pulang mendatangi Nura.


" Sayang, kamu kenapa? Ada apa denganmu? " Nura pura pura bertanya.


Mahez berlalu tanpa menjawab. Dia sudah benar benar membenci keadaan. Mahez merasa hidupnya tidak adil.


" Kenapa Engkau mengambil orang orang yang aku cintai Tuhan, apa terlalu buruk aku menjadi hamba. sampai Engkau tak mengijinkan aku untuk hidup bahagia " batin Mahez. Dia duduk termenung di balkon rumahnya, dengan menghisab rokok untuk menetralkan pikirannya yang kalut.


" Kenapa akhir akhir ini aku lihat kamu sering merokok Mahez " kata Nura. Namun Mahez bergeming seolah tak perduli.


" Cukup Mahez, Aku nggak mau kamu mengacuhkan aku begini. Semenjak kamu menikahi Evelin, kamu selalu mengabaikan aku. Padahal di belakangmu dia masih menjumpai pacarnya. Mungkin saja sekarang dia sedang bersama dengan pacarnya. " kata Nura.


Mahez melihat Nura, seakan terbakar api cemburu, Mahez terlihat merah padam. Dia memilih pergi keruang kerjanya dari pada mendengarkan ucapan Nura yang membuatnya muak.


Mahez ingin menyibukan diri dengan pekerjaan, tapi sama sekali tak ada yang bisa di serap olehnya. Pikirannya hanya tertuju pada Evelin saja.


" Akh....." teriak Mahez di ruangan kerja nya. Dia berteriak untuk meringankan pikiran. Sekali pun berteriak, tak akan ada yang mendengar, karena ruangannya kedap udara.


" Apa benar kamu pergi meninggalkan ku demi pria itu. " gumam Mahez.


Mahez pun segera menghubungi Aldo. Dia tidak terima dengan perlakuan Evelin yang mencampakan nya.


" Bagaimana Aldo, apa kamu sudah menemukan titik terang. " kata mahez


" Belum Tuan ' kata Aldo yang belum ingin memberikan harapan palsu pada Tuannya.


" Hanya membawa satu wanita pun kamu tidak sanggup? " kata Mahez d ngan mematikan panggilan


Dada Mahez bergemuruh. Dia benar benar termakan umpan dari Nura.


" Lihat Evelin, akan aku buat menderita jika kamu benar pergi demi laki laki itu. " kata Mahez dengan mematahkan pulpen yang di pegang


Aldo mengerahkan semua anak buahnya untuk ikut mencari keberadaan Nona Mudanya.


Dia mencari tahu siapa orang terdekat Evelin. Dan Nihan adalah sasaran pertama yang akan dia datangi.


Karena menurut penuturan anak buahnya, Evelin tidak di rumahnya. Juga tidak bersama orang tuanya di Singapura.


Tidak sulit seorang Aldo mendapatkan alamat Nihan. Dan saat ini dia sudah berada di depan apartemen Nihan.


Nihan membuka pintu karena dia pikir seorang pramusaji mengantarkan makanan yang dia pesan.


Melihat yang datang orang asing, Nihan segera akan menutup pintu kembali, namun tenaga Aldo lebih cepat dan lebih kuat. Membuat Nihan kesulitan mempertaruhkan pertahanan.

__ADS_1


" Keluar... saya tidak mengenal anda " kata Nihan berusaha mendorong tubuh Aldo, namun yang di dorong tidak bergeming.


" Kamu ini manusia atau patung, kenapa tidak mengerti bahasaku " bentak Nihan.


Karena terdengar suara ribut, Evelin melihat siapa gerangan. Saat melihat Aldo dia segera berbalik, dan bersembunyi.


" Saya mencari Nona Evelin " kata Aldo


" Dia tidak di sini. " ketus Nihan


Aldo mencari di setiap sudut ruangan, tapi menemukannya.


" Sudah aku bilang dia tidak disini. Kalian itu sama saja sukanya hanya menindas. Tak pernah mengerti perasaan orang lain. " Protes Nihan namun Aldo belum beranjak pergi.


" Kenapa kamu tidak pergi, sudah ku bilang Evelin tidak di sini. " Protes Nihan


" Tolong Nona bekerja samalah denganku, beri tahu aku dimana Nona Evelin? Tuan Mahez sangat terpukul dengan kepergian Nona. " kata Aldo


" Kamu pikir Evelin tidak terpukul dengan pengakuan Nura? " kata Nihan


" Nura? Kenapa dengan Nyonya Nura? " tanya Aldo tak mengerti.


" Kamu tanyakan saja pada istri sahnya itu, apa yang dia lakukan pada Evelin. " kata Nihan


Terdengar sesuatu jatuh. Nihan segera berlari melihat ke dalam dan benar saja Evelin pingsan.


Nihan memeriksa denyut nadi Evelin. Dia mencari saluran impus untuk menambah kekuatan Evelin.


Aldo segera akan memberitahukan. keberadaan Evelin pada Mahez. Namun Nihan merampas ponsel itu.


" Kembalikan " kata Aldo penuh penekanan.


" Saya tidak akan mengembalikan. " kata Nihan tak takut walau dia melihat aura membunuh dari Aldo. Dia tidak ingin keselamatan Evelin dalam bahaya.


Sampailah terjadi rebutan ponsel dari keduannya. Nihan yang kalah tenaga pun akhirnya kalah. Dia segera berlutut di hadapan Aldo.


" Aku mohon jangan beritahukan keberadaan Evelin pada Mahez " kata Nihan.


Evelin yang siuman pun melihat Nihan sedang berlutut tak tega dia ingin beranjak bangun.


" Jangan bangun Evelin, kandunganmu sangat lemah " reflek Nihan


Aldo sangat terkejut dengan penuturan Nihan, begitu juga dengan Evelin. Dia tak kalah terkejut dengan penuturan Nihan.


Nihan pun menceritakan jika Evelin sedang hamil.


" Tidak mungkin Nihan, tidak mungkin. Kenapa bisa aku hamil, kami baru dua kali melakukan itu. " kata Evelin frustasi.

__ADS_1


" Evelin itu hanya perkiraan dari pemeriksaanku. Apa kamu sudah terlambat bulan, lagi pula berhubungan satu kali pun akan bisa terjadi pembuahan saat kandunganmu subur, bertemu dengan ****** " tanya Nihan tanpa malu ada Aldo di sana. Dalam dunia kedokteran seperti itu adalah hal yang lumrah, dia tidak pernah mengatakan itu tabu atau bukan.


" Tidak. aku belum terlambat. " kata Evelin yang merasa ini belum waktunya haid


'" Perkiraanku kamu hamil dua minggu Eve. Tapi aku berharap kamu memang tidak benar hamil dari si kep*ra* Mahez itu. " ucap Nihan sambil menatap tajam Aldo.


" Aldo, tolong jangan beritahukan keberadaan ku pada Mahez juga Nura. Jika aku sudah tenang aku akan menemui mereka. " kata Evelin


Aldo diam saja, seakan dia tidak setuju. Dia segera meninggalkan kamar itu. Dan Nihan pun mengejarnya.


" Tunggu, mari kita buat kesepakatan. " kata Nihan yang sudah menutup pintu kamar Evelin agar tidak mendengar percakapan mereka.


" Aku akan mengawasi Evelin agar tidak pergi, dia butuh penangananku. Kondisi dia sangat lemah. Berikan sedikit hati nuranimu untuknya. Aku tahu anda orang baik Tuan. " kata Nihan memohon


" Beritahukan yang sebenarnya padaku " kata Aldo


" Dia ini dingin sekali, akan sulit menaklukkan nya " batin Nihan melihat Aldo.


" Saya hitung sampai tiga, jika kamu tidak memberitahukan, aku akan memberitahukan pada Tuan Mahez. " tegas Aldo


" Benarkan, dia ini dingin sekali. Bagaimana aku merayunya. " pikir Nihan.


" Satu. " Aldo berhitung


" Iya baiklah. " Nihan mengalah.


Nihan pun menceritakan semua yang di alami Evelin, tanpa di tutupi.


" Tolonglah Tuan, aku tidak ingin Evelin dalam bahaya. Kamu lebih baik melukai saya dari pada Evelin " kata Nihan


" Kamu rela berkorban demi Nona, kenapa? " tanya Aldo menyelidik.


" Karena dia temanku, dia sangat lembut, berbeda dengan ku, aku bisa kuat. " kata Nihan


" Kamu sendiri sangat lemah seperti itu, bagaimana melindungi orang lain. bicara saja yang besar, tapi tenaga tak punya. Bagaimana akan melindungi teman. " Aldo mengejek.


" Kamu itu sombong sekali Tuan. Lihat saja jika Anda sakit, aku akan menyuntikan cairan rabies pada Anda, supaya jadi waras. " kata Nihan buang muka. Dia tidak terima dikatakan lemah.


Aldo melihat Nihan dingin.


" Aku tak akan pernah sakit. " jawab Aldo.


Untuk pertama kalinya Aldo meladeni ucapan Wanita. Karena biasanya dia hanya bergeming tanpa menghiraukan.



Jika Aldo dan Nihan cocok gak ya jadi pasangan. 🤔🤔🤔

__ADS_1


__ADS_2