
Nura membuka matanya, melihat orang yang berbicara padanya. Dia sangat mengenali suara lelaki itu.
Dan betapa terkejutnya Nura saat benar benar bisa melihat orang yang duduk di samping nya.
" Morgan? " kata Nura pelan.
" Berhenti pak. Stop. " kata Nura kencang. Sopir taxi itu pun menghentikan mobilnya.
Nura keluar begitu saja dengan berlari.
" Nura tunggu, aku ingin menjelaskan semuanya. " kata Morgan
Morgan ingin keluar mengejar Nura namun pak sopir menahannya.
" Bayar dulu Tuan. " kata sopir taxi itu.
Akhirnya terpaksa Morgan mengeluarkan uang, sehingga pandangan menatap Nura terhenti, hingga dia kehilangan jejak Nura.
Dia menatap sekeliling tidak di temukan adanya Nura, sampai dia melihat wanita yang berpakaian mirip Nura berjalan cepat masuk ke dalam pusat perbelanjaan.
Dengan langkah cepat Nura memilih baju asal dan membayarnya. Dia berjalan ke kamar mandi dan berganti pakaian. Setelah selesai dia membenarkan riasan yang luntur karena keringat. Dia dapat bernapas lega.
" Nura ? " saat Evelyn keluar dari toilet.
" Eve, sedang apa di sini, bukankah kandunganmu sudah besar. bepergian apa membuatmu nyaman? " tanya Evelyn.
" Aku biasa saja Nura, justru aku di rumah saja bosan. makanya aku ijin keluar. " kata Eve
" Kamu sendirian? " tanya Eve
" Seharusnya sendiri, tapi Mahez menyuruh tujuh pengawal di belakang ku. " kata Evelyn jengkel
Nura yang mendengar pun sedikit tertawa. Dia dapat memahami, karena dia pun pernah merasakan, sangat tidak bebas.
" Jangan menertawakan ku. Aku lebih baik di kawal, dari pada di rumah pun juga di jaga, aku sudah seperti tahanan. " gerutu Eve
" Tidak. aku tidak menertawakanmu, karena aku pernah merasakan seperti dirimu dulu. Sudahlah, mari keluar. " ajak Nura dengan memakai masker untuk menutupi wajahnya
__ADS_1
" Tumben sekali kamu memakai masker? " tanya Eve
" Aku sedang menghindari penjahat. Bisakah kamu juga memakai masker, supaya kamu juga aman. " kata Nura menyodorkan sebuah masker untuk Evelyn, dan Evelyn pun menerima dan memakai begitu saja.
Sepanjang perjalanan, Nura menceritakan semua kejadian dari awal bertemu dengan Arjun sampai bertemu Morgan, kepada Evelyn tanpa di tutupin sedikit pun.
Mereka bercerita sambil memasuki otlet otlet, dan mencari yang mereka anggap pas.
" Jadi Morgan itu mantan kamu. Kemana saja dia, kenapa sekarang baru mengejarmu. " kata Evelyn
" Entahlah. aku sudah tak perduli lagi dengan dia. Hatiku sudah terlanjur sakit hati. Eve, ini sudah malam pulanglah, lagi pula Mahez pasti mengkhawatirkan mu. " kata Nura
" Dia sedang di luar kota, ada proyek yang harus dia resmikan. " kata Evelyn
" Tapi ini sudah malam, kembalilah. Aku masih ada yang ku cari sekalian di sini. " kata Nura
" Apa kamu baik baik saja, jika aku tinggal sendirian. " kata Evelyn
" I' m oke. Aku sudah terbiasa dengan kesendirian. " kata Nura
Evelyn tersenyum, dia melihat sebenarnya Nura butuh seorang teman saat ini.
Nura pun mengutarakan maksutnya, dia ingin membuka sebuah kafe, dan mungkin di sini dia menemukan akrilik yang menarik.
" Aku bisa membantumu mendesign kafe barumu itu. " kata Evelyn
" Benarkah? " tanya Nura antisias. Dia merasa senang, karena selama ini dia tak mempunyai teman, dulu dia selalu bersama Morgan yang memberinya semangat dan dukungan. Tapi semenjak Morgan menghilang dia hanya sendiri, karena obsesinya menjadi orang yang ber pengaruh, sehingga membuat Morgan menyesal. Dia sibuk menargetkan lelaki yang bisa membawanya dalam titik tertinggi itu. Dan saat ia akan memulai, Evelyn selalu menghancurkannya. Dia merasa Evelyn lah penyebab kegagalan itu. Hingga ia sudah mendapatkan Mahez, dia masih menyimpan dendam. Yang pada akhirnya justru mengembalikannya pada titik awal semula.
Sekarang Nura sudah kembali berubah, karena pada dasarnya dia adalah orang yang baik.
" Tentu saja. Aku seorang design interior. Jangan ragukan kemampuanku. " kata Evelyn sedikit sombong, lalu dia tertawa
" Ya aku percaya. Setelah menemukan tempatnya, aku akan menghubungimu. " kata Nura
" Bagaimana jika kita sama sama pulang. Besok kita mencari tempat dan juga akrilik itu. Aku akan menemanimu. " kata Evelyn
" Aku takut bisa berpengaruh pada kondisi bayimu. Kamu jadi kelelahan, dan aku tak mau mahez menyalahkan aku lagi. " kata Nura
__ADS_1
" Aku akan membicarakannya pada Mahez nanti. " kata Evelyn
" Baiklah. Jika Mahez berkata tidak, kuharap, kamu tidak membantahnya. " kata Nura mengingatkan
" Iya. " kata Evelyn.
Keduanya terpisah di lobby. karena Nura membohongi jika dia membawa mobil sendiri. dia tidak ingin merepotkan Evelyn, apalagi Eve sedang hamil besar.
Nura memutuskan naik taxi untuk mengambil mobilnya yang masih terparkir di kafe tadi sore. Nura berpikir jika Arjun sudah pergi. Karena sudah terlalu lama menurutnya.
Benar saja, kafe itu sudah tutup, dan tak ada satu mobil pun terparkir di halaman kafe itu. Nura mencari kunci mobil itu di dalam tas, dia membuka pintu mobil itu.
Nura memarkirkan mobil di halaman rumahnya, Dengan langkah gontai dia kembali menutup gerbang. Dia sengaja tidak memperkerjakan asiten rumah karena untuk menghemat badge. Dia hanya mempuyai penjaga kebun dan art di siang hari saja. Jika sudah sore pekerja itu pulang kerumah mereka.
Saat Nura menutup gerbang, sebuah tangan kokoh menghadang gerbang itu, agar tidak sepenuhnya tertutup.
" Kenapa kamu bisa di sini? " tanya Nura gugup sekaligus kaget.
" Aku sudah katakan, tak ada yang tidak bisa ku temukan, apalagi hanya dirimu. Itu sangat mudah. " jawab Arjun enteng.
" Untuk apa kamu meluangkan waktu hanya untuk orang seperti ku. Pergi lah, aku tidak ingin berurusan denganmu. " kata Nura berusaha keras menutup gerbangnya. Namun tenaga Arjun lebih kuat di banding dengan tenaga Nura yang sangat lemah.
Akhirnya karena adegan saling menarik gerbang itu, membuat keseimbangan Nura yang memakai sendal hak tinggi pun tumbang, kakinya terkilir membuatnya jatuh, tak bisa berjalan.
Arjun pun membuka gerbang itu dan melihat kaki Nura yang memar karena terkilir. Arjun pun menggendong Nura masuk kedalam pekarangan rumah ya. Nura diam saja karena merasakan kesakitan pada kakinya.
" Buka pintu nya " perintah Arjun
" Lepaskan aku, aku tak akan membuka pintu jika kamu masih berada di sini. " kata Nura ketus
Dan atas permintaan Nura, Arjun pun melepaskan Nura begitu saja, hingga dia terjatuh kebawah.
Nura meringis kesakitan merasakan bokong dan kakinya. Dia mengusap airmata di wajahnya. Karena baginya, hati ini adalah hari sial untuknya.
Arjun merampas tas Nura begitu saja. Dan mengambil kunci rumah dari tas tersebut, dia pun membuka pintu itu dengan mudah. Sedangkan Nura hanya bisa menangis. Untuk melarikan diri pun dia tidak bisa berjalan.
Arjun masuk begitu saja, tanpa memperdulikan Nura yang masih berada di luar yang masih menangis.
__ADS_1