
Aldo menatap tajam wajah Nihan, dia merasa panas dengan penghinaan Wanita di depannya itu. Selama ini,Aldo banyak sekali yang mendekati, banyak wanita yang tergila gila ingin menjadi kekasihnya. Bahkan dari kalangan artis banyak yang dengan suka rela menjadi penghangat ranjangnya, namun tidak serta merta Aldo menerima wanita wanita itu.
" Katakan syarat apa yang ingin kau ajukan, untuk kamu memenuhi perjanjian ini. " tantang Aldo
" Aku ingin saham perusahaanmu lima puluh persen, fasilitas mobil Bugatti la voiture, apartemen dan isinya ini, bolehlah. " kata Nihan yang otaknya mulai bekerja untuk balas dendam.
" Baiklah. Apa ada permintaan lain. " kata Aldo.
" Selama masa perjanjian, tidak ada kontak fisik, tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing masing, Dan ...." kata Nihan berhenti karena Aldo beranjak bangun pergi meninggalkan dirinya.
" Selalu saja bertindak seenak jidatnya. Dasar Hulk..." gerutu Nihan menatap punggung Aldo yang sudah masuk ke sebuah ruangan, dan itu bukan kamar tidurnya, Karena waktu merawat Aldo, kamar Aldo di sebelah kanan, dan sekarang Aldo memasuki ruangan sebelah kamar.
Aldo kembali keluar dengan membawa sebuah kertas yang berisi sebuah perjanjian.
" Tanda tangan di sini. " Aldo menunjukan tempat tanda tangan dengan sebuah materai yang sudah tertempel materai di sana.
Nihan merampas perjanjian itu, lalu membacanya.
" Apa apaan ini. Pihak pertama pembuat kontrak, pihak kedua pematuh kontrak, dan disini tertulis aku lah sebagai pihak kedua. Jadi aku harus mematuhi semua aturanmu, tidak bisa seperti itu. Ini tidak jelas jadi ini bisa merugikan aku. Disini tidak tertulis saham lima puluh persenku, mobilku, apartemen ku, kau bisa saja membohongiku. " protes Nihan
" Besok aku akan mengurus semua yang kamu inginkan, ternyata kamu mata duitan juga ya. " kata Aldo
" Tentu saja. Bukankah dalam hal ini sangat merugikan aku, kita menikah lalu bercerai, dan aku berganti status seorang janda kembang. Jika tidak memperjuangkan hak ku, bagaimana jika ini hanya sebuah penipuan. Bukan kah nanti hanya kamu yang menerima keuntungan saja, jika itu sampai terjadi. Lalu apa gunanya aku berkorban melakukan ini semua." kata Nihan
" Jadi ini tujuan mu menggoda setiap laki laki. " kata Aldo cuek.
Nihan terdiam sejenak, walau ada sedikit getir, namun dia sudah terbiasa dengan lidah tajam Aldo. Dengan lantang dia menjawab ucapan Aldo.
" Setiap laki laki dengan suka rela memberikannya untuk ku tanpa ku minta, hanya kamu saja yang pelit padaku. Tidak ada yang bisa melupakan pesona dokter Nihan, primadona rumah sakit Harapan bangsa. Bahkan seorang Aldo saja bisa terpikat oleh pesona ku. " kata Nihan membusungkan dada kecilnya
__ADS_1
" Dada rata seperti itu saja kau pamerkan. " celetuk Aldo
Nihan menutup dadanya dengan kedua tangannya.
" Ternyata kamu seorang lelaki mesum juga ya, aku pikir kamu tidak tertarik hal begituan. " kata Nihan
" Cepat tanda tangan di sini. " kata Aldo.
" Berapa lama perjanjian ini berlangsung? " tanya Nihan lagi sebelum tanda tangan.
" Disitu tertera, bukan kah kamu tadi sudah membacanya." kata Aldo
Nihan mengulang membaca isi perjanjian itu.
" Surat perjanjian ini berlaku enam bulan sejak pembuatan perjanjian. " Nihan membaca di pengakhiran surat perjanjian tersebut.
Akhirnya Nihan menanda tangani surat perjanjian itu. Aldo tersenyum penuh arti sejak Nihan menanda tangani perjanjian itu.
" Selamat datang Nyonya Barreto " batin Aldo
" Kapan rencana pernikahan ini di laksanakan? " tanya Nihan
" Minggu depan, setelah aku menyelesaikan pekerjaan ku, aku akan meminta ijin pada Tuan Mahez untuk mengaturnya, katakan pernikahan seperti apa yang kamu ingin kan? " tanya Aldo
Aldo membayangkan jika Nihan akan meminta pernikahan yang sangat spektakuler mengingat Nihan yang gila materi seperti tadi. Jadi Aldo butuh waktu satu minggu untuk mengaturnya.
" Aku hanya ingin prosesi ijab kabul saja, di hadiri kerabatmu saja. Jangan sampai orang luar tau acara ini. Karena aku tidak ingin setelah perjanjian selesai orang akan menyangka aku seorang janda kembang beneran. " kata Nihan dengan tertawa.
Aldo tersenyum getir dengan penuturan Nura, Hanya kerabatnya saja, itu berarti kerabat Nura tidak ada yang hadir, bahkan orang tuanya tidak di beritahu.
__ADS_1
" Sungguh rubah licik, kita lihat siapa yang lebih licik " batin Aldo
" Apa orang tua mu tidak kamu beritahu, lalu siapa yang akan menjadi wali nikah kita. Dan kamu pikir Elia tidak curiga dan menerima begitu saja perlakuanmu pada kakaknya. " kata Aldo
" Tapi aku tak bisa memberitahu ayahku, bagaimana jika dia nanti tahu aku menikah bohongan. Aku takut dia syok dan penyakit jantungnya kambuh. " kata Nihan
" Jadi kamu sangat takut pada kesehatan ayahmu, baik ini akan jadi kunci untuk mengekangmu. " batin Aldo dengan tersenyum
" Kenapa kamu tersenyum? Apa yang kau pikirkan? " tanya Nihan
" Kamu pikir untuk mendapatkan Bugatti la voiture noire itu mudah, mobil setara dengan uang dua ratus delapan puluh sembilan milyar rupiah. Apartemen dan seisinya ini tidak cukup uang lima ratus milyar, saham lima puluh persen itu lebih dari sepuluh triliun. Dan kamu total sendiri saja semua itu, apa kamu tidak merasa merugikan aku, jika Elia mengetahui kebohongan ini. Kamu hanya sedikit berkorban apa tidak bisa. " kata Aldo
" Tidak. Ayahku lebih berharga dari harta yang kau janjikan. Lebih baik aku batalkan saja perjanjian ini. " kata Nihan lantang
" hohoho.... Nyonya Nihan yang terhormat, kamu sudah menanda tangani perjanjian itu, dan kamu tahu jika kamu melanggar perjanjian itu, kamu harus membayar pinalty sebanyak harta yang kau minta. Bukankah kamu sudah membacanya dengan seksama. " kata Aldo dengan memperlihatkan point dimana Nihan harus membayar denda.
Nihan membaca dengan teliti, namun tidak menemukan adanya perjanjian pinalty yang tertulis.
" Kamu jangan membohongiku Aldo, tidak ada di perjanjian jika aku harus membayar pinalti. " tegas Nihan
" Pihak pertama Aldo Barreto, pembuat perjanjian. Ingat Pembuat perjanjian.... Jadi aku membuat perjanjian, jika kamu harus membayar pinalty itu. " kata Aldo tersenyum licik
Mata Nihan memerah dan berair, mana mungkin dia bisa terjebak dengan perjanjian gila yang di buat Aldo, Dia tidak mungkin melibatkan orang tuanya yang sangat ia sayangi. Jika ia harus membayar, Nihan tidak punya uang sebanyak itu untuk membayar.
" Kamu hanya perlu membawa kedua orang tuamu saja sudah cukup, setidaknya Elia sudah percaya, jika kita menikah nyata. " kata Ald
" Apa kita juga mendaftarkan pernikahan kita secara hukum? " tanya Nihan
" Kenapa ? Apa kamu mulai ragu. ingat Nihan, setelah perjanjian ini selesai, bukan hanya dirimu yang jadi janda, tapi aku juga akan menjadi duda. Dan aku rasa kamu juga akan jadi janda kaya raya, lalu apa yang kamu pertimbangkan. " kata Aldo
__ADS_1