Kisah Cinta Evelyn

Kisah Cinta Evelyn
BAB. 62


__ADS_3

Perhatian Area 21 ++


Author akan membawa otak traveling pikiran menerawang,,untuk yang belum dewasa di mohon skip ya..... Happy Reading....


Jangan lupa minta Like and komen kalian untuk tambah rajin aku buat up ya.... Dan juga Gift flower buat author ....🥰🥰🥰


Mahez membawa nampan itu ke tepi ranjang dan memangkunya. Dia menyiapkan nasi untuk di suapkan pada istrinya.


" Buka mulutmu, dan makan banyak. Ingat Eve kamu tidak boleh kelaparan. Terutama Mahez junior tidak boleh sampai kekurangan gizi. " ungkap Mahez


Dengan begitu patuhnya Evelyn menerima suapan Mahez, dia bagaikan orang bodoh jika sudah bersama Mahez. Selalu menuruti apa yang di minta suaminya.


" Sudah cukup Mahez, aku sudah kenyang. " kata Evelyn yang terus di paksa buka mulut oleh Mahez.


" Kamu harus makan banyak, lihatlah tubuhmu kurus. Aku tidak mau di olok olok teman ganas mu itu, menikah denganku hanya perutnya saja yang besar. " kata Mahez


" uhuk......." Evelyn tersedak dan memuncratkan makanan ke wajah Mahez


" Pelan pelan makan nya sayang. " ucap Mahez memberikan minum


Lagi lagi Evelyn justru tersendak lagi ketika minum. Dia merasa Mahez sangat aneh dari biasanya. apalagi Evelin sangat asing mendengar Mahez memanggil dia sayang.


" Mahez... apa kamu terjadi sesuatu? " kata Evelyn dengan memeriksa kepala suaminya, sampai dia menyadari jika wajah mereka sudah saling dekat, hembusan nafas Mahez pun terasa di wajahnya, bau aroma sampo Mahez membuat otaknya traveling.


" Kenapa dengan mu sayang? " lagi lagi Mahez memanggil sayang, membuat Evelyn risih.


" Kenapa kamu kelihatan lain, dan ada apa denganmu, kenapa kamu bisa juga bersikap manis,menyuapi ku, dan memanggil sayang. Aku pikir jika kamu terbentur sesuatu, dan terluka. " jawab Evelyn polos


" Jadi kamu suka aku manis atau dingin? " Mahez yang ternyata tidak marah atau tersinggung dengan ucapan istrinya.


Mahez memandang wajah Evelyn dengan tersenyum, membuat Evelyn salah tingkah dan merona di wajahnya.


Mahez meletakan nampan yang sudah kosong di nakas, samping ranjangnya, Mahez menyelipkan anak rambut yang tergerai ke belakang telinga Evelyn.


" Aku menyukai aroma rambutmu Eve, sampo apa yang kamu pakai? " tanya Mahe

__ADS_1


" Bukan kah sampo kita sama? " kata Evelyn


" Tapi kenapa aromanya lain? " jawab Maje terus mencium rambut Evelyn yang ada di jemarinya.


Hingga Mahez terus mendekat dan hingga mencium daun telinga Evelyn. Bagai tersengat aliran listrik Evelyn bergidik merasakan tubuhnya terasa panas, padahal ac di kamarnya sudah di hidupkan.


" Kenapa kamu selalu malu Eve, bukankah kita sudah sering melakukanya. Bahkan aku sudah hafal dimana letak tahi lalat di tubuhmu. " bisik Mahez


Evelyn semakin merona mendengar penuturan Majez. Dia hanya bisa menundukan kepala.


" Ekspresikan perasaanmu, jika kamu menikmatinya sambutlah sentuhanku. Aku menyukainya. " ucap Mahez tepat di dain telinga Evelyn hingga terasa gerak bibir Mahez yang membuat Evelyn semakin terbuai.


Singguh Evelyn tak pernah menyangka jika suaminya bisa berubah menjadi sangat manis seperti ini. Biasanya Mahez hanya berkata merayu namun dengan ekspresi yang masih dingin. Namun sekarang Mahez merayu dengan sikap manis dan senyum memikat membuat jantung Evelyn semakin berpacu dengan cepat.


" Kenapa gemetar, aku bahkan ingin kamu yang memulainya. " kata Mahez menatap wajah Evelyn karena ia dapat melihat dan mendengar, wajah gugup dan detak jantung yang keras dan cepat.


" Memulai apa? " tanya Evelyn polos, karena di setiap permainan mereka, Mahez lah yang selalu memimpin, dengan Evelyn yang pasrah.


" Bukankah kamu sedang di hukum. Jadi laksanakan hukuman itu sekarang. " kata Mahez menatap intens wajah Evelyn


" Lakukan seperti apa yang sering aku lakukan padamu, Ayolah Eve... kamu sedang di hukum. " kata Mahez tersenyum menggoda


Evelyn semakin malu, namun ia memajukan bibirnya dan menempelkan pada bibir Mahez, namun hanya sebatas menempel.


Akhirnya Mahez memundurkan wajahnya dan memperlihatkan sebuah video film seorang wanita dengan agresifnya mencium bibir kekasihnya. Adegan ciuman bibir yang sangat intens dan lama, Evelyn hanya bisa membelalakan mata dan menelan ludah susah.


" Lakukan sekarang ! " kata Mahez


Evelyn yang sudah menerawangkan imajinasipun, dengan cepat melakukannya, dia melingkarkan kedua tangan nya di pundak Mahez. Dia mencium bibir Mahez dengan agresif seperti dalam Video tadi. Bahkan Evelyn menyesap bibir suaminya yang di rasa manis.


Entah keberanian dari mana, Evelyn mencium bibir Mahez, lalu turun ke leher, dia mencium leher jenjang Mahez dan terus kebawah di bagian dada.


Mahez yang sudah tergodapun menghentikan aksi istrinya, dan mencium liar bibir istrinya kembali, ciuman yang tadi manis dan hangat, kini berubah menjadi ciuaman panas dan menuntut. Keduanya saling memagut, bermain lidah dan bertukar saliva, Mahez sangat pandai membawa Evelyn terbang, dia mencium semua wajah, dan membuka dres yang dipakai Evelyn, tanpa Evelyn sadari dirinya sudah tak memakai apapun.


Mahez membaringkan Evelyn, dan bermain main di dada putih mulus istrinya, dia mulai menyesap dan memberikan tanda merah yang banyak di sana, Evelyn hanya bisa mengelijang, merasakan sensasi yang Mahez berikan.

__ADS_1


Setelah puas menciumi setiap lekuk tubuh istrinya Mahez mulai melakukan penyatuan yang sangat pelan, dia takut melukai benih dalam rahim istrinya.


Entah untuk kesekian kalinya, Mahez melakukan penyatuan, yang memberikan kenikmatan untuk istrinya.


Melihat istrinya yang kelelahan karena ulahnyaMahez berbaring di samping Evelyn.


"Apa aku menyakitinya sayang? " tanya Mahez membelai perut buncit istrinya.


" Lihat dia menjawabnya, dia bilang menyukainya.Bahkan dia ingin lagi. " kata Mahez yang merasakan perut istrinya berkedut.


" Dia bilang, dia capek sayang. Dia mau bobok jangan di ganggu. " kata Evelyn yang tak mau diajak melakukan lagi. Dia sudah terlalu capek untuk mengikuti permainan suaminya yang tiada kata lelah.


" Lihat sayang dia bilang momy nya bohong, dia ingin di jenguk dady nya sekali lagi. " kata Mahez tak kehilangan akal saat perut Evelyn bergerak lagi


" Benarkan baby...." kata Mahez yang mendapat jawaban dengan perut Evelyn yang berkedut lagi.


" Dia jawab iya sayang, apa kamu tak kasian melihat anakmu menangis minta di jenguk dady nya lagi. " kata Mahez yang sudah bersiap mengungkung istrinya lagi, dia kembali mencium leher jenjang istrinya dan meninggalkan banyak tanda biru di sana. bahkan hampir seperti orang yang habis di kerok, leher Evelyn tak berjeda tandanya.


Begitu antusias nya Mahez melakukan dia semakin bersemangat melihat istrinya yang semakin sekal, dia semakin menyukai tubuh istrinya yang membesar namun padat.


" Mahez.... sudah.... " kata Evelyn seperti merasakan kontraksi seperti dulu lagi.


" Tanggung sayang... sedikit lagi..... " kata Mahez yang terus melakukan untuk mencapai puncaknya.


Dan selesailah, Mahez terjatuh di samping istrinya dan mencium pucuk kepala istrinya. Namun Evelyn masih meringis, seakan merasakan kesakitan.


" Sayang ...... sayang..... ! " kata Mahez panik melihat kondisi istrinya.


Jika kalian masih stay membaca karya recehanku ini. Itu tandanya kalian reader setiaku. Absenkan diri kalian di kolom komentar ,, agar aku kenal kalian ya..🥰🥰.


Jangan lupa like setiap episodenya, gift flowers, dan vote karya aku agar bisa terus update ya.


Yang ingin membaca kelanjutan kisah Elia balas dendam pada Sean dan Reyhan baca di karya terbaruku ya. " MENGEJAR CINTA YANG DI TINGGALKAN"


__ADS_1


__ADS_2