Kisah Cinta Evelyn

Kisah Cinta Evelyn
BAB. 36


__ADS_3

" Jika aku memilih mu dengan meninggalkan Nura, itu tandanya aku harus berjuang keras untuk menghidupimu. Apa kamu siap jika itu harus terjadi. " kata Mahez menatap bola mata Evelyn


" Sebenarnya aku selalu siap jika itu bersamamu, tapi aku hanya tidak rela jika Nura menikmati kekayaan yang kamu dapat dari kerja kerasmu. " kata Evelyn


" Lalu apa kamu ingin, jika hanya selalu menjadi istri kedua ku. Bagaimana dengan anak kita, bila nanti tahu jika ayahnya mempunyai dua istri. Apa aku pantas mendidiknya dengan memperlihatkan kamu hanya sebagai istri kedua ku. Aku takut anak kita tidak bisa menghargai seorang wanita, jika tahu ayahnya seperti ku Eve. " kata Mahez


" Baiklah... Aku akan selalu mendukungmu. Apapun keputusanmu, aku percaya itu yang terbaik untuk keluarga kita. " kata Evelyn dengan memeluk erat suaminya.


" Terima kasih Eve. " kata Mahez dengan mencium kening istrinya.


Sore hari Mahez dan Evelyn baru keluar kamar. Evelyn hanya mendapati Aldo yang sedang duduk fokus pada laptop di pangkuannya.


Dia mencari Nihan di ruangan ini tapi tidak menemukan. Akhirnya dia mengetuk pintu kamar Nihan. Karena apartemen itu ada empat kamar, dua di lantai bawah dan dua lagi di lantai atas. Dan Kamar Nihan ada di belakang tangga lantai bawah juga.


" Nihan.... " kata Evelyn


" Ya... " jawab Nihan di dalam.


" Apa aku boleh masuk? " tanya Evelyn yang mendapati pintu kamar Nihan terkunci.


" Aku baru memakai masker Eve, nanti saja ya " kata Nihan bohong karena sekarang matanya sembab karena terlalu banyak menangis


" Dasar... sudah peyot ya peyot saja, percuma kamu maskeran seharian juga. " ledek Evelyn yang tak di jawab oleh Nihan.


Akhirnya Evelyn duduk di sofa sendiri, dia melihat Mahez sedang berbicara serius dengan Aldo, mungkin mereka sedang membicarakan bisnis.


Mahez yang melihat istrinya sendiri pun mendekatinya, membiarkan Aldo menyelesaikan pekerjaan sendiri.


" Kemana Nihan? Kenapa kamu sendiri disini? " tanya Mahez yang sudah duduk disamping Evelyn


" Nihan sedang maskeran, mungkin dia tidak keluar malam ini. Jika sedang ritual dia tidak bisa diganggu. " kata Evelyn


Mahez mengerutkan keningnya mencerna ucapan Evelyn, lalu tersenyum

__ADS_1


" Kenapa kamu tidak ikut saja, supaya pipimu jadi tambah mulus. " kata Mahez sambil mencubit gemas pipi Evelyn


" Aku tidak pernah maskeran, atau perawatan. Aku sudah terlahir cantik sejak dulu. " kata Evelyn


" Benarkah. Berarti uangku akan aman kalau begitu. " kata Mahez mencium gemas pipi Evelyn


Evelyn mendorong Mahez menjauh.


" Temani Aldo menyelesaikan pekerjaan, aku tidak apa apa sendiri. " kata Evelyn dengan meraih ponsel di dekatnya.


" Bukankah aku sudah berkata, jika di dekatku jangan bermain ponsel. Apa kehadiranku masih kurang hingga kamu masih membutuhkan ponsel ? " kata Mahez dengan meraih ponsel Evelyn.


Evelyn yang tak ingin membuat suaminya marah pun mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya.


" Iya sayang ku. muach " kata Evelyn lalu mencium bibir suaminya. Mahez yang tak percaya pun hanya tersenyum melihat keberanian istrinya sekarang.


" Eve... Apa kandunganmu sudah baik? Bagaimana jika pulang ke Indo, dan kita segera mengurus perceraian ku. Aku sudah tak sabar menjadikanmu satu satunya istri sah ku. " kata Mahez menatap Evelyn


" Aku sudah merasa baikan, tapi aku akan bertanya pada Nihan bagaimana baiknya. " kata Evelyn


" I love you. " kata Mahez dengan meraih tengkuk leher istrinya untuk dicium.


" E...e..ehmmmt... " Nihan sudah keluar dengan handuk dikepalanya, terlihat wajah fres Nihan dan harum yang menyeruak di seluruh ruangan. hingga Aldo yang di meja dapur belakang pun dapat menghirup bau harum dari tubuh Nihan.


Nihan sengaja memakai masker untuk menutupi sembab di matanya. dan mencuci wajahnya berkali kali, supaya Evelyn tidak tahu, yang nantinya akan membuat Evelyn ikut bersedih dengan apa yang di rasakannya. Nihan takut jika ia bercerita pada Eve akan berpengaruh pada kandungannya. Jadi ia tidak ingin membebani sahabat baiknya.


Evelyn gugup dan duduk agak menjauh dari Mahez, berbeda dengan Mahez, dia seolah tidak terjadi apa apa. Mahez duduk dengan tenang masih pada posisinya menghadap Eve.


" Apa kalian tidak bisa menghormati wanita jomblo ini, bagaimana jika aku terpancing dan ingin mencoba merasakan. Kalian tahu, jiwa jomblo ku meronta ronta. " kata Nihan tanpa dosa ikut duduk di antara mereka berdua. Akhirnya Mahez memilih menyingkir duduk di ujung sofa.


" Seperti ini baru benar " kata Nihan dengan tertawa, dia tidak menyadari jika dari ia keluar sudah di perhatikan oleh Aldo dari meja dapur yang tidak ada sekatnya, sehingga Aldo dapat melihat dengan jelas wanita yang sudah ia sakiti tadi.


Aldo menggelengkan kepala melihat aksi kocak wanita pujaan hatinya. Sebenarnya dia kepikiran dengan kata katanya yang sangat tajam, yang ia ucapkan pada Nihan tadi. Aldo sangat menyesali dan ingin meminta maaf, namun ia urungkan karena saat ini kondisi Nihan baik baik saja. Seperti tidak terjadi sesuatu dengan hatinya.

__ADS_1


" Nenek peyot.... Akhirnya kamu keluar juga, apa kamu sudah menyelesaikan ritualmu? " tanya Evelyn


Mahez yang mendengar pun terlihat menahan tawa.


" Tentu saja, aku sudah menyelesaikan mandi kembang tujuh rupa rupa warnanya, merah,kuning, kelabu, merah muda dan ungu. " kata Nihan yang langsung di bekap Evelyn


" Itu lagu balonku, bukan nama bunga. " kata Evelyn sewot


" Lagian wanita secantik dan semulus ini dibilang nenek peyot. " kata Nihan dengan menyentuh kedua pipinya.


" Jangan menatapku lebih dari tiga detik, karena di detik keempat kamu akan jatuh cinta padaku. " kata Nihan sewot menatap Mahez


Evelyn pun melempar bantal sofa tepat di wajah Nihan.


" Auw..... " kata Nihan dengan merapikan rambutnya yang berantakan terkena bantal yang di lempar Evelyn tadi.


" Mahez tak akan bisa berpaling dari pesona Evelyn. " kata Evelyn


" Mungkin saja, buktinya dia berpaling dari Nura dan menikahimu. Istri siri lagi. " kata Nihan begitu saja


" Jaga ucapan mu. " kata Mahez terpancing emosi. Karena Mahez jarang bergaul dengan Nihan, maka dia baru tahu jika mulut Nihan sangat lemez.


" Kenapa harus di jaga, toh kenyataannya seperti itu, Eve saja yang bodoh mau di jadikan istri siri, sampai hamil pula. " kata Nihan tanpa takut


" Kamu... " kata Mahez terhenti, karena di larang oleh Evelyn untuk tidak bertengkar, akhirnya Mahez kembali duduk.


" Nihan, Mahez akan menceraikan Nura, dan kami akan mendaftarkan pernikahan kami segera. Apa kandunganku akan baik baik saja, jika aku melakukan penerbangan ke Indonesia? " kata Evelyn


" Aku tidak tahu secara pasti, mungkin besok kita bisa membawa ke dokter kandungan di rumah sakit, yang tersedia alat usg agar lebih akurat. Eve apa kamu nyakin akan kembali ke Indonesia? " tanya Nihan


" Nihan kamu sudah tahu bukan jawabannya." kata Evelyn


" Ya... aku tahu, jika sudah menyangkut Tuan besar Mahez, otak encer Evelyn jadi buntu. Aku jadi heran, pesona apa yang kamu tunjukan sampai Evelyn tergila gila padamu. " kata Nihan dengan mengamati Mahez dari atas sampai bawah.

__ADS_1


" Jangan menatapku lebih dari tiga detik, karena di detik keempat kamu akan jatuh cinta padaku. " kata Mahez membalik ucapan Nihan, membuat semua di ruangan itu tertawa. Mereka tidak menyangka ternyata Mahez bisa bercanda.


__ADS_2