
Nihan terdiam, dia sendiri bimbang sudah sangat larut jika pulang. Akhirnya dia memutuskan untuk menyetujui penawaran Aldo.
" Baiklah. Aku akan tidur di sofa, jika butuh sesuatu panggil aku disana. Kamu tidurlah. " kata Nihan dengan merapikan selimut Aldo
Tak butuh waktu lama Nihan sudah terlelap. Sebenarnya dia sangat kelelahan hari ini, namun masih di sibukan dengan menolong Aldo. Jika bukan karena Elia yang sangat baik terhadapnya, mungkin Nihan tidak akan mau harus merawat orang yang sering kali membuat hatinya luka.
Berbeda dengan Aldo, dia masih terjaga hingga pukul dua dini hari, dia memutuskan untuk melihat Nihan di sofa. Terlihat Nihan sedang meringkuk, hanya dengan jas kerjanya yang di gunakan untuk selimut dan berbantal sofa yang kecil.
Aldo mengangkat tubuh Nihan perlahan, dengan hati hati ia menidurkan di ranjangnya. Lalu di mengintari ranjang dan mulai ikut merebahkan tubuhnya disamping Nihan. Karena rasa kantuk dan letih, Nihan sama sekali tak merasakan jika sekarang dia tidur dalam pelukan Aldo.
Aldo merasakan panas di sekujur tubuhnya, saat tubuh Nihan masuk dalam pelukannya. Dia sendiri di buat tersiksa karena ulahnya sendiri. Apalagi sekarang Nihan ikut memeluknya seperti guling, hingga tak ada jarak diantaranya.
Pagi menjelang ia sengaja tidak membangunkan Nihan yang masih terlelap. Dia bergegas membersihkan diri dan pergi kekantor dengan menjemput Mahez terlebih dahulu. Sebelum berangkat ia tak lupa mengganti kata sandi apartemen, agar jika Nihan meminta bantuan Elia sudah tak bisa di buka lagi.
Aldo memarkirkan mobilnya di loby, dia masih menunggu Mahes yang belum turun dari apartemen nya.
" Aldo hari ini adalah sidang pertama ku, apa kamu bisa memastikan Nura tidak akan mengacaukannya. " kwta Mahez
" Sayw pastikan Nura tak akan bisa menyanggah dengan bukti video itu Tuan. " kata Aldo.
" Bagus. " kata Mahez
" Aku rasa, hari ini kita bisa langsung ke pengadilan saja. " kata Mahez
__ADS_1
" Baik Tuan. " kata Aldo
Mereka sudah sampai di pengadilan. Namun tak menemukan tanda tanda kehadiran Nura.
*
*
Nura sengaja tidak ingin menghadiri persidangan, dia mencoba menghubungi Arjun untuk membantunya, namun ternyata panggilanya di abaikan oleh Arjun.
" Sial. Ternyata dia hanya menipu jika akan membantuku. " gerutu Nura
Nura membayangkan setelah perceraian dengan Mahez mau tak mau harus kembali kepada orang tuanya. Dan sudah pasti dia akan kembali di jodohkan lagi oleh orang tuanya untuk melancarkan bisnisnya. Dan dalam kondisinya sebagai janda apa ada seorang pemuda yang mau mempersuntingnya. Jika pun ada pasti hanya dijadikan istri simpanan saja. Bahkan bisa jadi orang yang sudah tua yang akan menjadi suaminya. Namun jika ia tidak kembali, ia sudah tak punya apa apa lagi. Dia harus bekerja keras untuk bertahan.
" Apa lebih baik aku minta maaf pada Evelyn. Dan membiarkan dia menikah sah dengan Mahez. Ya... aku akan bicara padanya. " gumam Nura bersiap mendatangi Evelyn. Nura menduga pasti saat ini evelyn sudah bersama tinggal di apartemen Mahez. Dan benar saja saat ia membunyikan bel,Evelyn lah yang membukakan pintu. Semula Evelyn bergegas ingin menutup kembali pintu itu, namun karena Nura memohon minta waktu sebentar akhirnya Evelyn mengijinkan masuk.
" Kamu sedang hamil Eve? " tanya Nura kaget, karena perut Evelyn sudah membesar dan badannya mulai padat berisi.
Evelyn tidak menjawab, karena ia takut jika mengatakan ia hamil maka Nura akan mencelakainya. Melihat Evelyn diam saja Nura berinisiatif mendekat. Dia ingin berbicara sebagai wanita dari hati ke hati.
" Jangan mendekat. Atau aku akan menghubungi Mahez untuk pulang. " kata Evelyn ketakutan
Nura tersenyum melihat Evelyn yang sangat ketakutan padanya, wajar saja karena dulu Nura sudah menyakiti hatinya.
__ADS_1
" Kedatanganku kesini untuk minta maaf Eve. Aku tau aku seorang wanita yang jahat. Tadinya aku berpikir dengan menikahkanmu dengan Mahez, akan bisa membalas sakit hatiku. Ku pikir dengan bantuan Mahez, kamu bisa merasakan apa yang ku rasakan dulu. Kehilangan laki laki yang sudah kamu tambatkan yang sebagai pilihan, namun harus meninggalkanmu karena wanita lain. Karena obsesiku sendiri akhirnya akulah yang harus terluka sendiri. Sebelum aku tahu kamu hamil, aku berharap kamu masih bisa menerimaku sebagai madumu. Tapi saat melihat kehamilanku, hatiku berkata lain. Biarlah aku terima takdirku, atas balasan yang ku perbuat. Dengan tulus aku minta maaf Eve. Jika aku boleh berharap, aku masih bisa berteman baik dengan mu, tapi jika aku mengenang keburukanku, aku nyakin kamu pasti tak akan sudi berteman denganku. " kata Nura sambil beranjak dari duduknya
" Aku pamit Eve, ini kunci rumahku, dan ini kunci mobilku. Sebagai janjiku aku tak akan membawa apapun yang bukan hak ku. " kata Nura menyerahkan kunci rumah dan kunci mobilnya
" Tunggu. " kata Eve tak mengerti, karena yang ia tahu Mahez lah yang akan menyerahkan hartanya untuk Nura.
" Bukankah harusnya Mahezlah yang menyerahkan semua aset berharga miliknya. " kata Evelyn
" Ternyata Mahez masih baik padaku, dengan tidak mengumbar aibku. Sebagai wanita normal, aku pun ingin mendapatkan sentuhan dari suamiku, tapi aku tak pernah mendapatkannya dari Mahez. Karena bujuk rayu lelaki aku bisa dengan mudahnya terlarut dalam hubungan yang terlarang Eve. Aku berselingkuh, dan itu artinya aku akan kehilangan semua apapun yang aku punya. Mungkin ini jalan terbaik, agar aku bisa merasakan keburukanku selama ini. " kata Nura.
" Aku akan ke persidangan, agar semua berjalan cepat dan lancar, supayq kalian bisa menikah sebelum anak kalian lahir. " kata Nura tersenyum
" Aku ikut denganmu. " kata Evelyn, begitu mudahnya Evelyn percaya begitu saja dengan Nura.
Akhirnya keduanya menuju ke pengadilan dalam satu mobil. Walau sebelumnya Nura sudah melarangnya untuk hadir, namun Evelin bersikeras untuk ikut di persidangan.
Mahez di kejutkan dengan kehadiran Evelyn, yang datang bersama dengan Nura.
" Alasan apa lagi yang ingin kau berikan sampai kau membawa istriku yang sedang hamil ini kemari." kata Mahez yang sudah mulai emosi
" Jangan lupa Mahez, aku juga masih istrimu. Walaupun sebentar lagi akan menjadi mantan. " kata Nura enteng, ia seperti sudah pasrah dengan hidupnya. Nura sudah bertekat akan berubah menjadi orang baik. Setidaknya akan membuat hidupnya menjadi lebih tenang.
" Mahez, aku lah yang memaksa Nura untuk membawaku kemari. Karena Nura juga lah kita bisa bersama, jadi janganlah terlalu membenci dia seperti ini. " kata Evelyn
__ADS_1
" Justru karena dialah yang mempersulit keadaan Eve, jika seadainya dia tidak hadir merusak hubungan kita, tentu kita sudah berkeluarga layaknya keluarga lainnya Eve. " kata Mahez memberitahu Evelyn yang masih ngeyel membela Nura.