Kisah Cinta Evelyn

Kisah Cinta Evelyn
BAB. 52


__ADS_3

Akhirnya Nihan menerima suapan itu dengan cepat.


" e..ee..hemmmt " Evelyn berdehem.


Nihan yang sedang mengunyah pun jadi tersedak.


" Kalau mau makan pelan pelan kali. " kata Evelyn menggoda.


" Sayang. Kalau makan gak usah melihat sana sana. Lebih baik kamu lihat aku. " kata Mahez.


" uhufp....." Nihan tertawa di tawan.


Akhirnya Aldo pamit ingin pergi lebih dahulu karena melihat Nihan yang tidak nyaman.


" Tuan. Saya ingin mengantar Nihan sebelum berubah pikiran karena pengaruh Nona muda. " bisik Aldo


" Jadi kamu menyalahkan istri saya? " kata Mahez tak terima.


Aldo menutup matanya, karena dia lupa jika Mahez sudah bersama Evelyn otaknya tidak bisa bekerja dengan baik.


" Apa aku menganggu kalian? Baiklah aku pamit saja. " kata Evelyn tak enak hati tapi tetap memasukan dimsum yang tinggal dua biji di hadapannya, seperti tidak merelakan satu cuil pun tertinggal.


" Sebenarnya kamu tidak mengganggu. Tapi suami mu yang menganggu pemandangan mata ku, bisa juling lama lama melihat suami mu di hadapan ku . " kata Nihan santai, sambil mengambil dimsum sisa yang di suapkan Aldo tadi.


" Memang mata ku tidak katarak jika melihatmu. Aku juga harus memeriksakan mata ku jika melihat mu. " jawab Mahez ketus


Evelyn yang melihat Nihan memakan dimsum pun sedikit berlari menghampiri Nihan.


" Sayang... pelan pelan. Aku tidak apa apa di katain sahabatmu seperti itu. Biarkan saja mulutnya memang tajam, setajam pisau belati. " kata Mahez


Namun Evelyn tak menghiraukan dia masih berjalan cepat menghampiri Nihan, takut dimsum itu habis.


" Sayang biarkan saja, aku terharu kamu sudah membelaku, tapi kamu jangan sampai berkelahi dengan sahabatmu karena hal ini. Ini bisa membahayakan kandungan mu. Lagi pula dia kata mu sahabat baikmu. " kwta Mahez khawatir dan masih mengira jika Evelyn akan mencakar atau menjambak Nihan.

__ADS_1


" Nihan boleh kah kita berbagi makan dimsum itu. " kata Evelyn tersenyum semanis mungkin


Aldo, Nihan, bahkan Mahez yang salah sangka itu melongo menatap Evelyn yang tidak menghiraukan ucapan Mahez sama sekali, ternyata sangat ingin makan sebuah dimsum yang sedang di makan Nihan.


Nihan berpikir ingin membalas mengerjai Mahez tapi lewat istri nya. Akhirnya Nihan tersenyum sumringah mendapatkan ide cemerlang. Sedangkan Mahez sudah mencium bau licik sahabat istrinya itu.


" Aku akan memberikan ini semua untuk mu, tapi kamu harus menggantinya pembalut yang bersayap satu kantong besar, karena stok ku di rumah habis. " kata Nihan mengangkat dimsum di hadapan nya dan mencium aromanya.


Evelyn yang melihat pun langsung menganggukan kepalanya cepat seperti anak kecil mendapat kan es krim.


" Eit.... tunggu dulu." Nihan meninggikan dimsum itu agar Evelyn tidak bisa meraihnya.


" Aku ingin Mahez yang membelikan untuk ku. Sekarang juga ! Karena mata ku sudah merasa gatal gatal ingin di ucek, aku takut jika Mahez masih disini dalam waktu lama mataku jari merah dan benar benar jadi juling.


Mahez yang mendengar, menunjuk dirinya dengan jarinya sendiri.


" Tidak bisa. Kamu harus memberikan pada istriku tanpa syarat. Jika tidak Aldo akan ku pecat. " kata Mahez


" Baiklah, jika Aldo tak berarti bagimu, maka kamu yang akan ku pecat. Aku bisa memecat mu sekarang juga. " kata Mahez merogoh ponselnya.


" Bagus.... Memang sejak dulu aku ingin berhenti di rumah sakit itu. Tapi pimpinan tidak mengijinkan, karena semua dokter tidak sekompeten diriku. Lagi pula sebentar lagi aku akan mendapat banyak harta dari calon suamiku, iya kan Aldo sayang. " kata Nihan keceplosan, saking semangatnya ingin mengerjai Mahez sampai lupa jika dia berhutang cerita


pada Evelyn.


Aldo hanya berdiri dengan tenang tanpa menggubris perkataan Nihan. Sebenarnya hatinya bergetar hebat mendengar Nihan memanggilnya calon suami sayang.


" Tunggu.... Kalian ingin menikah? Bagaimana bisa? " tanya Evelyn tak mengerti, karena waktu di Jerman Nihan benar benar marah karena Aldo.


" Aku akan menjawabnya jika permintaan ku, di turuti. " jawab Nihan mengingatkan.


" Tidak. Aku tak akan melakukan nya. Biar aku saja yang menjawab. " sela Mahez


" Sayang, apa kamu tidak kasian anak kita mengeluarkan air liur setiap saat, karena kau tak menuruti permintaan nya. " kata Evelyn memelas dengan mengelus perutnya yang sudah terlihat buncit.

__ADS_1


" Bukan begitu Eve, apa kamu tega suami mu di kerjai teman rese mu itu. " kata Mahez


" Ya sudah, mulai malam ini aku akan tidur di rumah Nihan, aku tak mau pulang sampai kamu mau melakukannya. " ancam Evelyn


Nihan tersenyum jumawa karena mendapat pembelaan dari Nihan. Bagaimana dia tidak senang dia berhasil mengerjai seorang ceo tertampan dan terkaya, di seluruh kota mengenalnya, akan memborong pembalut wanita dengan tipe bersayap. Nihan membayangkan Mahez bertanya pada pelayan di sana dengan malu malu, membuatnya bisa tertawa.


" Aldo....! " ucap Mahez.


" Aldo tidak bisa ikut, karena membuat dimsum lebih banyak untuk Evelyn, iya kan Eve?


Mendengar akan di buatkan dimsum oleh Aldo membuat Evelyn meganggukan kepalanya cepat.


" Eve... sayang. " panggil Mahez


" Berangkat sekarang atau tidak menyentuhku sama sekali. " sentak Evelyn tiba tiba. Entah keberanian dari mana membentak Mahez di depan temannya.


Akhirnya Mahez keluar dengan membanting pintu apartemen dengan sangat keras. Hinga yang di dalam ruangan menutup paksa mata dan telinganya.


Nihan memberikan dimsum di tangannya, sebenarnya jika Mahez tidak menuruti, Nihan pasti akan memberikan, bagaimana pun dia tidak tega pada sahabat baiknya. Tapi ternyata Mahez menuruti walau dengan marah, itu sudah nilai lebih dari Nihan di berikan pada Mahez. Dia percaya jika Mahez benar benar mencintai Evelyn tanpa syarat.


Evelyn menerima dimsum itu lalu menarik tangan Nihan pula, dia menunutun nya membawa ke sofa tamu. Sedang Nihan hanya pasrah untuk di interogasi oleh Evelyn.


" E... cepat katakan, bagaimana kamu bisa berada di sini. Dan kenapa kamu bisa menyebut Aldo calon suami. " tanya Evelyn pelan.


" Aku sendiri juga bingung Eve, aku bingung menceritakan dari mana. " jawab Nihan.


" Kata kan dari awal, aku punya banyak waktu sambil menunggu Mahez, apa kamu tahu, Mahez sangat marah padaku karena ini. " katw Evelyn.


Nihan mengedikan bahunya, dan Menarik nafas panjang dan dalam.


Akhirnya Nihan menceritakan pertemuan aneh dengan Aldo, sampai dia di bawa ke sini, dia di hianati oleh Reyhan, sampai dia sudah terlanjur membuat perjanjian dengan Aldo, dan tidak bisa merubah nya begitu saja.


" Mungkin ini takdir yang berjodoh Nihan, lagi pula kamu juga mencintai Aldo bukan dulu? Aku percaya Aldo mampu membahagiakan mu, karena setahuku Aldo adalah lelaki yang sangat setia. Walau aku sendiri tak nyakin Reyhan bisa berbuat seperti itu di belakangmu. Karena yang aku tahu Reyhan juga sangat mencintaimu. " kata Evelyn membuat hati Nihan semakin bimbang.

__ADS_1


__ADS_2