Kisah Cinta Evelyn

Kisah Cinta Evelyn
BAB 34


__ADS_3

" Hallo kak Nihan." kata Elia menyapa panggilan videonya


Deg.....


Hanya mendengar namanya disebut Elia, Aldo sudah merasakan debaran hebat, dadanya terasa sesak. Sebisa mungkin dia menutupi perasaan itu dengan tetap menyantap makanan dihadapanya, walaupun terasa sangat sulit untuk di telan.


" Hey.... Elia tadi video call aku, kenapa? Tadi aku sedang nonton, jadi ponselnya ku silent. " kata Nihan


" Nonton. Enak sekali hidupmu disana bisa nonton. Dengan siapa dia menonton? " batin Aldo


" Wah kak Nihan bisa merasakan bioskop Jerman dong. Gimana kak rasanya? ngomong ngomong dengan siapa kak Nihan nonton? Jangan bilang kak Nihan terpikat pria bule Jerman? " kata Elia spontan yang membuat Aldo tersedak seketika.


Elia yang ingin memberikan minum pada kakaknya, tanpa sengaja mengarahkan ponselnya kearah Aldo dan Alice.


" Pelan pelan kak makanan nya. " kata Elia yang tak mengerti perasaan kakaknya.


Berbeda dengan Sean, dia melihat perubahan Aldo, saat Elia menerima panggilan dari Nihan. Sean oun mengabung gabungkan kemarahan Aldo yang semakin memuncak, itu karena kedekatan nya dengan Nihan. Akhirnya Sean menyimpulkan jika Aldo memang cemburu padanya. Tapi saat ia melihat Alice, dia juga melihat wanita itu sangat mencintai Aldo. Pikiran Sean pun kembali menerka, apa mungkin Aldo ingin mencoba dengan Alice, karena kemungkinan besar ia ingin malampiaskan perasaannya, karena jika ingin mengejar cinta Nihan, takut di tolak. Sean menatap Aldo tanpa berkedip, sebenarnya Aldo mengetahuinya, tapi ia pura pura tidak melihat, karena dia tidak ingin bersuara di depan Nihan.


" Kalian sedang dobel date ya? " kata Nihan spontan


" Iya kak, kebetulan kami bertemu dengan kak Aldo dan kak Alice di hotel grand Hyatt. " kata Elia


Aldo hanya diam mendengar penuturan Elia, walau sejujurnya ia ingin sekali menjelaskan kesalah pahaman ini.


" Wah aku ganggu ya? Tadi aku lihat video call mu, makanya aku penasaran ada apa." kata Nihan


" Tadi ada temen kita, dokter Rey menanyakan kakak, kakak sedang makan juga? " tanya Elia sambil menyuapkan makanan dimulutnya.


" Tadi habis nonton kak Tian ngajak makan dulu, ni lagi makan. " kata Nihan sambil mengarahkan kameranya kearah Bastian.


" Berdua saja kak, wah itu gebetan kakak, ternyata kriteria kakak tinggi juga ya. Pantas saja Sean, kakak tolak mentah mentah. " kata Elia tertawa lepas.

__ADS_1


" Iya kita lagi berdua, habis nonton Evelyn ikut baby parenting. Dia tidak mau di temani, makanya aku nunggu sambil makan. " kata Nihan


" Kak Nihan, gebetannya bisa bahasa Indo kak? " tanya Elia.


" Kak Tian... bisa tidak bahasa indo? " kata Nihan sambil mengarahkan kameranya pada Bastian.


" Jangankan bahasa Indo, bahasa jawa pun aku iso. " kata Bastian tersenyum. Nihan dan Elia pun tertawa lepas, bahkan Nihan sempat mencubit pinggang Bastian sampai kesakitan. Seperti pasangan yang sedang dimabuk asmara.


" Nihan... Hati hati, disini ada mata mata Mahez, dia bisa melaporkan kamu dan di pecat dari dunia kedokteran, karena kamu sedang asyik pacaran " kata Sean memancing Aldo bersuara, namun dia masih bergeming, tetap fokus makan makanan dihadapannya yang tak kunjung habis, karena dia hanya mengunyah, karena kesulitan menelan.


" Aku takuut...... tenang saja, jika aku di pecat aku akan jadi dokter hewan saja. " kata Nihan tertawa lepas, dan Bastian pun menutup mulut temannya itu. Seperti sepasang kekasih beneran.


" Sudah ku bilang, jadi wanita harus anggun, jika seperti itu mana ada pria yang menaksirmu. " kata Bastian seperti biasa, selalu menasehati yang baik untuk Nihan dan Evelyn.


" Baiklah demi kak Tian aku akan berusaha. " kata Nihan.


" Ya sudah Elia lanjutkan dobel date kalian. Jika tidak ada apa apa, aku tutup ya. Bye.. " kata Nihan sambil melambaikan tangan.


Dada Aldo bergemuruh menahan kemarahan, dia sangat panas melihat kedekatan Nihan dengan Bastian.


" Elia, hari ini aku akan kembali ke Jerman bersama Tuan Mahez, jaga dirimu baik baik. Jika ada apa apa segera kabari aku. " Aldo menatap Elia


" Malam ini kak? " tanya Elia


" Iya. " kata Aldo


" Bisakah aku menitip sesuatu untuk kak Nihan? " tanya Elia


Elia mengeluarkan sebuah amplop,


" Ini dari Reyhan. Tadi aku lupa memberitahunya, nanti aku chat kak Nihan, jika amplop ini sudah ku titipkan kakak. " kata Elia

__ADS_1


Aldo menerima ampop itu. Dia pun ikut berdiri, saat Elia dan Sean sudah beranjak akan pergi.


" Senang bertemu denganmu kak Alice. " kata Elia ramah.


" Aku juga... Semoga kita bisa bertemu lagi. " kata Alice sambil berjabat tangan dan diangguki oleh Elia.


" Apa kamu sudah selesai? " tanya Aldo pada Alice, saat Elia dan Sean sudah pergi terlebih dahulu.


" Sudah. " kata Alice sambil mengelap bibirnya.


" Aku akan mengantarmu pulang. " kata Aldo dingin.


" Baiklah." kata Alice sambil mengambil tasnya dan ikut berdiri.


Sepanjang perjalanan Aldo hanya diam, dia sama sekali tak mendengarkan ocehan Alice. Bahkan pertanyaan Alice pun tidak dia jawab, karena dia tidak mendengarnya. membuat Alice ikut diam, karena sama sekali tidak direspon oleh Aldo.


Pikiran Aldo menerawang, membayangkan Nihan sedang bersama dengan Bastian, bahkan pikirannya jauh, dia membayangkan Nihan dan Bastian sedang bercumbu.


Setelah Alice turun dia langsung putar arah kembali, tanpa memperdulikan Alice yang mengajaknya bicara. Aldo ingin segera sampai kantor dan mengajak Mahez segera melakukan penerbangan.


Aldo berjalan sedikit berlari ingin menemui Mahez. Sebelum masuk aldo mengetuk pintu ruangan Mahez. Terlihat raut wajah lelah Mahez.


" Apa tidak sebaiknya kita melakukan penerbangan besok Tuan. Anda terlihat sangat lelah dan pucat. " kata Aldo yang kasihan melihat wajah Tuannya, sampai mengesampingkan perasaannya.


" Tidak aldo, tadi aku hanya muntah muntah seperti biasa lagi. Jika aku tak melihat Evelyn, rasa mual ini kembali muncul. Tapi saat bertemu Evelyn mual ini akan hilang dengan sendiri nya. " kata Mahez.


Akhirnya Mahez dan Aldo melakukan penerbangan terakhir, yaitu pukul setengah dua belas malam. Jika sampai jerman pun, akan pukul tengah malam.


Sesampai disana, sudah ada Asisten dulu yang menjemputnya. Mahez bergegas mencari istri tercintanya yang sudah terlelap. Dia memeluk dan menciumi tubuh harum istrinya yang semakin padat berisi.


Aldo hanya melamun di sofa, ingin sekali dia melihat keadaan Nihan. Namun diurungkan, apalagi jika teringat Nihan dan Bastian saat tertawa lepas, membuat Aldo dipenuhi rasa cemburu.

__ADS_1


" Dasar murahan. " gumam Aldo menyakinkan hatinya untuk membenci Nihan. Tapi jika ia sadari semakin dia mengantakan benci, perasaannya semakin dalam pada Nihan.


Aldo yang sudah tak mendapati tanda tanda orang terjaga, akhirnya dia teringat sebuah amplop yang Elia titipkan padanya untuk Nihan. Dia membuka dan ingin tahu apa isi dari amplop itu.


__ADS_2