Kisah Cinta Evelyn

Kisah Cinta Evelyn
BAB. 50


__ADS_3

Akhirnya Nihan dengan berat hati menyanggupi perjanjian itu. Dia tidak mungkin meminta uang sebanyak itu kepada orang tuanya, karena ia nyakin itu akan memberatkan mereka.


" Baiklah. Aku akan memberitahukan kepada orang tua ku nanti. " kata Nihan lemas tanpa semangat. Cita citanya hidup bersama orang yang mencintainya kandas sudah karena Reyhan yang ia gadang gadang bisa membahagiakan dengan penuh cinta pun sudah menertawakan nya bersama wanita lain.


" Kita akan ke sana setelah ini. " kata Aldo nyakin


" Kita ? Kesana sekarang ? " tanya Nihan.


" Tentu saja kita. Walaupun ini hanya sebuah kontrak, aku sebagai laki laki menjunjung tinggi penghormatan. Dia adalah orang tuamu, yang sebentar lagi akan menjadi orang tuaku juga. Aku tidak mau mendapat predikat menantu tidak baik selama bersama mu " kata Aldo


" Bukankah kamu memang laki laki yang tak baik. sebentar lagi orang tuamu jadi orang tuaku juga...beh.... " kata Nihan dengan memonyongkan bibirnya.


" Baiklah. Mari berangkat sekarang. " kata Aldo dengan berdiri


" Tunggu..... Apa kamu kesini hanya menyuruhku tanda tangan saja. Bagaimana pun aku seorang tamu wanita. Apa kamu tidak berinisiatif menghidangkan sesuatu untuk ku, jadwal makan siang ku harus terlewatkan karena kelakuan gilamu ini. Dan sekarang aku sangat lapar. " kata Nihan memelas


" Apa kamu selalu menggoda setiap laki laki seperti itu ? " kata Aldo yang merasa gemas dengan tingkah manja Nihan. Jika sudah menjadi istrinya pasti saat itu juga dia sudah memakan nya.


" Menggoda bagaimana? Aku lapar dan kau hanya sibuk menyuruhku ini itu semau mu sendiri. Belum jadi suami saja sudah kelaparan bagaimana jika sudah jadi suami. Aku tambah peraturan lagi, selain kontak fisik kamu juga harus selalu menyiapkan keperluan makan ku, mulai sarapan, makan siang, ah...tidak, makan siang aku makan siang di rumah sakit saja. Makan malam. Kamu harus wajib menyiapkan sebelum aku berangkat atau pulang kerja. " celoteh Nihan


" Sudah bicaranya ? Kamu mau aku masak apa? " tanya Aldo


" Aku mau masak mie kuah yang pedas, ada bakso, sosis, ayam, sawi, dan bawang merah goreng. " kata Nihan semangat.


" Tunggu disini. " kata Aldo dengan berdiri menuju dapur yang jaraknya tidak jauh dari tempatnya duduknya sekarang.


" Gak pake Lamma..." teriak Nihan


Terlihat Aldo membuka kulkas, dia menyiapkan semua bahan bahan yang di perlukan. Dia menggulung kemejanya sampai siku dan memasang celemek di bagian depan.


Nihan memperhatikan dengan melongo, ia berpikir Aldo hanya akan memesankan dari makanan siap saji online, tapi ternyata Aldo melakukan dengan tangannya sendiri.


Nihan akhirnya penasaran dan mengikuti ke dapur. Dia membuka kulkas, ternyata semua sayuran, daging, telur memenuhi kulkasnya.

__ADS_1


" Ternyata kamu bisa masak? " tanya Nihan


" Aku tidak percaya dengan kebersihan yang di masak orang luaran. Lagi pula bukan kah kita bisa memasak sesuai selera kita. " kata Aldo menjawab tanpa menoleh, karena dia sibuk mengiris sawi.


Sedangkan Nihan hanya mengangguk angguk sambil memperhatikan Aldo memasak. Dia melihat wajah serius Aldo ketika memasak, terlihat sangat tampan, pikir Nihan.


" Jangan melihatku, aku takut kamu akan jatuh cinta padaku. " kata Aldo tanpa menoleh.


Nihan yang gelagapan bingung harus menjawab apa, dia akhirnya membuka kulkas dan mengambil air dingin dari sana.


" Tapi saat aku merawatmu saat sakit, aku tak menemukan sayur sebanyak ini. Ini hanya karena mau pamer saja ya? " kata Nihan


" Karena waktu itu aku dan Tuan Mahez masih sering ke Jerman untuk menemui Nona Muda, jika aku memenuhinya percuma bukan, aku tak sempat untuk memasaknya. " kata Aldo


" Apa setelah menikah kontrak, kita juga akan tinggal satu apartemen? " tanya Nihan ragu ragu.


" Aku membayarmu tidak sedikit Nihan, apa kamu tidak ingin memberikan performa totalitas." kata Aldo


" Aku sudah seperti wanita murahan ya, di bayar dan di pelihara. " kata Nihan getir


Nihan yang melihat mie itu pun sudah menelan ludah kasar, air liurnya seakan meleleh keluar karena melihat tampilan mie yang di buat oleh Aldo untuknya.


" Makanlah... ! " kata Aldo


Tanpa menjawab Nihan langsung duduk di kursi makan dan meraih mangkuk yang berisi mie tersebut.


" Enak... Aku tak menyangka, manusia es sepertimu ternyata jago memasak. Karena aku sebagai wanita saja kalah. Aku memang tak pandai memasak. " Kata Nihan dengan terus menyendok mie ke dalam mulutnya.


" Aku tahu. " kata Aldo


" Tahu apa? " tanya Nihan


" Tahu jika kamu tak pandai memasak. ? " jawab Aldo

__ADS_1


" Dari mana kamu tahu? " tanya Nihan dan memberhentikan sejenak acara menyendok mie tersebut


" Waktu kamu membuatkan soup untuk ku saat aku sakit. " kata Aldo


" Tapi kamu menghabiskan nya, bahkan sangat lahap. " protes Nihan


" Karena aku menghargai perjuanganmu, karena sudah membuatkan aku soup. Jadi agar kamu tidak kecewa saat itu. " kata Aldo jujur.


" Memang seenak apa soup buatanmu? " kata Nihan dengan nada merendah kan


" Setelah kita menikah aku akan membuatkan nya untukmu. " kata Aldo


" Kenapa menunggu setelah menikah? " ceplos Nihan.


" Tentu saja setelah kita, kamu kan disini setelah menikah. Apa kamu sudah tak sabar, ingin menginap di apartemen ku, sebelum kita menikah? " tanya Aldo


Nihan jadi salah tingkah, merutuki kebodohannya. Untuk menahan malunya dia menjawab pembelaan diri.


" Maksudku, kamu bisa mengirimkan ke rumah sakit saat makan siang. Supaya Elia lebih percaya, jika kakaknya benar benar sedang mengejar gadis impiannya. " kata Nihan asal. Nihan pikir Aldo pasti menolak, karena kesibukannya.


" Baiklah. " jawab Aldo mantap.


Nihan menatap tak percaya, Aldo menyanggupi permintaan konyolnya. Permintaan yang semula hanya untuk pembelaan agar tak malu justru di sanggupi oleh Aldo.


Akhirnya Nihan diam dan kembali memasukan mie kedalam mulutnya sebanyak banyaknya.


Tak ada lima menit mie itu sudah raib tinggal mangkuk kosong saja. Aldo yang melihat hanya bisa menggelengkan kepala dan tersenyum.


" Kenapa ? Apa kamu menyesal bekerja sama dengan ku? Makan ku memang banyak. Nanti malam pun aku juga masih akan makan lagi, jadi kedepanya kamu harus terbiasa melihat hal seperti ini. Jika kamu keberatan kamu bisa mengagalkan kontrak ini sekarang sebelum terlanjur. " kata Nihan memprofokasi


Aldo mendekat dan semakin mendekatkan wajahnya, di mulai mengelap kuah mie yang masih di dagu Nihan.


" Apa yang sudah menjadi keputusanku, tak bisa di ganggu gugat. Tak ada kamus menyesal dalam hidup ku, karena hidup untuk di jalani, bukan di sesali. Cepat bangun aku bersihkan mangkuknya. " kata Aldo sambil berdiri.

__ADS_1


Nihan menggigit bibir bawahnya, rencananya dia ingin makan banyak, di buat setidak menarik mungkin cara makan nya, agar Aldo berubah pikiran dan mengagalkan perjanjian kontraknya, tanpa dia harus bayar pinalty.


Tapi dari sudut pandang Aldo, justru itu menjadi nilai lebih dalam mengejar cintanya. Aldo tidak menyukai wanita yang berpura pura makan sedikit dan di buat buat. Aldo lebih menyukai cara makan Nihan, yang baginya apa adanya dan dengan porsi yang tidak di tutupi.


__ADS_2