Kisah Cinta Evelyn

Kisah Cinta Evelyn
BAB. 37


__ADS_3

Evelyn sudah bersiap untuk kerumah sakit hari ini, dia ingin melakukan medical cek up, seperti saran Nihan. Sudah ada Mahez yang menunggunya berkemas.


" Masih harus berapa lama lagi Eve? hanya kerumah sakit saja kamu harus bermake up secantik ini. Hapus ! " Perintah Mahez dengan memberikan sebuah tisu.


Evelyn menatap wajahnya di cermin, dia hanya memakai pelembab dan bedak tipis, bibirnya pun hanya memakai lip gloss agar tidak kering. Terkesan natural saja menurutnya.


" Sayang.... kamu harus ingat ya, kamu boleh memakai ini semua, jika pada malam hari saja. Aku tak mengijinkan kamu berdandan untuk orang lain. " kata Mahez


Evelyn menarik nafas panjang, yang walaupun pada akhirnya dia menuruti kemauan suaminya dengan menghapus riasannya. Evelyn beranjak dari meja rias menuju kamar mandi.


" Kamu marah sayang. " kata Mahez menarik tangannya Evelyn


" Tidak, aku hanya mau cuci muka, agar riasanku hilang. " kata Evelyn


Keduanya keluar kamar, menuju dapur untuk sarapan. Terlihat Aldo sudah menunggu disana, namun Nihan belum tampak.


" Nihan..... " kata Evelyn saat melewati kamar Nihan yang kebetulan jika ke dapur melewati kamarnya Nihan.


Akhirnya Nihan keluar dengan memakai dress selutut tanpa lengan, terkesan sangat anggun.


" Eve... kamu terlihat pucat sekali. Kenapa kamu tidak merias wajahmu? " tanya Nihan yang melihat wajah Evelyn terlihat pucat tanpa make up.


Evelyn hanya mengedikan bahunya.


" Jika kamu malas, aku bisa membantumu make up. " tawar Nihan


" Aku yang melarangnya, wajah cantik Eve hanya boleh aku yang melihatnya. " kata Mahez dingin


Nihan yang sedang meminum teh pun tersedak, mendengar penuturan Mahez.

__ADS_1


" Bilang saja kamu pelit, supaya nantinya uangmu tidak berkurang. Ingat Tuan Mahez yang terhormat, memuliakan istri itu dapat pahala, juga di lancarkan rejekinya, makanya jangan bodoh bodoh Eve, kamu hanya di pintari oleh Mahez. Lihat saja dandanan Nura cetar membahana, tapi dia tidak protes sama sekali. " cerocos Nihan


Mahez meletakan sendoknya di piring. Dia benar benar jengah dengan ucapan Nihan yang selalu membawa Nura dalam masalah keluarganya.


Aldo yang melihat Tuannya akan marah pun tak tinggal diam.


" Jaga ucapanmu Nona. Aku rasa Tuan Mahez benar, jika kecantikan seorang istri itu hanya untuk suaminya. Berbeda denganmu, bahkan tubuhmu kau perlihatkan pada orang orang di luar sana. " kata Aldo yang juga merasa panas melihat Nihan berdandan sangat cantik dengan bahu yang terbuka.


Nihan meletak roti yang ia makan, dan mengelap bibirnya.


" Eve... aku rasa kehadiranku memang tidak di harapkan. Jaga dirimu, aku akan kembali ke Indo sekarang juga. Aku juga tak akan berada di sini jika tidak di harapkan sebelumnya. " kata Nihan yang sudah benar benar sakit hati dengan Aldo yang selalu merendahkannya.


" Nihan, setelah dari rumah sakit kita akan pulang bersama, jangan berangkat sendiri. " kata Evelyn menenangkan, namun Nihan sudah berkabut amarah.


" mulutmu sangat tajam jika dengan orang lain, tapi Aldo menyingung sedikit saja amarahmu sudah tak terbendung. " kata Mahez menatap Nihan


" Jika kamu berangkat sekarang, aku tidak akan kedokter, aku akan berangkat sekarang bersamamu. " kata evelyn mendekat.


Nihan pun memeluk sahabatnya.


" Kamu tidak bisa seperti itu. Sebenarnya aku ada seminar besok. Dan jika aku menunggumu, aku takut aku akan terlambat. Aku tidak marah Eve, aku hanya memberi peringatan pada asisten Mahez itu, agar tidak semaunya sendiri. " kata Nihan


" Bukankah kamu mencintainya? " tanya Evelyn


" Rasa cinta itu sudah terkikis oleh kebencian yang dia tanamkan untuk ku. Cintaku layu sebelum mekar untuk nya. Biarkan saja, mungkin sudah takdir jika cintaku selalu bertepuk sebelah tangan. Tapi Elia kemarin memberitahuku, kak Reyhan sudah kembali ke Indonesia. Mungkin saja dia datang untuk melamarku, tanpa menembakku. " kata Nihan penuh angan-angan.


Tanpa mereka sadari Aldo mendengar pembicaraan mereka dari luar. Hatinya benar benar perih dengan penuturan Nihan terhadapnya. Dia tak menyangka jika sebenarnya cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Tapi sekarang dia sudah terlambat, karena cinta Nihan sudah hilang untuknya.


" Aku akan mengambil hatimu kembali padaku lagi Nihan. " batin Aldo

__ADS_1


Nihan memutuskan berangkat pulang sendiri, tanpa menunggu Evelyn kerumah sakit terlebih dahulu. ?


Setelah melakukan serangkaian test, Evelyn diperkenankan melakukan perjalan jauh. Pasangan itu sangat bahagia saat di perlihatkan monitor usg mereka.


" Evelyn.... terima kasih kamu telah hadirkan malaikat kecil untukku. " kata Mahez tak henti menciumi istrinya. Mahez sangat bahagia dia akan menjadi seorang ayah. Walau nantinya ia tidak tahu bagaimana cara membahagiakan anaknya jika bercerai dengan Nura.


Setiba di Jakarta, Mahez membawa kesebuah apartemen pribadi miliknya. Dia sudah bertekad akan menceraikan Nura apapun yang terjadi. Setelah merapikan diri Mahez ingin menjumpai Nura di kantornya, dan segera mengutarakan maksudnya.


" Sayang... kamu sudah rapi, apa kamu sudah tak sabar untuk ketemu Nura? " tanya Evelyn, karena sekarang sudah menunjukan pukul dua siang. Tapi Mahez berpakaian rapi dengan setelan jas pula.


" Iya... Aku sudah tidak sabar untuk menggugatnya dan menikahimu. " kata Mahez sambil mencium kening istrinya


" Bukankah kita sudah menikah? " kata Evelyn


" Menikah resmi secara hukum sayang. " kata Mahez dengan menyentil hidung Evelyn


Evelyn pun tersenyum karena Mahez sudah sangat berubah, tidak seperti dulu yang dingin tak banyak bicara. Tapi sekarang menjadi Mahez yang hangat dan pintar sekali gombal.


" Ingat sayang, siapa pun yang bertamu tak ku ijinkan kamu untuk membukanya. " kata Mahez sebelum pergi


" Bagaiman jika kamu yang pulang. " kata Evelyn


" Aku sudah pasti tau paswordnya sayang, jadi aku bisa masuk sendiri. " kata Mahez yang gemas mencubit hidung Evelyn yabg mancung.


Akhirnya Mahez berangkat ke kantor, keputusannya sudah bulat akan mentalak Nura, sekalipun harus kehilangan harta bendanya, karena kebahagiaan hanya ada pada Evelyn.


Semua harta benda itu tak ada arti nya apa apa, saat Evelyn pergi meninggalkannya, hati dan jiwanya begitu kosong, ia dapat merasakan hidupnya seakan tak berarti, sekalipun ada Nura yang selalu mendampinginya, justru membuatnya semakin muak.


Sampai di kantor, Mahez bergegas menuju ruangannya di temani Aldo yang selalu setia di belakangnnya. Saat sampai di ruangannya, Mahez di kejutkan dengan sebuah pemandangan yang tidak pernah ada dalam angan angan dan pemikirannya.

__ADS_1


__ADS_2