KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA

KITA BERSAMA NAMUN TAK SAMA
Part. 11


__ADS_3

Sudah hampir 2 minggu ini Dira tidak merasakan tidur nyenyak, waktu tidurnya bisa di hitung, seperti sekarang dirinya setelah tahajud biasanya lanjut mengaji.


Brakkk terdengar pintu di tutup dengan kasar, saking kagetnya Dira langsung berdiri dan keluar dari kamar.


"Mas kamu baru pulang".


"Lo liatnya", kesal Kevin.


Sepertinya laki laki ini sedang mabuk, tapi seperti orang kecapean, ahhh gak tau aku juga gak paham orang mabuk itu gimana.


Benar saja baju yang Kevin pakai sekarang bukan baju kerja yang Dira sediakan tadi pagi.


Bajunya percis yang nomer baru itu kirimkan padanya.


"Mas mabok ya, istigfar mas ya Allah itu haram".


"Berisik banget sih lo Nadira, pergi sana jangan ganggu gue, gue lagi capek pusing tau dengerin lo ngomong, siapa juga yang mabuk", bentak Kevin.


"Ya Allah mas maaf".


Dira langsung masuk lagi ke kamar nya membawa hati yang terluka.


Apa sih yang dirinya untungkan dari pernikahan ini, Dira memaki dirinya sendiri, berada di posisi ini yang ada dirinya selalu sedih, hatinya terus terusan perih dengan ucapan kasar dari Kevin.


Mau pergi tapi sudah terlanjur cinta, batinnya.


.


Bangun pagi matanya sembab, secepatnya membereskan rumah, nyuci nyetrika lanjut mandi.


Padahal dari semalam belum makan, pagi ini juga hanya makan roti 1 itupun hampir tidak habis.


Sambil menunggu jam 11 waktu yang mertuanya janjikan Dira berdandan sebisa mungkin, wanita yang akan bersama dirinya hari ini iyalah wanita berkelas.


"Aku udah mendingan kan, gak kusut ni muka hahaa, secara muka mama licin banget aku jadi kebanting habis habisan", selorohnya, sambil terkekeh.


Minggu kemarin Kevin bilang padanya kalau sabtu minggu tidak usah masak karena dirinya akan pergi.


Jadi Dira punya sedikit banyak waktu dari biasanya. Sabtu minggu kadang dirinya ambil libur kadang nggak dari dulu juga.


Tepat pukul 11 siang Dira di jemput mama Sarah.


Dengan ceria wanita itu langsung turun dan menyambut mertuanya.

__ADS_1


"Assalamua'laikum mama cantik, cantik banget sih ma Dira kebanting nih".


"Walaikum salam mantu mama, kamu ini ya, kamu lebih cantik imut manis lagi".


Mama Sarah menangkap ada yang beda dari menantunya.


Kantung matanya sedikit besar, kemarin 2x liahat nggak gini, pasti abis nangis, batin mama Sarah.


Kasihan sekali kamu Dira, pasti kevin yang bikin kamu begini, aku merasa tidak becus mendidik anak sehingga dia berbuat semaunya pada istri sendiri.


Keduanya asik berbincang, karena merasa obrolan keduanya nyambung dan asik mama Sarah mengajak Dira ke kafe.


"Dira kita sebelum belanja ke kafe dulu yuk".


Bahagianya Dira, langsung mengiyakan, "Ayo ma, Dira ikut mama kemana aja deh hari ini".


"Kamu ini ya", mama Sarah mengelus tangan Dira.


Kasihan sekali kamu, mama gak tau apa alasan besar Kevin menikah denganmu Dira, mama yakin di antara kalian tidak terjadi apa apa.


"Mau pesan apa?, pilih apa yang kamu suka ya".


"Terimakasih ma, Dira mau ini sama ini aja cukup".


"Iya cukup ma hehee".


"Ahh mama juga mau sama kaya kamu biar badan gak tambah melar, makin tua makin melar padahal udah diet".


"Badan mama kaya gini cakep ko ma, mama itu cantik banget jadi kaya pas gitu dengan badan segini".


"Bisa aja kamu bikin mama senang, kamu diet ya Dira?".


"Nggak Dira gak diet ko ma, cuma ya dari dulu kaya gini aja gak ada perubahan mau makan sebanyak apapun juga".


"Impian mama banget punya badan kaya kamu, dari masih muda mama itu harus jaga makan terus biar gak bengkak hahahaa".


"Kadang Dira juga aneh padahal rakus banget segala di makan, entah pergi kemana zat makannan itu".


Sedang asik asiknya ngobrol dengan mama Sarah, sebenarnya mertuanya itu menceritakan masa mudanya.


...Mas,Kevin🖤...


"Lo dimana?".

__ADS_1


"Bukannya ini hari libur harusnya lo ada di rumah".


"Meja makan juga kenapa kosong?".



"Lo membiarkan suami di rumah kelaparan".


Dari semenjak bangun Kevin mencari Dira tidak ada, nunggu hampir setengah jam juga masih tidak muncul, saking penasaran kemana istrinya pergi Kevin membuka kamar Dira, kamar itu juga kosong, pintu kamar mandi terbuka tidak ada siapa siapa juga di sana.


...Nadira....


"Maaf mas aku lagi di luar sama mama".


"Tadi malam mama ngajak aku keluar".



"Kami lagi di kafe".


"Aku kira kamu juga mau keluar seperti minggu kemarin".


Dira merasa bersalah.


...Mas,Kevin🖤...


"Lo biasanya ijin kenapa ini nggak".


"Istri macam apa pergi tanpa ijin suami".


Kevin merasa kesal, entah kenapa ada Dira di rumah kesal gak ada tambah tambah kesal nya.


Seharusnya dirinya senang tidak ada Dira di saat dirinya di rumah, karena Dira selalu menghalangi pemandangannya selama ini.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2