
Puas melihat tampang muka Ricko yang pasrah dengan keputusan hakim, cih Kevin tersenyum sinis.
"Oke gue ngaku kalah dari lo", ucap Ricko menepuk pundak Kevin sebelum dibawa polisi.
"Sudah gue bilang dan ingatkan lo berkali kali", menyingkirkan tangan Ricko dari pundaknya, tidak sudi rasanya di pegang oleh manusia bajingan yang hampir saja menghancurkan hidup istrinya.
"Sampaikan maaf gue ke Dira".
"Jangan sebut nama istri gue", marah Kevin.
Ricko mengangguk, lalu menyerahkan diri ke polisi.
Ricko sudah di tuntun oleh 2 polisi, Kevin langsung keluar dari ruang sidang benar benar muak berada di dalam sana sejak siang.
.
.
Sampai rumah sudah jam 8 malam, rasa lelah kesal marah hilang seketika setelah mendapatkan sambutan dan pelukan hangat juga melihat senyum manis dari Dira.
"Assalamualaikum", tersenyum, salah satu kata yang pertama Kevin ucapkan jika pergi dan pulang darimana saja.
"Walaikum salam", mengambil tangan menciumnya lalu memeluk Kevin.
"Masih di luar sayang?, tunggu di kamar aja gak apa apa".
"Hehee tadi Dira abis ngobrol sama mbak mbak disini, baru aja mereka pergi istirahat".
"Hemmm, mama sama papa belum pulang ya?, ibu nginap di rumah sana?", baik banget istri gue mau bergaul sama siapa aja, pantas mama begitu marah mengetahui gue menyakiti hatinya.
"Mama tadi katanya sebentar lagi pulang, ibu besok kesininya, lagi kangen sama rumah di sana sebelum di tinggalin katanya".
Mengangguk, "Yuk masuk, udah makan?".
__ADS_1
Dira menggeleng, tidak ada napsu makan sebab di rumah hanya dirinya yang makan di meja makan yang begitu besar.
"Mas juga belum makan kan?".
"Belum setelah mandi kita makan, besok besok makan duluan gak apa apa sayang".
Mengangguk iya, mana bisa makan pikirannya tidak tenang, di rumah sebesar ini sangat sepi, Kevin ngabarin dirinya hanya siang doang itupun sebelum masuk ruang sidang.
Keduanya menaiki tangga bergandengan tangan, benar benar rumah besar ini sangat sepi, Galang Han dan Raka malam ini mereka tidur di apartemen Raka, tadi pagi sudah ijin ke mama Sarah, meskipun setengah tidak di ijinkan.
Sambil menunggu Kevin mandi Dira memainkan ponsel Kevin.
Tiba tiba ada pesan masuk dari orang yang sedikit Dira tidak suka.
.
...Shanum,Handoko...
"Gue dapat kabar dari Raka katanya Ricko sudah di tahan, selamat ya lo sekarang aman".
"Gimana kabar lo?, gue kangen banget kita kumpul lagi, udah lama gak main golf sama nonton bareng".
"Sorry ya gue gak ada disana bantuin, di saat lo lagi banyak masalah gini".
"Akhirnya musuh kita hempas satu hehee".
.
Dira menatap deretan pesan dari Shanum, sedekat apa mereka, apa dirinya harus biasa saja, siapa yang tidak cemburu bukan kah Shanum dulu dengan terang terangan menyukai suaminya bahkan ingin memilikinya.
Suara pintu kamar mandi terbuka, Dira langsung menaruh ponsel Kevin, kenapa hatinya merasa dongkol setelah melihat pesan masuk dari Shanum.
Kevin menaruh handuk melewati Dira, melihat perubahan muka Dira menyengitkan keningnya, padahal tadi terlihat senang banget karena dirinya sudah pulang kenapa sekarang sedikit masam.
__ADS_1
"Kenapa sayang?", Kevin mencium pipi Dira.
"Gak ada hehee makan dulu yuk laper", tersenyum, apa yang aku takutkan bukan kah Kevin sudah menyatakan cinta bahkan berjanji, sudah menerangkan bagaimana hubungannya dengan Shanum selama ini.
Makan berdua di waktu yang sebenarnya bukan untuk waktu makan malam sebab sudah jam 9, anehnya badan Kevin tidak terpengaruh meskipun makan malam tidak tepat waktu, jangan di tanya kalau badan Dira yang memang sangat susah sekali untuk gemuk mau makan sebanyak apapun.
Setelah makan Dira membereskan sisa makan mereka, Kevin menunggunya sambil menyandarkan kepala pada sandaran kursi makan, sangat sangat lelah itu yang Kevin rasakan sekarang.
Setelah beres mencuci piring Dira dan Kevin kembali lagi ke kamarnya.
"Mas maaf", menunduk seperti anak yang sedang di sidang karena melakukan kesalahan besar.
"Kenapa sayang, ko mukanya sedih?".
"Aku tadi buka pesan masuk di ponsel kamu".
Kevin tertawa, kenapa harus minta maaf bukannya sudah mempersilahkan tentang apapun yang Dira ingin tau darinya, lagian tidak ada yang Kevin sembunyikan.
Melihat ponselnya dengan cepat, Kevin terkekeh lalu melempar ponsel ke sembarang arah, gak penting banget yang penting Dira di dalam dekapannya sekarang.
.
.
.
.
.
.
Bersambung ...................💋
__ADS_1